Fight, Love, Hope


Menjadi survivor membuat kita lebih menghargai waktu dan keluarga – echaimutenan



15 kisah perjuangan penderita kanker

Bulan juli 2012, adalah event pertama yang aku datangi  setelah hampir setahunan vakum dari kegiatan apapun. Dan itu kopdar pertama saya bersama KEB di Monas...

Saat acara itu, aku dapat 2 buku. satu buku karangan mb Kajol dan satunya buku dari mb Nunik (buku fight, love, hope). Dua-duanya saya dikasih loohh...hehehe walaupun aku punya teman banyak yang nulis buku, aku jarang beli bukunya hehehe... biasanya dikasih sih :p.

Cuma dua temanku yang aku suka beli, yaitu mba dedew (dewi rieka) dan mb nunik. Kalaupun nggak punya paling nggak selalu baca bukunya :D. Masih ingat beberapa taun lalu, pas mb nunik dan mb dedew  ngasi buku keajaiban bunga pas kopdaran, itu buku pertama mereka.. dan sekarang..mereka sudah menjadi penulis terkenal...

Sedang aku tetap pecinta kucingku cucuth :p

Sebulan lalu, aku nemu buku mb Nunik yang judulnya Fight, Love, Hope dirak buku.. dan baru aku baca.. lama bener kan nggak aku baca2 semenjak 2012...hehe
Di buku ini penulisnya banyak, beberapa yang aku familiar namanya adalah Nunik Utami (jelas, dia wong yang ngasih bukunya hehehe), Iwok Abqary, Erlina Ayu, Fitria Chakrawati, Tria Ayu k dan Haya Aliya Zaki.

Memasuki cerita pertama pertama dari Reiny Dwinanda...sukses buat aku nangis. Lanjut ke cerita ke-2 tambah jadi meweknya... huhuhu

Aku berhenti dulu bacanya...tarik napas dulu.. lalu bbm mba nunik cerita kalau aku nangis baca bukunya :”).. sumpah aku nangis baca semua ceritanya sampai selesai hikz... kata mb nunik emang ceritanya sedih dan inspiratif...

Yah, baca cerita di buku ini buat aku seperti flash back penyakitku dulu... padahal jujur, aku nggak pengen inget-inget lagi sakitku dulu...berapa banyak air mata yang sudah keluar dulu... seperti aku bilang aku pengen balikin senyuman orang tuaku lagi... mereka berdualah yang tanpa lelah merawatku waktu itu...

Buku ini seperti menceritakan aku, dan aku sebagai pemain utamanya... padahal kanker yang diceritain dibuku ini beda-beda, stadiumnya juga beda. Tapi bagaimanapun, saat mereka bilang sakit, aku tau nyerinya bagaimana....sakitnya...
dulu aku bersahabat dengan ketopren..demi menghilangkan sakit dan nyerinya. Pasti sakit dan nggak kuat nahan sakitnya... :( i feel you... :(

Kita sendiri tahu, untuk mendeteksi kanker sejak dini memang sulit, karena kadang hampir sama dengan sakit ringan lainnya. Biasanya itu yang membuat kita kurang aware. Sedangkan biopsi dan serangkaian tes kesehatanlah adalah langkah tepat untuk menentukan kanker dan stadiumnya, dimana kita sendiri kalau cuma sakit-sakit biasa tidak akan mau sampai cek laboratorium. ya nggak.

Kanker itu memang mematikan, tapi banyak juga yang selamat dan survive dari kanker, termasuk saya tepatnya.
Buku ini kisah nyata perjuangan para pengidap kanker hingga sembuh dan hidup bahagia. Membuat kita aware masalah kesehatan diri sendiri dan orang-orang disekitar...karena rata-rata kita baru peduli kalau sudah terlihat sakitnya, sedangkan membalikkan waktu untuk mencegah sudah tidak bisa... :(
yah... berlomba dengan waktu dan tidak boleh mengeluh karena harus tetap semangat :)


Echa dan kanker


Yak, paling nggak kita berdua pernah bersama..dan diharapkan tidak kembali lagi :p





Kalau kalian pembaca setia blogku (#pffttt), rentang tahun 2012 kebelakang adalah masa dimana aku bener-bener berjuang dengan hidup dan cinta aku.. #eaaa... 

