Good Shelters Bad Shelters


Menolong hewan itu tidak pilih-pilih dan diberlakukan untuk seumur hidup hewannya


Dengan banyaknya kasus penyiksaan dan penelantaran hewan di Indonesia, segelintir orang yang berhati mulia memutuskan untuk membangun animal shelters alias tempat penampungan hewan. Menurut pendapat saya pribadi, keputusan membangun shelter harus dijalankan dengan sangat hati-hati. Ada ungkapan yang saya harap tidak menjadi kenyataan : "The road to hell is paved with good intentions" - jalan menuju neraka dibangun dengan niat-niat yang baik. Jangan sampai niat baik untuk menyelamatkan malah merugikan hewan tersebut. 

Contoh yang paling segar di ingatan adalah Caboodle Ranch vs PETA. Caboodle Ranch adalah shelter kucing yang didirikan dan dijalankan sendiri oleh Craig Grant. Suatu hari, setelah adanya berita-berita miring tentang Caboodle, PETA mengirimkan mata-mata untuk meliput kondisi Caboodle Ranch. Karena kondisi Caboodle Ranch dianggap cukup mengerikan, PETA mengambil jalur hukum atas Caboodle Ranch dan mengambil alih semua kucing-kucing yang ada di sana. Masalah yang timbul di Caboodle adalah masalah utama shelter : populasi terlalu banyak, kurang dana, kurang tenaga. 

Muncullah debat berkepanjangan mengenai seperti apa animal shelter yang baik. Banyak yang menyayangkan langkah PETA yang mengambil jalur "kill shelter" (hewan yang masuk diberi tanggal kadaluarsa, jika hingga tanggal tersebut tidak ada yang mengklaim maka hewan akan dimatikan). Kenyataannya lebih dari 90% hewan yang masuk di shelter PETA berakhir di hukuman mati, namun mereka berpendapat lebih baik mati daripada hidup di shelter dengan kondisi yang menyedihkan. PETA maupun kill shelter lainnya berpendapat, ide mulia dari no-kill shelter sangat susah untuk dijalankan di kehidupan nyata karena banyaknya kasus yang ada. Memaksakan diri untuk meneruskan ide no-kill shelter berarti  shelter tersebut harus siap untuk menolak menolong karena kapasitas terbatas dan ada resiko overpopulasi. 

Jadi bagaimanakah shelter yang baik itu ? Saya sendiri tidak tahu, tetapi jika masuk ke shelter berarti memperburuk kondisi hewan tersebut maka sebaiknya tidak. Jangan membawa kucing stray yang biasanya bisa makan dengan enak di restoran seafood ke shelter yang buruk dengan kandang kecil dan kotor. Bagi dia itu takdir lebih buruk dari resiko tertabrak di jalan.



Idealnya bagi saya shelter itu:

  1. Memastikan sterilisasi semua hewan penghuninya - ini penting sekali, dan harus menjadi prioritas PALING ATAS.
  2. Punya ruang isolasi yang cukup luas untuk kucing-kucing yang sakit dan terkena serangan virus
  3. Bersih bersih dan bersih
  4. Suplai makanan bergizi dan minuman terjamin, dan yang penting juga
  5. Mereka tetap secara rutin mendapat interaksi dengan manusia, bermain dan tidak dikurung di dalam kandang 24 jam. Jika hewan menjadi antisosial, orang akan takut untuk mengadopsi mereka. Tapi lagi-lagi ini pendapat saya. 
  6. Selalu mengusahakan adopsi bagi hewan-hewan penghuni dengan kampanye adopsi dan lain sebagainya. Pantang beranggapan bahwa hewan-hewan tersebut lebih baik hidup di shelter itu selamanya.
  7. Foster parenting, kerahkan semua pendukung-pendukung anda untuk membantu shelter dengan menjadi orangtua asuh hewan. Dengan demikian hewan tersebut dapat merasakan hidup di tengah-tengah keluarga, dan lebih terawat. Anda dapat mendukung foster parents dengan kiriman makanan atau fasilitas kesehatan. 
Bagi saya tanggungjawab ini amat sangat berat, jadi untuk saat ini yang bisa saya lakukan adalah memberi semangat dan dukungan bagi shelter-shelter yang ada. Semangat ya >_< ! Seorang mamihnya kucing selebriti pernah berkata "Membuka shelter itu ibarat memasang plang BUANG HEWAN ANDA DI SINI" , sedih ya ? Namun kenyataannya seperti itu. 


Memungut, foster atau menolong hewan itu BOLEH, tapi jangan sampai kamu sendiri yang menjadi ABUSER. Yang ada malah ngerepotin kanan kiri dan hewannya juga jadi kasihan....yang sesuai kemampuan ajalah kalo tidak mampu jangan sok jadi pahlawan melihara hewan. Ingat melihara hewan itu seumur hidup hewan itu loh komitmennya. 
Ingat 3 point utama jadi foster/adopter : satu jangan ngerepotkan hewannya, dua jangan ngerepotkan masyarakat dan lingkungan sekitar dan yang terakhir tiga, jangan ngerepotkan hidup kamu sendiri. kalo itu bisa kalian penuhi,..silahkan :)

berbuat baiklah pada hewan, tumbuhan dan lingkungan agar hidup lebih hidup :) cheers

14 comments:

  1. cha, aku suka nyolong2 baca ttg catatan cucuth.
    Karena aku tuh ngga suka kucing, tapi anak2ku dan suami suka kucing so much. Ngga melihara kucing tp semua kucing yg b'keliaran di sekitar rmh diksh nama semua, ada mokim, kimo, kimi, kuma...Aku ngga ada temennya kalau mereka lg asyik main dg kucing atau sekedar ksh makan.
    Jadiii..makasih ya buat infonya setidaknya aku jadi tau gmn memperlakukan kucing tanpa hrs memeliharanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. :* makasi mba dah baik sama kucing2 jalan :)

      Delete
  2. Aku tuh paling benci ma binatang kucing, ga tau ya bawaannya pengen bawa sapu kalo ada #maap..
    makasih juga ya share nya xixi ;p

    ReplyDelete
  3. sy sebetulnya takut berdekatan dg kucing. Tp kalau sp harus disakiti atau dimatikan jangan, lah. Sedih saya. Kalo gak mau merawat, biarin aja mereka berada di jalan. Mereka saya rasa mampu menjaga diri sendiri, kok

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya yang disakiti itu yang kesian :(

      Delete
  4. Apapapun alasannya binatang tidak boleh disakiti, karena dia juga makhluk Tuhan,

    Salam wisata

    ReplyDelete
  5. wahh...nice post mbak (Y)
    follow blog saya juga ya :)
    akuiki

    ReplyDelete
  6. wah,telat bacanya.

    sedih bacanya kalau sampai kucingnya dihukum mati, emang apa salah si kucing? T,T

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba tanyain sama yang jahat bikin shelternya --"

      Delete
  7. nice post mbak...anakku jadi demen bacanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih ^^ ini aku tulis ulang note facebook teman :) karena bagus...itu ada sumbernya hehehe

      Delete

Monggo komen yoo... Mohon maaf link hidup saya hapus komentarnya.. ^^