Pesona Ibu Rumah Tangga

memesona itu bangga menjadi ibu rumah tangga

Saat saya kecil, saya selalu ditanya apa cita-citanya nanti kalau sudah besar. Rata-rata teman-teman saya menjawab mau jadi polwan, dokter, hakim, pramugari dll. Pokoknya pekerjaan yang keren banget menurut mata anak-anak seusia saya dulu. Tapi dari dulu saya selalu memberi jawaban sederhana tentang cita-cita. Echa ingin jadi ibu rumah tangga. Simpel.

Akhirnya cita-cita  itu terwujud saat saya menikah sama Papih sebulan setelah bertemu. Iya sebulan iya, kebetulan menganut aliran pengen-nikah-aja-males-pacaran. Dan sayapun resmi jadi ibu rumah tangga. Bangga? Banget! Dibanding pakai blazer, rok span, stocking dan sepatu high heels yang jadi penampilan sehari-hari selama 8 tahun setelah selesai kuliah. Well, sekarang cukup pakai daster saja LOL.

Loh Cha gak salah? Kok bisa sih punya pikiran pengen jadi ibu rumah tangga saja? Dulu pikiran polos saya menyatakan kalau menjadi ibu rumah tangga itu menyenangkan. Lah kerjaannya kan cuma ngurus suami dan anak, tinggal masak nyuci ngepel nyetrika yang buat saya gampil. Secara, selama kuliah kerja kan jadi anak kos, kalau urusan gitu mah cetek dehh. Bisa pasti bisa. 

Terus dalam pikiran saya itu kalau jadi ibu rumah tangga bisa nongkrong cantik ngupi-ngupi, jalan-jalan ke mall, belanja ini itu, pergi kesalon dan spa, anak-anak lucu yang nurut banget, bisa pergi ke acara ABC dll. Pokoknya bayangan saya itu yang indah-indah seperti sinetron atau telenovela biasa menggambarkan serunya jadi ibu rumah tangga. Makanya fix saya berani resign dengan alasan mengabdi pada suami (dan bayangan serunya ibu erte dikepala LOL).

ENGGGG INGGG ENNGGGG....

Dan jreng jreng, ternyata kenyataan tidak seperti dalam bayangan saya. Setelah resign, perjuangan menjadi ibu rumah tangga baru dimulai. Bukan-bukan masalah bersih-bersih rumah, si papih kebetulan tipe suami yang ngerjain pekerjaan rumah kok. Tapi ternyata banyak hal yang harus dipikiri dibandingkan harus ngeMOLL nongkrong cantik sama teman-teman, belanja makeup jutaan atau pergi kesalon untuk manicure pedicure. Iya, kami membangun keluarga berdua bersama-sama dari bawah. Dan hidup itu memang tidak seindah telenovela atau sinetron, jadi jangan keseringan nonton sinetron.

Nyatanya kayak gini nih dirumah, REMPONG 

Ternyata saat kami menjadi orang tua, anak menjadi acuan dan prioritas nomer satu dibanding lainnya. Dikit-dikit beli baju anak yang cepat banget ternyata ganti ukuran, belum sekolahnya, belum tetap memperhatikan milestone anak dll. Belum itung-itung duit beli beras, telur, cabe dll buat makan sehari-hari. Terus pas lagi bokek, si Raffi tiba-tiba minta makan di luar sampai nangis-nangis drama. Huhuhu rasanya sedih tidak bisa beliin. Pyuh.....

Lelah? Lelah hayati cyin! Siapa bilang jadi ibu rumah tangga itu "CUMA GINI AJA". Tidak ada beda sibuknya saat dirumah saja atau saat dikantor ternyata, sama semua. So, stop war tentang WM dan SAHM ya? Semua podo rempong loh. Daripada debat kan mendingan mikir besok makan apa? Iya nggak iya nggak?

BAHAGIA!!

Tapi, saya bahagia menjalaninya. Bekerjasama dengan suami bareng-bareng membangun keluarga dari nol, makan nggak makan asal ngumpul, merawat saat saya sakit dan selalu bersyukur dengan apapun keadaannya. Punya suami yang MAU ikut mengurus anak itu juga menjadi berkah buat saya. Tahu sendiri kan, saya tidak bisa gendong anak karena syaraf belakang jadi si papih yang selama ini gendong. Nikmat mana yang kamu dustakan.

Tadinya bosan dirumah saja, tapi ternyata saya bisa menjalaninya. Punya anak yang kemudian disusul anak berikutnya sampai sekarang membuat saya masih teguh pendirian untuk tetap menjadi ibu rumah tangga. Terbukti toh, suatu pernikahan itu memang butuh uang tapi pondasi cinta tetap mendasari suatu keluarga. Jadi dek Senna jangan sedih, pasti ada perempuan baik yang mencintaimu apa adanya dan berjuang bersama dari bawah #timsenna *eaaa.
 

