Berkat Parodontax, Keluargaku Bebas dari Gusi Berdarah

Parodontax Bloggers Gathering

Tertawa sehat itu yang memperlihatkan gigi dan gusi yang sehat - Echa, ketawa mania 

Sering tidak kita tiba-tiba merasa pusing karena gigi ngilu? Atau anak kita tiba-tiba tidak mau makan dan rewel? Atau saat menyikat gigi ada darahnya? Nah, itu berarti ada masalah dengan kesehatan gigi, gusi dan mulut kita. Sebagai orang awam, kita harus bisa mendeteksi tanda-tanda penyakit itu. Karena kalau dibiarkan dapat menjadi penyakit yang serius dikemudian hari.

Masalah pada gigi, gusi dan mulut tadi termasuk pada kategori silent disease. Jadi, kebanyakan orang mengeluh sakit gigi dan jarang sakit gusi. Selain itu, rata-rata orang juga menyepelekan keluhan-keluhan itu. Tapi kalau sudah parah dan membahayakan baru diobati.  Padahal akan lebih mudah penyembuhannya kalau kita sigap mengamati berbagai tanda-tanda awal yang berbahaya bagi kesehatan kita. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? 

Sebenarnya bagaimana cara mendeteksi dini penyakit itu? Khususnya pada penyakit yang termasuk kategori silent disease?

Saya mendapatkan jawabannya di acara Blogger Meet Up bersama Parodontax. Tanggal 22 April 2014 lalu bertempat di Hongkong Cafe, saya dan teman-teman blogger diundang oleh Parodontax dalam sharing merawat gusi keluarga sejak dini.

Saya dan Raffi ^^


Acara yang bernuansa pink ini, ternyata mengundang para blogger wanita saja. Kenapa? Karena menurut mereka wanita itu lebih aktif untuk sharing dan ngeblog. Apalagi wanita (baca : ibu) lebih berpengaruh menjadi pelindung pertama terhadap kesehatan keluarga. 


Kiri ke kanan : Desy Bachir, Anna Surti, Amanda Hasfiardi dan
drg Sandra Olivia

Acara yang dipandu oleh bumil Desy Bachir ini berjalan santai dan interaktif. Jadi, kita boleh langsung bertanya. Malah mbak Desynya sampai bingung memilih para penanya. Tapi memang lebih enak mengikuti jalannya acara, karena seperti ngobrol-ngobrol curhat santai bersama teman-teman.

Anna Surti Ariani, Spsi, Msi
Psikolog anak dan keluarga



Diacara ini pembicaranya ada Mbak Anna Surti Ariani, Spsi, Msi,  seorang psikolog yang sharing tentang pentingnya seorang ibu untuk peka pada tanda-tanda kelainan yang terjadi pada anggota keluarga. Misalkan  tiba-tiba anak lemas, malas diajak ngomong atau bermain tidak semangat, kita harus bisa mendeteksi perbedaannya dengan kondisi saat dia sehat. Apalagi naluri seorang ibu yang otomatis akan paham apabila ada yang berbeda dengan buah hatinya.

Ada 2 faktor yang bisa kita amati pada anggota keluarga kita, yaitu faktor fisiologis dan psikologis. Keduanya berjalan bersamaan. Bila ada kelainan pada faktor fisiologis maka akan berpengaruh pada faktor psikologis. Begitupun sebaliknya apabila ada kelainan psikilogis maka akan berpengaruh pada tubuh. Misalnya pada saat kita stress pasti perut sakit, kepala pusing, mual dll. 

Ternyata, sebagai seorang ibu kita harus mengenal karakter setiap anggota keluarga. Termasuk apabila ada hal yang berbeda dari kesehariannya. Karena sifat setiap anggota keluarga tidak sama, ada yang bisa  terbuka bercerita apa saja dan ada juga yang tertutup atau pemalu. Sebagai orang tua, kita harus bisa mencari cara pendekatan yang cocok untuk setiap karakter dirumah. Wajib mengajak suami berdiskusi dalam mengenal karakter anak itu, karena suami istri haruslah berkerjasama. Kadang kala pendekatan dengan menggunakan refeshing bisa berjalan lancar, karena disaat melakukan hal-hal menyenangkan itulah orang biasanya akan terbuka. 

