Pentingnya Asupan Gizi di 1000 Hari Pertama Kehidupan

Pentingnya asupan gizi di 1000 hari pertama kehidupan pada ibu dan anak menjadi cermin makmurnya suatu negara dimasa depan - Hillary Clinton

Kemarin, saya berkesempatan untuk hadir diacara Nutritalk yang diselenggarakan oleh Nutrisi Untuk Bangsa. Nutritalk kali ini membahas tentang solusi permasalahan gizi dengan mengambil contoh kasus diberbagai negara, khususnya Belanda, sehingga malnutrisi dan defisiensi gizi di Indonesia bisa diselesaikan.

Nutritalk kali ini menghadirkan dua nara sumber yaitu, Dr Martine Alles Direktur Development physiology dan Nutrition Danone Nutricia Early Life Nutrition, Belanda dan Prof Dr Ir Hardinsyah Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB. Saat melihat nara sumbernya saya sempat ciut karena berasal dari luar negeri, eh ternyata disana disediakan translator yang bisa dipergunakan untuk undangan yang hadir di Nutritalk kali ini.. Hehehe tadinya malah mau bawa kamus buat jaga-jaga hehehe...Syukurlah, yang penting bisa ngikuti jalannya acara dan materi yang disampaikan kan?

Translator dan kit seminar

Permasalahan Gizi yang Terjadi

Dinegara berkembang seperti Indonesia, kita bisa lihat masih banyak malnutrisi dan defisiensi vitamin. Kenapa? Ini karena kurangnya informasi dan pengetahuan tentang pemenuhan gizi. Padahal apabila setiap keluarga memenuhi kebutuhan nutrisi keluarganya, pastinya negara akan makmur dengan sendirinya.

Permasalahan makanan yang jarang dikonsumsi

Misalnya saja kecenderungan orang Indonesia yang defisiensi vit C. Padahal Indonesia kaya dengan bahan makanan yang kaya vitamin C. Tapi tidak digunakan dengan baik, sehingga penderita defisiensi vit C masih tinggi rasionya.

Selain itu, masalah di negara berkembang yang mengalami revolusi industri ini adalah rendahnya asupan vitamin D. Karena rata-rata bekerja digedung dengan ac dan duduk depan meja. Sehingga menyebabkan orang kurang gerak yang akhirnya mengarah pada obesitas. Selain itu, kurangnya terkena sinar matahari membuat meningkatnya penyakit riketsia. Padahal matahari itu ada disepanjang hari dan gratis. Tapi kurang dimanfaatkan dengan baik, karena takut panas, telat ngantor dan alasan lainnya.

Di Belanda, tinggi badan seseorang rata-rata setiap 50 tahun bertambah 10 cm. Karena itu Belanda merupakan golongan dewasa muda tertinggi didunia sejak 1950. Di Indonesia? Tinggi tubuhnya masih kurang dan tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya dibanding negara lainnya.

Perkembangan kondisi masyarakat yang terjadi ini merupakan cermin dari kesehatan suatu negara. Angka-angka peningkatan tinggi badan yang kecenderungan yang tidak meningkat, menunjukkan pemenuhan gizi suatu negara sangat kurang. Makanya tidak heran walau Indonesia ekonominya cenderung sukses, tidak begitu realitanya dengan kondisi malnutrisi dan defisiensi yang kenyataannya masih terjadi.

 
1000 hari pertama kehidupan itu membawa dampak yang sangat besar untuk masyarakat 
dikemudian hari


Asupan Nutrisi Penting di 1000 Hari Pertama Kehidupan

Kenapa hal ini penting? Karena semua masalah gizi yang disebutkan tadi bisa teratasi dengan pemenuhan gizi saat 1000HPK. Kekuatan gizi yang diberikan di 1000 HPK sangat penting untuk perkembangan kognitif, organ metabolik, saluran cerna, pematangan sistem kebal dan komposisi tubuh, Jadi, pemberian asupan gizi yang baik pada anak kita itu dimulai sebelum hami, hamil hingga masa menyusui.


Alasan kenapa harus makan makanan bergizi baik

Contohnya di Belanda yang akhirnya menerapkan 3 hal demi pemenuhan gizi masyarakatnya. Yaitu perbaikan asupan gizi, kebersihan dan berkurangnya anggota keluarga yang membuat ketersediaan makanan jadi lebih banyak. Disana, pemerintah mewajibkan setiap sekolah untuk program pemberian susu kepada siswanya. Dan ternyata, hal ini membawa dampak positif sekali. Seperti pertambahan tinggi badan atau perkembangan lainnya menjadi sangat baik..