Dan yang paling bahagia, saya akhirnya bisa merasakan mengurus anak dikeluarga ini. Senangnya ampun-ampun. Saya bahagia bisa melihat pertama kali semua momen awal anak-anak, menjadi tempat pertama yang didatangi saat anak-anak butuh pelukan dan selalu melakukan hal pertama pada anak-anak. Sangat bahagia menjadi yang pertama untuk anak-anak :"). 

Saat anak teriak-teriak, nangis atau pas gak mau makan, saya ubah mindset sebel pengen marah ke seru perlu disayang. Jadi yang tadinya sebel pengen nyubit gak jadi, beralih ke senyum pengen peluk. Sumpah nikmat banget ya :D *sambil ketawa setan. 

Seru loh, lagi hujan-hujan yang pengennya bobok-bobok cantik manjah.....Percayalah itu cuma angan-angan belaka. Yang ada, Raffi loncat-loncat kasur dan Raffa malah ngajak gulang-guling main kesana-kesini. Sampai lupa kadang mau bobok. Jangan harap itu terjadi ya kisanak!!!

Hal yang paling saya senangi itu saat mandangin suami dan anak-anak saat lagi tidur. Senang gitu rasanya melihat mereka. Mereka orang-orang yang menguatkan saya selama ini, mereka orang-orang yang bisa mencintai saya apa adanya, dan mereka orang-orang yang selalu memanggil saya mamih, ibu mereka. Saya sangat mencintai keluarga saya, makanya dalam hal apapun saya selalu bilang kalau Keluarga Nomer 1.



Jadi #MemesonaiItu buat saya adalah bahagia menjalani pilihan menjadi ibu rumah tangga. Saya bisa menjadi diri sendiri yang dicintai suami dan anak tanpa harus dandan, pakai high heels dan rambut dicatok kriwil setiap hari seperti saya yang dulu. Saya tetap disayangi walau sekarang cuma pakai seragam daster rada sobek dikit dirumah. Saya bisa menjadi diri sendiri tanpa takut kehilangan kasih keluarga. 

Saya bahagia, sangat bahagia. Apalagi bisa mengabdikan diri dengan membesarkan sendiri Raffi, Raffa dan Cucuth dalam keluarga penuh cinta kami. Saya bahagia bisa melihat semua momen pertama anak-anak. Saya bahagia (semoga sampai nanti) mengantar dan mendampingi anak-anak menggapai cita-cita di jalanNya.

Saya tidak menyesal bercita-cita menjadi ibu rumah tangga. Saya tidak menyesal dengan memilih menjadi ibu rumah tangga. Saya menyukainya dan bersyukur bisa merasakannya. Dan kalau kata suami sih, itu pesona saya sebagai ibu rumah tangga. Karena kalau kitanya mantep dengan hal yang kita yakini, sekeliling juga jadi ikutan positif auranya kan?. Saya bahagia dan orang-orang sekeliling saya bakal ikut bahagia.


Nah itu cerita #MemesonaItu versi saya, kalau versi teman-teman bagaimana? Pasti punya dong kriteria #MemesonaItu bagaimana? Jangan cuma dipendem saja ya! Ada lombanya loh cuma cerita #MemesonaItu bagaimana.

Mau ikutan? Gampang kok, cukup ceritain #MemesonaItu versimu boleh diblog atau boleh langsung dimicrosite. Jangan lupa, lomba ini berlangsung mulai tanggal 10 Maret 2017 sampai 10 April 2017. Dan kita diperbolehkan kirim cerita sebanyak-banyaknya #MemesonaItu apaan ^^. Eh iya, lomba ini khusus wanita saja ya ^^.

Ditunggu ya cerita #MemesonaItu versi kalian ^^. Good luck! 


Info lebih lanjut langsung saja ke

 memesona itu bangga menjadi ibu rumah tangga
Ini #MemesonaItu versi saya, mana versi kamu?

50 comments:

  1. pesona ibu rumah tangga itu tak tergantikan mbak, inner beautynya itu lho, mengademkan jiwa-jiwa yang kelelahan hehe. Cara memesona yang sederhana namun bahagia lahir batin

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ev..tiap org punya cara untuk bahagia :*

      Delete
  2. terpesona sama fotonya mba bisaan hahaaha 😁 pengen ikutan ih gusluck y mba

    ReplyDelete
  3. ahh jd tersanjung, sebagai IRT tulen saya merasakan semua ituhhh :-)

    ReplyDelete
  4. Rafa mirip banget sama Rafi. gak ada capenya deh pesona ibu rumah tangga

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa mba..nanti kalau anak gede baru kali ya kerja lagi akunya

      Delete
  5. Sederhana. Satu kata buat pemahaman mba Cha sama arti kata memesona. Tapi...dirimu ga cuma sederhana tapi keren!