Ajari anak agar lebih terbuka bercerita pada kita tentang permasalahannya. Termasuk pada tubuhnya, misalnya saat gigi sakit usahakan anak untuk mengatakannya pada kita agar kita tahu harus bagaimana. Tapi, kalau cara itu tidak berhasil, kita harus berusaha lebih dulu mengetahui apabila ada yang berbeda dengan kesehariannya.



Drg Sandra Olivia MARS, Sp Perio
Dokter gigi periodonsia

Pembicara kedua dalam blogger gathhering ini adalah drg Sandra Olivia MARS, Sp perio, spesialis gusi di Indonesia. Profesi spesialis gusi seperti drg Sandra ini sangat jarang di Indonesia. Sebagai permulaan drg Sandra menjelaskan tentang "Apa sih gusi itu?"

Periodontium adalah jaringan khusus yang mengelilingi dan menyangga gigi. Sebagai fungsi estetika dan proteksi, periodontium ini terdiri dari beberapa komponen, yaitu gingiva atau gusi (jaringan mucosa yang menutupi tulang rahang), cementum (lapisan sel terluar dari akar gigi), ligamen periodontal dan tulang alveolar (sumber : wikipedia).



Penampakan gigi dan gusi


Mudah sebenarnya melihat karakteristik gusi sehat. Kita bisa amati sendiri sebenarnya. 
Ciri-ciri gusi sehat yaitu  :
1. Warna coral pink
2. Konturnya permukaannya halus dan bergelombang ditiap gigi, menempati daerah intendental dengan tepat dan melekat erat pada tiap gigi. 
3 .Teksturnya padat dan tahan pada gerakan (tidak goyang)
4. Gusi sehat tidak bereaksi pada gangguan normal, jadi aman saat sikat gigi (probing)

Jadi, bila salah satu dari 4 ciri itu tidak kita temukan pada gusi, berarti gusi kita sedang dalam keadaan tidak sehat. Tingkatan gangguan umum pada gusi yaitu gingivitis, periodontitis atau advanced periodontitis. 

Mendeteksi gusi kita itu sehat atau tidak, bisa diamati saat menyikat gigi atau meludah. Bila ada darahnya  berarti gusi kita bermasalah. 
Ini adalah beberapa penyebab gusi berdarah : 
1. Plak
Plak yang ada karena jarang sikat gigi atau karena hal lainnya, akan membuat penumpukan di garis gusi (gingivitis). 
2. Merokok
Tembakau menghambat nutrisi yang dibawa aliran darah ke gusi. Sehingga, pertahanan daerah gusi rentan terhadap infeksi. Pekokok akan mudah mengalami gusi yang tidak sehat. Jadi, masih pikir-pikir untuk "katakan tidak pada rokok??".
3. Pola makan dan gaya hidup
4. Wanita
Perubahan hormonal pada wanita rentan gusi berdarah. Penelitian menyebutkan 47% wanita hamil yang mengalami gusi berdarah ini bisa mengakibatkan prematur, pre eklampsia dan berat bayi lahir rendah.
5. Diabetes. 
Kelainan metabolik tingginya kadar gula pada penderita diabetes membuat rentan terkena gusi berdarah. Infeksi akan mudah terjadi. 

Menurut drg Sandra, biasanya 98% orang ke dokter gigi bila giginya sakit, berlubang atau pengguna kawat gigi (seperti saya). Tapi,  jarang orang yang ke dokter gigi karena gusinya sakit, entah itu bengkak atau berdarah. Karena gusi berdarah masih merupakan hal sepele menurut masyarakat.

"Padahal mulut kita merupakan jendela dari keseluruhan tubuh, harusnya organ ini harus sangat diperhatikan", kata drg Sandra.