1000HPK penentu masa depan anak

Ada beberapa fakta menarik yang disampaikan kemarin. Kan sekarang obesitas merajalela, bisa disaat kecil maupun dewasa. Ternyata ada cara mudah bagaimana menghindari obesitas itu...yaitu dengan memberikan ASI. Iyah, pemberian ASI hingga 2 tahun diyakini mencegah obesitas dikemudian hari. Pantas saja ya, Raffi sampai saat ini saya kasih ASI, badannya tetap gembil tapi bukan obesitas. Garis bawahi ya : tidak ada bayi ASI yang obesitas ibu-ibu.

Selain itu, saat MPASI (diatas 6 bulan) berikan makanan yang sesuai dengan umurnya. Jangan malas untuk mengolah makanan dengan cita rasa yang beraneka ragam sehingga anak tidak susah makan dikemudian hari. Apalagi kalau mengolah MPASI homemade, kedekatan ibu dengan anak terjalin lewat masakan dan yang pasti sehat karena zat-zat kimia berkurang.

Di Indonesia saat ini sedang berkembang kesadaran orang tua tentang pemenuhan nutri di 1000HPK... Malah sekarang suami juga memiliki peranan penting dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga, kalau dulu ibu saja didapur sekarang bapak juga turun tangan.


Makanan itu dari pangan nabati dan dilengkapi dengan pangan hewani
Bila kurang salah satunya, maka kurang tepat pemenuhan gizinya
*catet ya buat yang suka diet :D

Sarihusada salah satu perusahaan yang sudah 60 tahun berkomitmen ikut terjun dalam perbaikan gizi anak bangsa. Untuk menunjang peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi bagi ibu-anak, Sarihusada rutin mengadakan acara nutitalk seperti yang saya hadiri ini. Dan dengan menggunakan media sosial, diharapkan ilmu yang ada di nutritalk tersebar kepada masyarakat luas tentang pentingnya pengetahuan gizi. 

Terima kasih Sarihusada dan Nutrisi untuk Bangsa atas acara Nutritalknya sangat bermanfaat. Pokoknya ingat, jangan sampai terlewat sedikitpun pemberian gizi seimbang di 1000 hari pertama kehidupan. Karena bangsa yang sehat berasal dari anak-anak yang sehat. 

Yuk melek gizi mulai sekarang!

 
Good food, good seminar and good friends.
Asyekk ketemu mbak ika meong lagi \m/

Gudibek Nutritalk kemaren

10 comments:

  1. Gudibeknya lucuuu, jangan2 aku kurang gizi ya makanya pendek gini hihihi

    ReplyDelete
  2. Masalah nutrisi tentunya penting banget ya Mbak diperhatikan terutama saat masa2 tumbuh kembang anak... agar asupan gizinya cukup dan si anak tubuh menjadi anak yg sehat dan cerdas... nice post...

    ReplyDelete
  3. Belanda memang panutan dalam hal kesehatan dan kebersihan ya Mak....keren acaranya :)
    Saya sekarang kalau ada ibu2 update status beli susu formula ini itu kok kurang simpati ya, kenapa mereka malah bangga sudah mengeluarkan uang jutaan untuk membeli susu formula bagi bayinya ? :(

    ReplyDelete
  4. Kata dokter anak yang menangani anak-anak syaa juga begitu, Mak. Dulu, KEke termausk gendut banget badannya. Di atas rata-rata. Tapi, setelah tau kalau Keke itu masi ASI Eksklusif, dokternya gak khawatir. Bukan obesitas kalau karena ASI dan gak disuruh diet. Kecuali kalau gak ASI, Keke bakal disuruh diet.

    Semoga Rafii, juga mama-papanya sehat selalu, ya :)

    ReplyDelete
  5. Semangat 1000 hari pertama utk si kecil..
    Emang penting bgd nih mak buat si kecil, jgn sampek deh masa keemasannya kurang maksimal egara kurang gizi..
    Belanda emang oke badai dah...
    Tfs ya mak :)

    ReplyDelete
  6. Thanks mak for sharinya, Noofa yang belum mau disapih sampe skrg juga kecil aja, langsing gitu, hehe.. Nggak gemuk, tp gembil pipinya.

    ReplyDelete
  7. seneng denger sharing tentang asupan gizi utk tumbuh kembang anak2, apalagi jika memberikan manfaat berlebih :)

    ReplyDelete
  8. Info penting bgt, mudah2an bisa ngasih gizi yg baik buat Alfath.

    Jd inget, dulu sering bgt dipanggil Kugi. Ini bukan kugy Perahu Kertas ya, tapi singkatan dr "Kurang gizi". Huaaa.. Pantes pendek begini (˘̩̩̩__˘̩̩̩ƪ)

    ReplyDelete
  9. Ugh, ternyata tinggi badan itu ada hubungan erat dengan gizi toh... Makasih banyak reportasenya, jadi ingetin lagi pentingnya asupan gizi, apalagi utk anak ya. & as expected, ASI tuh the best ya :)

    ReplyDelete

Monggo komen yoo... Mohon maaf link hidup saya hapus komentarnya.. ^^