Dear Suami, Ini yang Harus Dilakukan Setelah Istri Melahirkan


Dear Suami, Ini yang Harus Dilakukan Setelah Istri Melahirkan. 9 bulan hamil dengan beragam ceritanya, dilanjut dengan proses persalinan yang juga punya cerita masing-masing bisa memicu wanita yang habis melahirkan terkena baby blues. Wajar? Wajar banget selama dalam tahap 'wajar'. Tapi jadi tidak wajar kalau terlalu berlebihan hingga membahayakan diri dan anak. Nah, disinilah salah satu peran penting seorang suami dimasa pemulihan pasca persalinan agar istri lebih nyaman dalam merawat bayinya.

Ibu hamil sampe pasca persalinan moodnya memang naik turun. Jadi bisa saja dia terkena mood swing, pregnancy blues, baby blues sampai post partum depression. Bahaya loh kalau didiemkan saja, karena bisa saja jadi gejala dan penyebab bayi lahir prematur. Kan kasihan ibu dan bayinya terutama kalau hal ini terjadi hanya gara-gara stress berkepanjangan :(.

Saya kena nggak? Pas hamil memang rasanya tegangan tinggi itu pengennya marah-marah *ya tapi ga sampai cakar-cakar baju orang sih *uhuk, tapi setelah melahirkan saya kembali lagi ke Echa yang sabar *huek. Ini pengalaman pribadi loh! Ciyus. 

Dan ini semua berkat peran suami saya, si papih, yang selalu siaga kalau saya mulai kumat mood swing-nya. Apakah itu bisa dikatakan manja? Hmmm, untuk wanita yang bawa-bawa perut hamil sekian lama ditambah proses persalinan yang menyakitkan (sapa yang bilang lahiran itu ga sakit :v), menurut saya wajarlah ya. Dan suami yang harus bisa 'mengerti' dalam hal ini. Yah yah yah, karena wanita selalu benar :D.

Karena wanita selalu benar.
Iyain aja biar cepet

Kembali lagi keperan suami, sebenarnya harus ngapain saja sih setelah istrinya melahirkan? Suami tetap harus ikut tanggung jawab dan menemani dong, secara ya anak bikinnya berdua jadi ngerawatnya juga harus berdua hehehe. Sebenarnya gampang kok, istri cukup dijaga hati, kesehatan, semangat dan pikirannya. Walau simpel tapi nyatanya berat loh, lah secara sekarang masih banyak (Dan makin banyak) ibu yang mengalami baby blues sampai PPD. 

Dan ini beberapa hal yang harus suami lakukan setelah istri melahirkan

1. Bantu istri merawat luka pasca persalinan
Berapa jahitan? Duh sudah tidak penting kalau sekarang ya. Yang penting gimana caranya jahitan itu cepat kering dan sembuh. Nah, suami harus bantu merawat luka pasca bersalin karena istri pasti sakit itu jahitannya. Apalagi yang sesar loh :"(, mau jalan aja susahnya minta ampun :"(. Seperti memapah istri saat berjalan, membantu memberikan salep antiseptik dibekas jahitan, dll

Istri jangan melakukan pekerjaan berat agar otot perut dan tulang belakang tidak terpicu pendarahan. Tahu sendiri kalau pasca lahiran itu lukanya belum pulih dan pelekatan pembuluh darah belum sempurna.

Ini termasuk menanyakan pada istri untuk BAB atau BAK lancar tidak? Biasanya setelah pasca persalinan, dua rutinitas itu sedikit terganggu. Bahkan saya sendiri mau BAB aja sakitnya minta ampun huhuhu. Ini bisa dibantu dengan obat pencahar ya ^^, konsultasikan pada dokter untuk takarannya.



2. Bantu istri melakukan pekerjaan rumah tangga
Biasa disiapin makan sama istri terus rumah kinclong berkat istri? Nah, sekarang tugas suamilah yang bantu-bantu buat bersih-bersih rumah atau nyiapin makan sederhana. Gak usah yang susah-susah, telur dadar ama kecap buat sarapan juga layak makan kok :D.

Ini biar si istri lebih banyak waktu beristirahat dan tidak melakukan kegiatan berlebihan seperti angkat besi, lari marathon dll *eh. Pokoknya suami kudu jadi sweet banget biar istri cepat pulih dan tidak stress. Aktifitas berlebih akan membuat istri capek dan lebih mudah emosi. So, bikin istri santai seperti dipantai :D.

3. Siapkan makanan gizi seimbang sekaligus makanan yang memperlancar ASI
Ibu menyusui itu laperan. Ciyus! Jadi jangan lupa siapkan makanan yang bergizi untuk asupan ibu sekaligus biar ASI-nya lancar. Menu makanannya bisa macem-macem kok, yang penting suami jangan terlalu banyak ngasih makanan yang bikin istri tambah melar. Kasih yang berserat tinggi biar BAB-nya juga lancarrr. Iyes, disini andil suami juga agar istri bisa balik ke body-nya semula.

