Berkat Pegadaian, Kami Bisa Bertemu Raffi


Berkat pegadaian, kami bisa bertemu Raffi. Saya selalu percaya rejeki anak beda-beda dan selalu ada. Tapi tetap saja sih ya, bikin was-was kalau kita kebetulan tidak ada uang untuk membiayai anak. Seperti ini pengalaman saya dan suami kurang lebih tiga tahun lalu saat saya mau melahirkan.

Agustus 2013... 
Kandungan saya sudah menginjak 9 bulan saat itu. Tadinya kami tidak terlalu khawatir dengan biaya rumah sakit, karena melihat biaya melahirkan hanya 5 juta. Suami juga bilang ada bantuan biaya melahirkan dari kantor. Dan setelah dihitung-hitung dengan THR yang suami dapat, insyaallah cukup buat biaya lahiran. 

Tapi ternyata kami kurang perhitungan, karena suami saat itu belum diangkat karyawan jadi dia tidak mendapat biaya persalinan dari kantor. Langsung bingung waktu dengar kabar itu, tapi suami tetap berusaha meyakinkan saya untuk tenang biar tetap bertenaga selama proses kelahiran nanti.

Tanggal 15 Agustus 2013... 
Hari itu saya flek dan mulai kontraksi teratur. Kami bergegas ke RS untuk pertolongan. Setelah dilihat ternyata masih pembukaan 1 dan saya diminta pulang kerumah saja dengan perawat. Soalnya kan dari pembukaan ke pembukaan selanjutnya tidak tahu berapa lama jangka waktunya. Apalagi baru pembukaan satu, ke pembukaan dua bisa berjam-jam bahkan berhari-hari.

Tanggal 16 Agustus 2013... 
Kontraksi masih teratur, tapi kami sempat ngecek di bidan terdekat masih juga pembukaan 1 :v. Saya lihat suami telpon sana sini dari tadi. Iya, saya tahu dia berusaha cari uang tambahan untuk biaya persalinan. Sayapun lebih memilih tiduran sambil dipeluk suami. Tiba-tiba, saya jadi ingat handphone yang saat itu dia pegang. Itu handphone hadiah karena menang lomba sebulan lalu. Kalau baru masih harga 5jutaan soalnya.

Akhirnya saya bilang kesuami bagaimana kalau kepegadaian saja. Handphone-nya kita gadai. Kalau dijual kan sayang rasanya :"). Suamipun akhirnya mengiyakan saran saya. Suami tanya, "Kamu kuat mau ikut kepegadaian?". Saya mengangguk mantap, insyaallah kuat nemeni. Kami berdua pun ke pegadaian terdekat. Untunglah, pegadaian ada dimana-mana. Saya jadi mudah kalau mau gadai barang.

Lokasi pegadaian dimana-mana

Sesampainya di Pegadaian, kami disambut petugas yang ramah (bahkan mulai dari pak satpamnya loh). Setelah memberikan handphone dan kardusnya untuk dicek, tidak berapa lama kami pun mendapat surat gadai. Sebelumnya, oleh petugas dijelaskan perihal cicilan yang harus dibayarkan.

Suasana didalam Pegadaian

Bunga gadai di Pegadaian sangat murah  0,75-1,15 persen per 15 hari. Coba deh bandingkan dengan produk gadai ditempat lainnya, Pegadaian itu paling ngerti dan paling membantu. Kita lagi butuh uang, tapi tidak ditekan dengan bunga pinjaman yang besar. Betul tidak? Makanya, kenapa Pegadaian Emas ini sangat populer dari dulu. Bahkan saat masih kecil, saya sering menemani orang tua kepegadaian. Ahh, andai saya tahu saat itu mencari uang sesulit ini*jadi pengen peluk orang tua :").

Handphonenya ditaksir sebesar 2 juta saat itu. Saat suami menerima uangnya, dia langsung elus-elus perut saya lalu bilang "Nak, jangan khawatir lagi ya?". Kami berdua saling menatap dan tersenyum, iya sepertinya sekarang saatnya lahiran...



