Macam-macam Syukuran Kelahiran Bayi di Indonesia


Bayi sudah lahir, kesibukan dirumah juga sudah berbeda setiap harinya. Dan sebagai salah satu wujud rasa syukur atas lahirnya bayi, pada saat usianya kurang lebih sebulan biasanya diadakan syukuran. Untuk wujud acaranya tergantung pada agama, tradisi yang dipahami dan kemampuan masing-masing keluarga untuk merayakannya. 



Makanya, saat tahu hamil jangan lupa menabung karena pasti pengeluaran untuk semasa kehamilan, persalinan dan mengadakan acara syukuran itu butuh dana juga (plus energi lebih hehehe). Apalagi kalau kita sudah ada tanda hamil kembar 2, harus kudu ekstra dobel juga persiapan menabungnya.

Di Indonesia, ada banyak sekali tradisi adat dan agama yang mengatur tentang syukuran bayi ini. Beda laki-laki, beda pula pada perempuan. Dan biasanya yang berlaku sekarang itu adat digabung dengan agama, agar lebih mudah diterima dimasyarakat. Tradisi inilah yang harus tetap kita lestarikan.

Apa sajakah syukuran kelahiran bayi yang ada di Indonesia itu? Cekidot ya!

1. Perayaan sebulanan bayi (First month celebration)

Ini yang sekarang lagi tren. Perayaan pas sebulanan bayi itu kayak ulang tahun. Trus bayi difoto-foto lucu beserta ditulis milestonenya. Ada gudibek atau hampers bayi yang lucu-lucu dan makanan didessert table yang cakep-cakep. Keluarga dan kerabat berkumpul dan memberi kado untuk bayi. 

Kenapa sebulan, soalnya bayi sudah lebih kuat daya tahan tubuhnya. Terus juga sudah tidak banyak tidur kalau ada orang datang. Jadi yang jenguk bisa bermain atau godain bayi yang lagi melek. Ini bisa acara keluarga saja atau mengundang banyak orang juga bisa. Tergantung sama kemampuan keluarga masing-masing.

Ini acara sebulanan Nastusha Olivia Alinskie

Saya mah bikin postingan pas sebulan sama foto unyu ini hohoho


2. Selapanan

Kata selapan atau salapan artinya 35 hari atau 7 pasaran. Banyak slametan atau selamatan kelahiran bayi sebenarnya, yaitu brokohan, puput puser, nyepasari, nyelapanani, nelunglapanani, mitunglapani, nyanganglapani dan nyetahuni.

Yang masih tren adalah selapanan. Soalnya kalau saya keluar rumah biasanya suka ditanya, "Sudah 40 hari belum? ". Trus kalau ngeliat bayi keluar rumah sebelum selapanan itu keluar rumah kayak dipandang gimanaaaaaaa gitu. Serius! Padahal ya, percayakan saja sama ibunya. Seorang ibu tidak akan mencelakakan anaknya hanya karena diajak pergi kesana-sini sebelum selapanan --". Lah ya mau gimana lagi, kalau saya gak keluar ajak bayi ya gak bisa :D.  Tapi untung saya merantau ini, kebayang kalau tinggal didaerah bener-bener gak boleh kemana-mana sebelum 40 hari kali ya :v *ini paragraf numpang curhat #eaaa.

Ini adalah budaya Jawa yang dilakukan pada hari ke-35 untuk bayi perempuan atau hari ke-40/45 untuk bayi laki-laki. Logikanya dari hari kelahiran wetonan bayi, pada hari ke-35 itu wetonan akan berulang lagi di penanggalan jawa. Yang pasti, selapanan ini wujud syukur lahir dan selamatnya bayi.

Acara selapanan itu motong rambut bayi dan dilakukan setelah shalat maghrib. Terus membuat bancaan dan gudangan untuk tetangga sesuai adat yang jumlahnya ganjil. Terus simbol angka 7 (ganjil) dibuat untuk bancaan dan gudangan yang dibikin. Menurut paham Jawa, ganjil itu keberuntungan soalnya.