Dulu pas masi getah bening, saya cuek-cuekin berobat. Malah saat itu adalah masa-masa keemasan saya untuk mencari karir dan uang. Dimana prestasi kantor saya sangat bagus sampai saya bisa ke Eropa. Tapi, otak dan badan memang tidak sinkron..setelah setiap tiga bulan sekali masuk rumah sakit.. akhirnya frekuensi sakit makin bertambah, sebulan sekali aku masuk rs... dan bodohnya aku nggak mau berobat dengan benar, dengan alasan sibuk dan pengen cepat ngantor. 

Karena aku tau konsekuensinya, kalau sudah masuk rs aku harus berhenti dari semua kegiatan..dan jujur saat itu aku belum siap kehilangan kehidupan duniawiku itu...Selain itu, aku ngikut saja pakai obat-obatan herbal atau alternatif... mana ngantrinya laaaamaaa dari subuh cuma karena iming-iming disana banyak yang  sudah sembuh...

Tired...

Setelah berkutat lama keluar masuk rumah sakit...pakai alternatif sana-sini..akhirnya tahun 2011, aku menyerah dan memutuskan untuk mengikuti medis.. well, ga tau gimana..orang indonesia itu mungkin saking pinternya lebih percaya ke paranormal, alternatif dll padahal kanker itu perlu tindakan medis... yah yah termasuk aku yang begitu soalnya... :p .Dibuku Fight, love, hope juga sama banyak penderita kanker yang memilih jalur alternatif untuk sembuh. Sebenarnya gpp sih, cuma alangkah lebih baiknya kalau kita benar-benar ditangani secara medis. 


Berbekal hasil biopsi dan rekam medis di berbagai rumah sakit, aku datang bertemu dokter onkologi dan melakukan tes macam-macam. Akhirnya aku dipegang dokter kemoterapi dan dokter saraf, dan langsung dibuatkan nyusun jadwal dan segala macam kegiatan yang aku harus lakukan saat itu...

Menurutku, kemo itu g menyeramkan seperti yang aku bayangin. Kayak diinfus saja...udah..simpel kan? Kalau kuat kita boleh pulang... Pas kemo pertama, aku lama dirawat, mungkin karena penyesuaian tubuh kali ya..sampai hampir 2 minggu...setelah itu walau masih bolak balik rawat inap rs.. aku masih kuat ternyata...
Lah buktinya aku masi hidup... :D 






Off dari semua kegiatan aku jabanin... sampai saat teman-teman menjenguk, sudah mastiin kalau aku pasti bakal mati hehehe.. secara tau sendiri keadaanku saat itu.. btw, makasi buat teman-teman dulu sempat bolak-balik jenguk aku... terima kasih.. memang benar disaat jatuh itu kita tau siapa yang menyayangi kita atau paling ga perhatian ama kita (kepo juga termasuk perhatian loh ya :P).

Untunglah dulu aku pas bekerja menyimpan uang dengan baik, beli rumah, mobil, motor, deposito, asuransi dll... jadi saat sakit kemaren, karena asuransi sudah habis coverannya, aku bisa tetap hidup dengan jual barang-barangku tanpa ngerepotkan orang tua. Alhamdulillah... walau saya sudah nggak punya materi apa-apa, yang pasti aku bersyukur masih bisa bernafassampai saat ini. Saranku, buat yang belum punya asuransi kesehatan coba beli aja buat cover diri sendiri dan keluarga... ga akan nyesel dah...aku salah satu yang merasakan manfaat berasuransi soalnya saat sakit begini.