Karena disepelekan itulah, gusi bermasalah dan tidak sehat itu termasuk dalam silent disease atau penyakit yang tidak terdeteksi yang setelah parah akan terlihat.
Jadi, menurut dokter Sandra kita harus selalu menjaga kesehatan gigi, gusi dan mulut.



Amanda Asfiardi
Assistant Brand Manager Parodontax

Pembicara terakhir yaitu Amanda Asfiardi, Asistant Brand Manager Parodontax. Ternyata, parodontax itu hadir agar masyarakat tidak lagi menyepelekan kesehatan gusi. Misi parodontax adalah untuk mengedukasi masyarakat dalam sosialisasi kesehatan gigi dan gusi. Tujuannya agar masyarakat jadi sadar dan lebih peduli akan kesehatan diri sendiri, keluarga dan orang-orang disekitarnya.

Parodontax bekerjasama dengan para dokter, bidan dan media, termasuk para blogger wanita. Pemilihan blogger wanita ini karena bisa kita lihat kalau sosok ibu/wanita adalah yang paling cerewet (eh) dan paling aware terhadap keluarganya.

Apalagi sekarang jamannya internet, yang semua orang mencari informasi diinternet. Jadi, diharapkan sharing blog dari emak-emak blogger tentang pentingnya kesehatan gigi dan gusi ini bisa lebih sampai kemasyarakat.

Parodontax, pasta gigi keluarga kami

Kata Amanda, Parodontax adalah pasta gigi yang aman digunakan sehari hari. Karena  memiliki 70% bahan khusus garam dan ekstrak herbal  juga sodium bicarbonatenya efektif mengangkat plak. Rasanya memang unik yaitu sedikit asin tapi tetap membuat segar dimulut. Kandungan deterjennya juga paling sedikit dibanding pasta gigi lainnya, karena itulah busanya tidak terlalu banyak. 

Amanda juga berharap dengan makin banyaknya informasi tentang parodontax ini bisa menghilangkan permasalahan gusi berdarah yang ada. Dan masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan gusi mereka. Karena kalau bukan kita yang peduli kesehatan diri sendiri siapa lagi? 

Di acara blogger meet up ini, banyak sekali pengetahuan yang saya dapatkan. Semoga saya dan teman-teman blogger lain lebih sigap mendeteksi kelainan pada anggota keluarga, terutama pada gigi dan gusi. 

Gusi berdarah? Dijamin tidak akan pernah lagi deh kalau pakai parodontax.


Milestone Raffi diumur 10 bulan ini sudah punya 8 gigi ^^
Dia ikut di acara blogger meet up juga.

Saya dan Kumpulan Emak Blogger di Blogger Meet Up



Gusi Sehat Keluarga Kami dan Parodontax

Saya berkenalan dengan parodontax saat mengikuti 14 hari tantangan bersama parodontax. Tim parodontax sampai datang kerumah loh untuk buat video progress perkembangan dari hari kehari memakai pasta gigi parodontax.

Benar kata drg Sandra, saat saya mengalami masalah dengan gigi dan gusi yaitu pada waktu hamil. Tiba-tiba saja saat saya menyikat gigi ada darahnya. Untuk ibu hamil yang mengalami perubahan hormonal, hal ini merupakan masalah besar. Karena kalau kita menggunakan obat macam-macam bisa berbahaya.

Untunglah akhirnya saya mengikuti tantangan parodontax. Setelah menggunakan pasta gigi ini, keluhan gusi berdarah saya berangsur-angsur menghilang. Saya pun menjalani kehamilan dengan tenang tanpa ada lagi masalah dengan gusi dan gigi yang membahayakan. 