Kenapa kami menggadai handphone bukan emas? Yang pertama, karena kami tidak punya emas buat digadai hehehe. Yang kedua, handphone ternyata bisa digadaikan loh ^^. Jadi jangan takut menggadai barang elektronik (handphone dan laptop) di pegadaian ya ^^.

Yang perlu digarisbawahi saat menggadai barang elektronik itu ada beberapa hal menurut saya. Yang pertama, harus keluaran terbaru atau lumayan baru (baik HP atau laptop). Yang kedua, ada yang mewajibkan harus punya kwitansi pembelian. Tapi dikasus saya, kwitansi pembelian tidak ada karena hadiah lomba. Dan alhamdulillah diperbolehkan. Yang ketiga, kardus dan isinya jangan lupa dibawa juga. Yang keempat, barang harus dicek dulu oleh tim gadai dan harga taksiran mereka yang nentukan. Kita bisa berpikir kembali, mau jadi gadai atau tidak apabila harga taksirannya terlalu rendah. Pengalaman saya 3 tahun lalu itu, harganya memang kurang dari setengah harga jual pasaran dan karena kami hanya butuh sekitar 1-2 juta makanya jadi digadai. 

Sebenarnya di Pegadaian tidak hanya ada akad gadai barang loh. Sekarang Pegadaian punya bermacam-macam produk yang bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari gadai (yang paling populer), sekarang ada juga tabungan emas loh. Bahkan untuk membayar listrik, kredit dan telepon juga bisa sekarang di Pegadaian. Lumayan kan? Jadi tidak perlu kemana-mana kalau kita butuh. Cukup di Pegadaian saja!

Produk Pegadaian

Daftar angsuran buat yang mau nabung mulia

Pegadaian sekarang juga mengikuti perkembangan tekhnologi. Nasabah bisa lebih mudah mengakses melalui website dan aplikasi tanpa harus ke Pegadaian untuk menjaring banyak informasi. Misalnya, kita bisa cari tahu harga taksiran emas diwebsite www.pegadaian.co.id sebelum berangkat ke Pegadaian. 

Atau yang sekarang lagi hits itu namanya Sahabat Pegadaian. Yang bisa kita akses di www.sahabatpegadaian.com atau lewat aplikasi mobile-nya juga. Ini adalah program CGC (Customer get customer) untuk mengajak teman dan kerabat menjadi nasabah di Pegadaian. Nanti kita bakal dapat poin yang bisa ditukar dengan banyak hadiah. Menu artikel dan informasi di Sahabat Pegadaian membuat kita lebih dekat dengan Pegadaian. 



Keluar dari kantor Pegadaian, kami berdua akhirnya bisa tersenyum lega. Biaya lahiran rumah sakit nanti bisa tercover semua dengan digabung bantuan dari teman-teman lain. Alhamdulillah. Nak, kami siap menyambutmu sekarang :"). Betul saja dugaan saya! Sepulangnya dari Pegadaian, kontraksi saya mulai meningkat sakitnya dibanding sebelumnya. Akhirnya kami sepakat pergi ke rumah sakit. Waktunya sudah tiba! Bismillah.

Tanggal 17 Agustus 2013...
Tepat jam 2 pagi akhirnya Raffi lahir. Alhamdulillah. Sehat dan sempurna. Tidak hentinya kami mengucap syukur saat itu. Rasa bahagia saya dan suami saat melihat Raffi. Alhamdulillah.

Tiga hari setelahnya, kami akhirnya pulang kerumah dan menuntaskan seluruh pembayaran Rumah Sakit tanpa perlu kebingungan lagi. Kebayang tidak kalau misalnya uangnya kurang? Bisa-bisa bayi Raffi tidak bisa dibawa pulang seperti yang sering diberitakan di televisi. Kan serem! Tapi Alhamdulillah berkat pegadaian, kami bisa membawa pulang Raffi ke rumah :").