*tepok2 muka sendiri...siapa yang nyangka cobaaaaaaaaaa.. aku juga mikirnya juga udah mati sekarang...hihi

Sekarang aku lebih tenang..karena tahukah kamu berdamai sama diri sendiri itu susah banget.  Walau sampai saat ini, memang susah.. tapi sedikit melupakan kenangan sakit lalu buatku lebih membuat aku tenang lahir batin... yang pasti aku selalu olahraga kecil tiap pagi dan selalu menjaga pola makan dengan baik.. menghindari makanan berlemak dan tetap memilih menjadi vegan (untungnya dari dulu aku vegetarian karena ga tega liat ayam lagi lari tiba-tiba dipotong buat kita makan:D). Rajin makan buah dan sayur, berhenti merokok dan banyak minum air putih. Yaahhh, kalau nyeri tiba-tiba kadang dirasakan, tersenyum aja pasti kita sehat :D.

Apakah kamu aware sama kesehatanmu saat ini? Sudah tau bagaimana mendeteksi kanker semenjak dini? Cara menghindari kanker apa saja?  Nah, jawabannya ada dibuku ini.... beli deh gak nyesel... :)

Ps : tulisan ini bukan tulisan berbayar... ini semata-mata karena saya bilang buku ini seperti menceritakan saya.. 


44 comments:

  1. Emak hebat dan kuat nih, aku ga akan bilang "bisa ngerti perasaanmu" karena belum dan jangan sampai mengalami kanker itu, TFS Echa :) Muuaahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin mak...jgn sampe deh...smg semua sehat walafiat *tiyum

      Delete
  2. thanks for sharing mba... jadi lesson learn biar banyak2 bersyukur, terkadang banyak mengeluh dengan kesulitan hidup, mesti mencontoh keihklasan mba echa nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mencoba ikhlas mak kalo aku :D tapi bismillah aja pasti sembuh

      Delete
  3. _/|\_ *tak sanggup berkata-kata*

    ReplyDelete
  4. Ulasannya keren dan ceria meski niatnya mau menceritakan yg sedih sedih... Subhanallah diberi kesembuhan... Gak semua org terkena kanker bs spt mak cucuthnya echa ini.. Optimis membawa kesembuhan yah mak... Pengalaman saudara sendiri jg spt yg diceritakan di atas.. Byk yg br tau kalo sdh stadium ke3 dan ke4.. Berapa bulan kemudian sdh dipanggil... Hebat maakk.. Inspiratif.. Ijin unt bahan ke sodara dan temnku yah...tengkyu....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggo mak...silakan :") alhamdulillah bisa ngasi pengalaman

      Delete
  5. Mak, dirimu hebat! Aku tidak tahu bagaimana rasanya berada dalam posisimu, tapi aku tahu perjuangan penderita kanker. Aku menemani ibu mertuaku yang sakit kanker otak berobat dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lain. Segala operasi dan kemoterapi dijalani. Aku juga melakukan home care di rumah untuk beliau krn kebetulan latar belakang pendidikanku dari medis. Jadi, sekali lagi, kamu hebat, Mak! Keep healthy and keep inspiring! *peluk*

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak dukungan keluarga itu penting...sangat penting malah... aamiin insyaallah tetep sehat, mbak dan keluarga juga yaa

      Delete
  6. Terima kasih sudah mengulas buku ini dengan caramu yang sangat menyentuh, ringan, dan bahkan bisa sesekali membuatku tersenyum. Love you full. :*

    ReplyDelete
  7. Hai mbak Echa? hebat ya bisa sembuh... semoga tetap sehat...dan sukses:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin...hehehe udah sembuh belum ya aku --"
      doakan mbak...makasii

      Delete
  8. terima kasih krn telah berbagi kisah ini, kisah yang sangat inspiratif untuk membangkitkan semangat terutama bagi yang sedang berusaha tegar menghadapi cobaan dan sakit

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi mak...cuma review buku :)
      semoga bisa dipetik hikmahnya :)

      Delete
  9. hebat... keep healthy ya Mbak cantik, :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasi mbak...mbak sekeluarga juga ya :)

      Delete
  10. Mak..hebat banget semangatnya. *speakless

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah sudah sembuh Mak
    Kalau membicarakan kanker, saya pasti sedih, teringat Alm. ibunda sahabat saya
    Kuat gak ya baca buku ini *udah mau nangis duluan

    ReplyDelete
    Replies
    1. insyaallah bisa sembuh mba...


      kuat pasti mbak..banyak pengetahuan dibuku ini

      Delete
  12. Tetap semangat ya mba T T
    semoga saya juga jadi lebih menghargai hidup

    ReplyDelete
  13. Wah iya itu yang penting Mbak Echa, cara mendeteksi kanker sejak dini dan cara menghindari kanker.