4. Jadi Ayah ASI
Ini bisa memberi semangat dan dukungan pada istri agar bisa mengASI. Mau berapapun hasil perahan, mau hindmilk atau foremilk, tetap semangati istri agar bisa mengASI. Inget rumus lancar ASI itu adalah bahagia :D. Jadi bahagiakan istri biar ASI-nya lancar. BUAHAHAHAHA.

Ada kejadian lucu seputar ASI awal-awal menyusui. Pagi hari, saya kaget lihat suami yang lagi megangi payudara sambil terkantuk-kantuk. Bete dong pastinya , ngapain coba pikir saya. Setelah saya labrak, ternyata dia megangi itu biar si bayi tidak ketutupan  hidungnya saat menyusui :v. Eaaaaaaaaaa. 

Kalau ternyata tidak bisa ASI ya jangan langsung dijudge yaaaa. Konsultasikan dulu ke konselor laktasi, kasih pelancar ASI, sugesti positif dll. Kalau anak harus sufor, ya sudah ibunya juga disemangati biar tidak down. Dan yakinkan bahwa dia adalah ibu yang baik untuk bayinya. Ben gak tambah setres ngunu kuwi :").

5. Bagi tugas dengan merawat bayi (Dan anak)
Awal-awal persalinan sesar, si ibu pasti sakit mau gerak saja susah. Nah, disini tugas suami bantu mengambil bayi dari box dan meletakkannya ke samping ibu. Terus untuk urusan mandikan bayi juga bisa dibantu. 

Kalau punya anak lain seperti saya, suami tugasnya megang si anak agar bisa memberikan ibu waktu mengurus si bayi. Jadi bagi tugas gitu, nisacaya istri senang :").

6. Ajak halan-halan cari angin
Buat saya ini penting, karena bisa membuat kadar kewarasan jadi normal. Ehhh bener loh, stress lama-lama kalau kanan kiri isinya anak nangis, pup dan nyusui. Ajaklah sekali-kai keluar rumah menghirup udara segar atau bawa kesalon biar terlihat cantik lagi seperti sebelum hamil.

Paling tidak dengan jalan-jalan (walau cuma ke minimarket dekat rumah) bikin istri lebih fresh. Apalagi kalau istrinya dibelanjain, tambah waras langsung :v :v. Ingat, ibu bahagia ASI lancar. Ya ya ya, karena wanita selalu benar :p.


7. Tidak melakukan atau memaksa 'berhubungan'
Masa nifas 40 hari ditambah luka pasca melahirkan belum sembuh total, jadi suami amal soleh untuk mengerti tidak 'mendekati' istri. Mengertilah wahai para suami untuk satu ini yaaa.. Edun saja, istri lagi capek masih nyeri pasca persalinan, suami egois minta 'jatah'. Hehehe. Bisa-bisa terjadi pendarahan dan infeksi, kan tambah berabe ^^.

Btw,  jangan coba aneh-aneh deh ya para suami pasca persalinan si istri. Mentang-mentang istri belum pulih, malah lirik-lirik lainnya. Kalau ada yang melakukan itu, saya cuma mau komen "KEJAM kali dirimu :"(". Huhuhu.

Kalau inget banyolan nifas ada yang paling hits, yaitu suami kudu beli mie sekardus yang jumlahnya 40 bungkus. Nanti tiap hari dimasak sebiji hingga masa nifas selesai wkwkwk.

8. Jadi pendengar yang baik
Tahu tidak kenapa menjadi doula (pendamping persalinan bersertifikat) mahal harganya? Karena mereka punya telinga yang siap mendengar keluh kesah ibu hamil dan ibu menyusui kapan dimana saja. Nah, suami jangan sampai kalah dong dari doula ini. Makanya, dekapan hangat, selalu memberi semangat dan telinga yang stand by dengerin curhat istri itu wajib ya :D. Ini salah satu cara agar istri terhindar dari baby blues atau PPD. Iya, karena kadang wanita itu butuh cukup didengarkan (dan dibelanjain) saja  :D.


Kayaknya 8 poin ini saja ya yang utama. Yang pasti seperti saya bilang diawal, bikin istri bahagia. Karena dengan bahagia lahir batin, istri akan semangat mengurus anak dan ASI-nya bakal makin lancar car car. Kan ibu senang, ASI lancar, anak sehat kan rumusnya ^^.

Tulisan ini masih dalam rangka self healing saya yang habis lahiran ^^. Biar suami atau para laki-laki tahu apa yang harus dilakukan setelah istri melahirkan. Karena bagaimanapun, kerjasama dalam keluarga itu penting.  Jadi, jangan lupa bikin istri senang dan bahagia buahahaha.