Saya saat hamil di #14dayschallengeparodontax

Ini salah satu syuting video di youtube^^

Ternyata, keikutsertaan saya di lomba ini jugs memberi efek positif pada si mas papih. Kebetulan suami saya seorang perokok juga memiliki masalah yang sama, kadang kalau menyikat gigi sering ada darahnya saat berkumur. Si mas papih pun ikut menggunakan pasta gigi parodontax. Hasilnya? Masalah gusi berdarah mas  papih sekarang nyaris tidak ada lagi. Apalagi bau mulutnya lebih wangi, tahu sendiri kan aroma mulut seorang perokok yang kurang sedap? Nah, solusinya cuma pakai parodontax ini loh. Alhamdulillah resolusi #gusisehat2013 saya dan keluarga pun tercapai ^^.

Semenjak itulah, kami berdua terus menggunakan pasta gigi parodontax. Setiap belanja bulanan, kami selalu membeli parodontax. Pernah suatu hari kami membeli pasta gigi lain, ternyata gigi dan gusi langsung ngilu. Akhirnya buru-buru kami membeli parodontax dan taraaaa kesehatan gigi gusi keluarga kami terlindungi kembali. Memang harganya sedikit mahal, tapi itu worthed dengan kesehatan kami. Harga tidak pernah bohong, kan?




Belanja bulanan kami, tidak pernah lupa memasukkan dilist untuk membeli parodontax 


Anak saya, Raffi, juga saya perhatikan kesehatan giginya. Saat ini, diumur 10 bulan sudah tumbuh 8 gigi. Kalau kata mbak Anna Surti  di acara blogger gathering itu, saya sebagai orang pertama yang dekat dengan anak harus bisa mendeteksi dini keluhan yang terjadi pada anak. Apalagi untuk anak yang belum bisa ngomong, karena bisanya cuma nangis saja kan.

Saya masih ingat saat 5 bulan, Raffi tiba-tiba nangis terus. Disusuin juga ditolak, adanya cuma nangis seharian. Malamnya kepalanya tiba-tiba panas, dan ternyata dia sedang proses tumbuh gigi pertama :). Jadi sekarang kalau Raffi demam, saya selalu cek gigi dan gusinya sebelum mengamati anggota badan lainnya.

Gigi pertama Raffi

Karena Raffi sudah tumbuh gigi, saya juga membiasakan dia untuk sikat gigi tanpa pasta gigi. Agar dia selalu terbiasa untuk merawat kesehatan gigi dan gusinya.

Raffi memang belum memakai parodontax karena masih bayi, tapi kami selaku orang tua harus paham dan memberikan perlindungan untuk kesehatan gigi dan gusinya. Karena bila semenjak kecil sudah terawat dengan baik, kami yakin saat dia dewasa nanti bagus tumbuh giginya.

Dan ini pasti karena dari semenjak hamil saya menggunakan parodontax, anak saya tumbuh sehat dan kami sekeluarga lebih terlindungi kesehatan mulut, gigi dan gusinya. Bisa dibayangkan kalau waktu hamil saya tidak pakai parodontax, keluhan gusi berdarah bisa-bisa menyebabkan efek yang tidak baik untuk janin saya.

Terima kasih parodontax!


Cara Menjaga Kesehatan Gigi Keluarga

Saat Blogger Meet Up bersama Parodontax, drg Sandra juga memberikan kiatnya agar saya sebagai ibu lebih aware dalam menjaga kesehatan gusi keluarga tercinta. 

1. Jaga kesehatan gigi, gusi dan mulut anda sekeluarga

Sikatlah gigi dengan bulu sikat yang lembut dan gunakan pasta gigi yang tepat sekurang-kurangnya 2 kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur malam hari.

Jangan lupa gunakan pasta gigi Parodontax sebagai perlindungan dan perawatan sehari-hari untuk gigi dan gusi keluarga. Formulasi 70% bahan khususnya yang terdiri dari garam mineral dan ekstrak herbalnya sudah teruji klinis untuk menghilangkan plak dan permasalahan gusi lainnya. 