    Buat Mbak Echa, tetep semangat ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak itu yang berat..dan malah kita ga awas...
      semangattt

      Delete
  14. FYI, ibunda sahabat Esti juga ibunda sahabatku waktu kuliah hehe *dunia selebar daun kelor ya. :p Ketemu Mak Echa pertama kali di acara Caring Colours 21 April lalu. Entah mengapa aku sudah ngerasain betapa hebat dan tegarnya emak ini. Dan waktu cerita soal kanker getah bening yang dulu sempat terjadi padanya, aku jadi ingat sahabatku itu. Last but not least, ceria dan semangatmu itu mak, bikin aku ga nyangka kalo survivor kanker (kalau ga dengar cerita itu dari mulutmu sendiri) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihii iya mak santai karena masa2 itu dah lewat dan sekarang harus lebih bugar dan sehat
      makasi mba..ceritanya juga bagus di buku ini

      Delete
  15. Kesehatan memang mahal harganya, tapi saya masih suka cuek sama hal-hal yang bisa membuat kesehatan jadi terganggu. makasih Mba Echa sudah mengingatkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak yang penting melakukan pola hidup sehat mbak

      Delete
  16. pertama kenal Echa di acara Srikandi Blogger kemarin, nice to meet you mak, dan ga nyangka ya, pernah kena kanker, jd memang sebaiknya apapun kondisi kita, jgn lupa bersyukur ya, yg sehat jg tau2 bisa dipanggil duluan, ga tau umur manusia.semoga hamil keduanya lancar2 dan sehat2 terus, ok?
    TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak wes ada jalane dewe2
      dijalani aja yang ikhlas... :)
      aamiin makasi mbak doanya
      iya kita ngobrol terus sepanjang acara haha

      Delete
  17. Echaaa... speechless membaca kalimat demi kalimatmu. Bener banget, asuransi itu penting banget, karena kita ga akan pernah tau what will we face in the future, semoga jgn sampai mengalami deh, trims atas sharingnya, jd ingin menjaga kesehatanku, selagi masih diberi waktu. Trims ya Cha. Sehat dan selalu dalam lindungan-Nya yaaaa. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya jangan sampai tidak berasuransi :) kerasa banget kegunaannya mak

      aamiin makasi mba doanya...mba juga sekeluarga ya

      Delete
  18. semangat cha...

    Allah ndak akan tidur :) ...

    mdh2an aku termasuk teman yg baik ya:P meskipun ndak pernah nongol selama di bogor :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi insyaallah tan

      iya Allah g tidur..mugi lancar semua urusan aamiin

      Delete
  19. Aku belum bisa sepenuhnya berdamai sama diri sendiri mba :)
    boleh dong pinjem bukunya, siapa tau bisa memompa semangatku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nti tak bawain ya mel...kamu juga semangattt yaa *peluukk

      Delete
  20. baru sekali nengokkin mbak Echa diRS, itu juga pertama kali kita ketemuan ya mbak...

    Salutnya nih, meski Mbak Echa habis kemo waktu aku jenguk, dy tetep ceria.. dan pastinya kita tetep narsis yo mbak..hohoho...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kita narsis-narsis aja ya poto2 malah --" hahaha
      makasi ya mama arfan :") *pelukk

      Delete
  21. Replies
    1. eaaaa kakaaaa... maaciyyy yaaa :D

      Delete

Monggo komen yoo... Mohon maaf link hidup saya hapus komentarnya.. ^^