    Apalagi di foto bagian akhir, memesona si Papih banget ya Mba. #eh

    ReplyDelete
  6. Pesona ibu rumah tangga emang ruarrr biasah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bingitttt :* kamu juga mempesonaaaa kok

      Delete
  7. Kece badai di informasinya, bisa dicoba lombanya. Emangnya pesona ibu rumah tangga itu tak tergantikan kepuasan batinnya.

    ReplyDelete
  8. Tulisan mba echa selalu memesona aku uhuuy,

    ReplyDelete
  9. kalau semuanya dikerjakan dgn ikhlas, pasti keluarnya bakalan bahagia ya Cha... :)

    ReplyDelete
  10. itu situasinya mirip bgt dengan pas saya baru melahirkan anak kedua..lagi nyusui anak pertama pengen pup..duuuh pusing2 memesona :D

    ReplyDelete
  11. Pokoknya apa pun yang dijalani dengan cinta, keliatan memesona 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. kuliah juga :* yang rajin yaaaaaaa :*

      Delete
  12. Jadi IRT emang harus bangga ya Mba', biar bisa bahagia trus sekeluarga pun bahagia deh, haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. terus tetangga, kerabat, depan rumah dll ikutan bahagia
      ini ngomongin apa yak
      wkkw

      Delete
  13. Mbak, aku ketemu suami juga cuma sekali, habis itu langsung di lamar. Wkwkwk. Mulai rumah tangga dari nol juga, sama-sama pontang-panting. Sekarang jadi IRT juga karena nurutin keinginan suami, hehe. :) Dia gak mau saya capek-capek kerja di luar ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku dibebasin seh mau kerja atau nggak. blogger aja wes kan kerjo pisan xD

      Delete
  14. Wkkk..kok senna dibawa-bawa..
    Sering bapernya itu klo ada yang nanya..."kmu cuma di rumah, nggak kerja..."
    *padahal pekerjaan rumah nggak ada habisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. *pukpuk i feel you
      stok sabar kudu ditambah seperti senna *eh

      Delete
  15. Aku terpesona sama cerita mak echa, memang rasa bersyukur dan menerima itu kuncinya ya

    ReplyDelete
  16. wah...mesti ngikik kalo baca tulisan mbak echa.

    sampe lupa bagian mana tadi yg bikin aku terpesona. eaaa...

    ReplyDelete
  17. Ibu rumah tangga biar kata sering disindir2 sebagai penyebab kemacetan di jalan...tetap memesona lah. gitu2 juga yg urus keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. kenapa ibu2 bikin macet karena belum masak buat yang diruma :v

      Delete
  18. Toss dulu mba, sesama ibu rumah tangga 😉

    ReplyDelete
  19. Aku juga bahagia jadi IRT. Btw fotonya keren Cha.

    ReplyDelete
  20. Saya salut dengan wanita-wanita yang mengabdikan dirinya sebagai ibu rumah tangga seutuhnya...

    ReplyDelete
  21. saya juga salut buat ibu yang sellau memperhatikan anaknya mau ibu rt atau ibu kerja xixixi

    ReplyDelete
  22. Senna dibawa2 euy. Aku nggak pernah bercita2 jd IRT, tp ketika punya anak... Amazing.. Gak kuku kalau harus pisah berjam2 dari mereka. Akhirnya rela melepas impian lama dan menciptakan impian baru bersama mereka :)

    ReplyDelete
  23. Kalau aku dari dulu memang kepengen jadi IRT mbak, lebih betah di dalam rumah dengan segala keruwetannya. :D

    ReplyDelete
  24. Aku pernah ngalamin serempong ini. Ha..ha.. Dan tampangku waktu itu kumel bin kucel. Tapi tetep aja ngerasa memesona. Yihaaaa....

    ReplyDelete
  25. Asiiikknya bahagia bersama keluarga itu memang sesuatu yang memesona, mba :)

    ReplyDelete
  26. Jadi ibu rumah tangga juga bisa memesona kok, aku juga bangga jadi ibu rumah tangga. :D

    ReplyDelete
  27. huwowww setuju banget sama mamih raffi raffa.
    ikutan hepi hepi hepi sebagai irt yg demen riweuh di rumah :D

    ReplyDelete
  28. Setuju. Menjadi diri sendiri salah catu kiat jadi pribadi memesona.
    Tak perlu letih menjadi orang lain.

    ReplyDelete
  29. Jadi ibu rumah tangga pesonanya luar biasa mak, dirimu ibu idaman neh

    ReplyDelete
  30. Sederhana mbak. Satu kata buat pemahaman mba Cha sama arti kata memesona. dirimu ga cuma sederhana tapi juga keren!

    ReplyDelete
  31. Mendampingin anak-anak dan suami memang tiada duanya

    ReplyDelete

Monggo komen yoo... Mohon maaf link hidup saya hapus komentarnya.. ^^