[Sponsored Post]

46 comments:

  1. Huahahaha. Karena wanita selalu benar.

    ReplyDelete
  2. Belanjain aja,pasti bahagia,bangetttt haha

    ReplyDelete
  3. Ajak halan-halan ke mol. Hahaha.. aku seneng banget itu dulu. Bosen banget, di rumahhh terus.

    ReplyDelete
  4. mantap tipsnya, jadi inget waktu istri lagi hamil porsi makannya bertambah. bhahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi gpp kan yang makan 2 orang pak ^^

      Delete
  5. hahahahha, makasih bu petunjuknya. siap siap jadi seorang suami ni

    ReplyDelete
  6. Masuk semua deh point-point di atas. *jempol empat

    ReplyDelete
    Replies
    1. papa keluarga biru sih pasti manjain istri ^^ good job pak

      Delete
  7. bagus nih artikelnya mba..manfaat sekali, buat para suami2 yang akan menghadapi istri waktu persalinan...

    ReplyDelete
  8. Suamiku sih ngga sampe ngelakuin hal kecil2 gitu Shay, abis lahiran semua tetap aku yg ngerjain, Untung sih aku wanita sering, hahaha. Asal diajak ngemol dan jalan2 baby bluesku ilang kok :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku dewean disini, kalau g adigituin bisa seh..bisa setres xD

      Delete
  9. Waah suamiku banget nih.Abis aku lahiran dia cuti seminggu dan ngurusin aku dan baby dibantu ibuku.Soalnya pas lahiran si mbak malah sakit.Jadi ibuku dan suamiku yg ngerjain semuanya.Dari mandiin pas di rumah sakit sampaai bersihin pup bayi seminggu full selama cuti

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah ya mbak...jadi tahu kalau suami itu saaaaaaaaaaayang ama kita :")

      Delete
  10. Terimakasih atas tipsnya kakak... sangat membantu....
    Pantas dicoba. Cara Cepat & Mudah Mengubah File PDF Ke Microsoft Word Gratis. http://alimpolos.blogspot.co.id/2016/11/cara-cepat-mudah-mengubah-file-pdf-ke.html

    ReplyDelete
  11. Hihihi pokknya harus nyenengin istriii yaa.. Bener mba, kdang kita cuma mau didengerin aja (dan dipijit, dibelanjain, dibeliin makan enak, dll dll dll) dan lain2nya banyak.. hihi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaaaaaa dikit aja padahal, tambahannya yang banyak wkwk

      Delete
  12. Alhamdulillah, suamiku masuk beberapa poin itu. Terutama sebagai penyedia makanan. Makanya, istrinya sampe sekarang gak kurus-kurus. Hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha yang penting suami seneng mba :*

      Delete
  13. Berada di pihak istri juga penting, aku dulu kesel banget karena suami lebih banyak nurutin kata orang lain tapi mbantah omonganku. Tapi itu lah pentingnya jadi Ayah ASI yang mau mencari tau ilmu terkini biar gak mudah kepengaruh mitos-mitos dari orang yg katanya berpengalaman *curhat*

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang mah udah bisa pakai kacamata kuda kan ^^

      Delete
  14. Kalo beli mie 40 bungkus, kelar nifas istrinya menggembung...hihihi...aku dulu nifas sampe 2 bulanan kayaknya

    ReplyDelete
  15. Hihi,,jadi inget masa2 itu.... kalau suami ga banyak ikut terlibat kasihan banget istrinya... Masa lelah sehabis melahirkan dan beradaptasi dgn kerepotan baru :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak alhamdulillah banyak suami yang udah sadar :")

      Delete
  16. support suami penting banget di saat istri hamil, baru melahirkan dan sedang menyusui.

    ReplyDelete
    Replies
    1. intinya kudu disamping istri dalam keadaan apapun ya mbak ^^

      Delete
  17. iiish ini bener banget.. sodorin artikel ini buat ayah2 baru atulaah.. biar mereka ngerti gitu, dan istri diperhatikan jadi ngga ada kesempatan untuk babyblues :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kasian yang sampai ppd baby blues :(

      Delete
  18. Kalo suami berani lirik2 yg lain karena ngak di kasih jatah setelah melahirkan, mending mutilasi aja hahaah

    ReplyDelete
  19. wahh harus tau nih para para cowok

    ReplyDelete
    Replies
    1. nanti kasih kesuami ya kalau dah nikah

      Delete
  20. cant agree anymore huehehehe, toss lah ya mbak, aku padamu hehehe

    ReplyDelete
  21. Referensi banget ini.. kebetulan istri lg hamil..

    ReplyDelete
  22. jadi pengen cepet kawin , hheheu

    ReplyDelete

Monggo komen yoo... Mohon maaf link hidup saya hapus komentarnya.. ^^