Welcome Raffi, cinta kami

Sekarang, karena saya mulai mengenal syariah jadi perginya ke Pegadaian Syariah dekat rumah juga. Kalau di syariah, gadai ini namanya Rahn. Baru-baru ini kami mau tidak mau gadai logam mulia. Maklumlah bulan-bulan ini adalah masa pembayaran terakhir masuk sekolah Raffi. Jadi daripada bingung pinjam uang kemana, lebih baik menggadaikan barang yang dipunya saja. Lebih aman dan tidak butuh waktu lama ^^. 

Kenapa tidak dijual saja? Kenapa harus digadai? Gini loh ya! Kalau dijual, harga jual itu sama dengan harga taksiran gadai (karena sesuai harga jual umum yang berlaku hari itu). Tapi kalau dijual kan emasnya sudah bukan milik kami lagi. Kalau digadai kan masih ada peluang jadi hak milik kita dengan cara dicicil atau bisa perpanjangan (kalau misalnya belum ada dana mengambil) jika masih rejeki. 


Contohnya transaksi kemarin, untuk taksiran logam mulia sebesar 11juta kami menerima sekitar 10 juta dan biaya administrasi 60ribu saja. Dan yang pasti, kami akhirnya bisa membayar biaya uang masuk sekolah Raffi lagi. Lagi-lagi, alhamdulillah.

Oh ya, sekarang lagi ada Program Kemilau Emas Pegadaian loh. Kemarin saat saya transaksi gadai emas dapat 10 poin untuk undian. Lumayan, kali saja dapat rejeki nomplok kan? *Elus-elus perut hamil.


Yang pasti, saya percaya dalam setiap kejadian pasti ada cerita. Suka duka pasti selalu menyertai setiap proses kehidupan dimuka bumi. Sama seperti cerita proses kelahiran Raffi waktu itu. Dibalik bahagianya kami menyambut pertemuan dengan Raffi, ada sisi dimana kami juga sangat bingung masalah biaya lahiran. Tapi Gusti Allah mboten sare, untunglah ada Pegadaian :"). 

Terima kasih Pegadaian. Kamu pertemukan kami dengan Raffi. Terima kasih.


Cerita ini pernah saya ceritakan versi lahirannya di : Merdeka untuk Raffi. 


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Pegadaian 
dan menjadi Juara 2 untuk wilayah Jakarta

32 comments:

  1. How sweeeeeet! Terharu banget liat perjuangan hidupmu, Mbak. Alhamdulillah ya bisa tuntas karena si Pegadaian ini. Aku jadi tertarik mau buka tabungan emasnya, kayaknya menggiurkan. Makasih infonya, Mbak!


    Anyway, ultahnya Raffi sama ama aku loh *pamer*

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa kalian merdeka semuanyaaaa :*
      lumayan put kalau mau bikin aja enak seh pilih 3 bulanan yang 5graman

      Delete
  2. Waaaah ternyata pegadaian pernah menjadi penyelamat saat kelahiran rafi ya mbaak.Untung ada pegadaian...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya satu-satunya ide kalau lagi ga punya uang ya kesana xD

      Delete
  3. mbk ecaaaaa, salut sm perjuangan kalian, terharu jg bacanyaaa. sehat selalu ya mami raffi, calin dekbay jugak, raffi en papi, semua deh, suksess bwt dikau ya mbak, amiiinnnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi perjuangan nikah awal2 ya mbak.. pasti ada cerita ^^
      *peluk sayang buat ken

      Delete
  4. hebat perjuangannya :) salut deh....semoga selalu sehat2 ya......

    ReplyDelete
  5. wah mbak Echa ke Pegadaian pas hari ultah akuu.. haha
    Alhamdulillah ya ada Pegadaian, HP pun bisa digadaikan, mudah banget hidup.