Peralatan 'perang' menjaga kesehatan gigi, gusi dan mulut.
Pasta giginya? Parodontax pastinya


2. Gaya hidup sehat

Hindari merokok, makan makanan bergizi dan perbanyak konsumsi air minum. Tiga hal ini wajib dilakukan, karena merupakankomponen dasar dari hidup sehat. 

Saya selalu memperhatikan menu makanan kami setiap harinya. Bahkan untuk MPASI Raffi, saya tidak menggunakan gula garam. Dan itu otomatis membuat, masakan dirumah juga berkurangan porsi penggunaan gula garamnya. Lebih sehat kan?

Tidur cukup dan teratur juga kami terapkan. Walau kadang ada saat tertentu jam tidur saya sedikit melenceng tapi kami berusaha untuk kembali kewaktu istirahat itu lagi.



3. Rutin ke dokter gigi 6 bulan sekali

Kami sekeluarga termasuk rajin ke dokter gigi. Selain karena dicover asuransi, saya sebagai pengguna kawat gigi setiap bulan harus selalu cek kedokter. Dan si mas papih juga rutin untuk membersihkan plak dan karang gigi setengah tahun sekali. Begitupun Raffi, saat pertama kali tumbuh gigi, saya langsung bawa ke dokter gigi  anak.

Jangan tunggu sampai gigi sakit atau gusi bengkak baru mengunjungi dokter gigi. Pemeriksaan rutin dapat mendeteksi dini adanya permasalahan pada gigi dan gusi. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Makanya, mulai sekarang rutin ya ke dokter gigi^^.


Keluargaku aman dari gusi berdarah

Jadi, saya dan keluarga sudah bebas dari gusi berdarah. Sekarang giliran keluarga kalian juga. Yuk!


Foto : tim Parodontax dan pribadi

14 comments:

  1. lengkappp makk ^^. Si rafi lucuu gigi susunya, pasti abis tumbuh gigi doyannya gigit-gigit pentil ya qiqiqi

    ReplyDelete
  2. Siip siip...super lengkap nih infonya. Salam cubit buat Rafi yaa...:*

    ReplyDelete
  3. Thanks infonya ya mak. Nambah ilmu lagi nih tentang gigi, perawatannya dan penanganan pertama saat anak kita tumbuh gigi :)

    ReplyDelete
  4. Uwaaaa komplit bgt..mksh ya mak infonya..bisa dicoba nih ;)

    ReplyDelete
  5. Wow, komplet. Infonya keren. :) *tjubit gemes Raffi*

    ReplyDelete
  6. Wow, komplet. Infonya keren. :) *tjubit gemes Raffi*

    ReplyDelete
  7. kalau saya selalu gak berani gigit es, Mak. Pasti ngilu. Pake parodontax bisa bikin ilang ngilunya kali, ya.

    Btw, ikutan GA Lumia saya, yuk! :)
    http://www.kekenaima.com/2014/06/4th-giveaway-honestly-tunjukkan-lumia-mu.html

    ReplyDelete
  8. infonya meni kumplittt, nuhunnya

    ReplyDelete
  9. Baca tentang gigi jadi ngilu giginya iiih. :D

    ReplyDelete
  10. aku juga mau kenalan ah sama parodontax

    ReplyDelete
  11. Wah, pengalaman ikut 14 days challenge parodontax sebelumnya, tambah semakin mendalam tau ttg pasta gigi ini ya Mak... Salam buat si Rafi yg menggemaskan, hehehe

    ReplyDelete
  12. mantaap infonya, aku juga udah ngerasain pertama kali asin, lama kelamaan biasa aja rasanya. Itu shootingnya keren mak, xixi

    ReplyDelete
  13. hehehe sekalinya ketemu dokter gigi cuma pas waktu SD aja ada parade sikat gigi yang benar. boleh nih dicoba parodontax

    ReplyDelete
  14. yaeyyy, Rafi wes melu sikatan gigi #eh hihihi...Gutlak ya :D

    ReplyDelete

Monggo komen yoo... Mohon maaf link hidup saya hapus komentarnya.. ^^