    Barokallah rasanya ada Raffi ya mak :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaaaa kudune ikut ya gadein kali dapet hadiah *loh
      iya mba ada Raffi alhamdulillah :") senang banget

      Delete
  6. Kalau gadaikan handphone bisa dapat berapa persen dari harga jual ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu kudu dicek dulu sama orang Gadainya mbak. Tapi kalau aku liat dulu itu bisa kurang setengah harga jual seh mbak selama ini (dibawah harga pasaran jual kekonter). Selama HPnya masih model terbaru gitu, kalau yang lama g mau

      Delete
  7. Hmmmm perjuangannya...membuat diriku termangu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehhe g kerasa dah 3 tahun lalu :")

      Delete
  8. Waah, kalo liat blog Echa ini, asyiiik banget, betah deh ada di sini. Itu lho kreasi gambar dan tulisan-tulisan keren banget. Bikin tutorialnya donk, Cha, hehe... Btw bunda juga sering tuh memasukkan barang kecil dan berharga ke Universitas Hijau ini, hihihiii...emang paling aman dan barang kita gak ilang, asal jangan lupa jangka waktunya, hahaha...#perpanjanganatautebus

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama bun kalau belum bisa nebus perpanjang lagi xD

      Delete
  9. Pengalamannya serupa tapi tak sama dengan waktu istri mau lahiran anak pertama dulu. Saya nggak megang uang blas, sedang istri ada uang tapi nggak cukup buat lahiran dan tetek bengeknya. Cuma ada dua naskah saya yang positif diterima sebuah penerbit, tinggal nunggu uangnya saja (dibeli putus).

    Akhirnya, saya pinjem uang ke temen sejumlah honor dari penerbit. Alhamdulillah, dapet. Anak lahiran dengan selamat, sekarang sudah mau masuk SD. Uang dari temen langsung saya kembalikan begitu honor dari penerbit cair. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Subhanallah, selalu ada cerita ya pak :"). Orang tua itu patut diacungin jempol :")

      Delete
  10. Aku salah satu orang yang gatau kelebihan pegadaian. Yang kutahu, barang digadaikan, ntar kalau ada duit bisa ditebus kembali. Kalau gak ditebus dalam tempo, barang hangus. Udah gitu aja hehee...
    Masalah apa aja yang boleh digadai, aku baru tahu dari sini. XD thanks for sharing...

    ReplyDelete
  11. Masyaallah, perjuangannya. Nice share, nice info, mak.. Iya, gadai lebih baik, asal nggak lupa ditebus atau perpanjang ya mak. Harus tandain kalender supaya nggak lupa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang ditelpon sama disms kalau dah mau jatuh tempo xD

      Delete
  12. Menurutku kalau butuh uang pinjaman memang lebih baik pegadaian ya, barang atau apa pun yang kita gadai masih bisa kembali :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha bener mba aku setuju lebih baik gadai kali tetap jadi milik kita bisa balek lagi

      Delete
  13. Wah kisah dibalik kehadiran Rafi menyentuh
    sehat selalu untuk keluarga ya mak Echa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini sebenarnya curhat..karena selalu ada cerita kang
      makasih ya

      Delete
  14. Pas bener nih Pegadaian memerdekakan mbak echa dan suami di hari kemerdekaan.

    ReplyDelete
  15. Aku pernah punya kawan dari Papua, pas kuliah. Dia kalo g punya duit, mesin ketiknya yg digadai. Ha..ha.. duit dapet, amaaaan.... e pas mau bikin laporan bingung dia.Untung masih bisa pinjem punya teman :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pas kuliah paling emas2an itu mba xD *teteuppp
      dulu mesin ketik ya xD

      Delete
  16. jadi Raffi anak pegadaian donk .. hehe.. #gagal-fokus
    tapi suer mba.. ceritamu mengharukan banget-nget-nget..
    titip sun sayang buat Raffi ya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha ini sih buat lomba tapi seneng aja kalau cerita dari hati kek gini..soale kejadian :")

      Delete

Monggo komen yoo... Mohon maaf link hidup saya hapus komentarnya.. ^^