Rata-rata acara selapanan adalah gabungan antara adat dan agama. Makanya jangan heran kalau saat selapanan ada juga ngaji, baca shalawat dll ^^. Intinya sama, mendoakan bayi yang baru lahir agar sehat dan selamat lahir batin.

Ini selapanan Rafathar, anak Raffi dan Nagita

3. Akikah

Dalam Islam, akikah dilakukan sebagai bentuk pendekatan diri atau taqarrub karena lahirnya bayi. Walaupun sunnah, tapi orang tua rata-rata tetap mengakikahkan anaknya meskipun kadang telat.

Untuk kelahiran bayi baru, sunnahnya akikah dilakukan pada hari ketujuh. Itu sekalian memotong rambut bayi, mensahkan pemberian nama dan menyembelih kambing.

أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan (HR Abu Daud)

4. Musik Talempong dan Turun Mandi

Di Minangkabau, kelahiran bayi disambut dengan musik Talempong. Setelah plasenta ditanam ditanah pakai periuk dan kain putih, pada usia 40 hari dilakukan Turun Mandi  di tepi sungai. Rambut bayi akan dipoton, ditimbang dan diganti dengan emas.

5. Batasmiah Anak

Atau dikenal dengan mangarani (pemberian nama) anak, merupakan tradisi adat Banjar. Dimulai dari saat bayi lahir ada pemotongan tangking (tali/tangkai) pusar lalu dilantakkan (dimasukkan seperti ditanam) serbuk rautan emas plus serbuk intan ke dalam lubang pangkal pusarnya. 

Setelah kering dan pusarnya lepas, ada upacara pengukuhan pemberian nama. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, lalu orang kepercayaan akan meresmikan nama yang diberikan dengan rambut anak dipotong sedikit dan pada bibirnya disentuhkan garam, madu, dan air kelapa. Lalu bayi dibawa berkeliling untuk ditapung tawar dengan minyak likat baboreh yang diberikan oleh tetua dan orang tua yang berdoa untuk si bayi.


6. Jatakarma Samskara

Di Bali yang mayoritas masyarakat hindu, ada upacara Jatakarma Samskara yang dilakukan setelah bayi lahir hingga sebelum tali pusar lepas. 

Yang kami lakukan untuk syukuran kelahiran bayi anak-anak

Buat kami, syukur bukan berarti “syukuran”. Tapi lebih ke mentaati Tuhan Sang pemberi nikmat (tha’at al-masykur). Syukuran waktu Raffi beda saat Raffa, lebih sederhana saat Raffa. Karena kami tetap berprinsip, upacara syukuran kelahiran bayi itu harus tetap sesuai kemampuan dan kondisi. Saat Raffi kami tinggal dikontrakan yang orangnya pasti banyak yang bisa bantuin, saat Raffa kami tinggal dilingkungan yang sendiri-sendiri gitu. Bingung sampai mau ngundang siapa. Maklumlah, namanya juga perantauan. Selain itu, saat Raffa kebetulan mama saya sakit sebulan penuh di RS dan ICU. Jadi rasanya ga elok kalau dana kami buat syukuran berlebih. Lebih baik untuk keperluan RS yang jumlahnya tidak sedikit ^^.

Saat lahirnya Raffi, kami mengadakan acara selapanan saat Raffi berusia 40hari. Iya, waktu itu kami belum tau harus bagaimana dan ilmu agama juga masih kurang #eaaa. Jadi kami memilih acara selapanan yang sudah adat didaerah. Mulai dari pesen makanan kotakan ke pecel ayam kalau gak salah waktu itu sampai nyiapin kembang buat tempat pas nyukur rambut bayi. 

Acara cukup sederhana selapanan Raffi, adat digabung agama. Jadi undangan membaca Al Quran, shalawat dan bacaan lainnya. Lalu Raffi dibawa muterin undangan sambil dipotong rambutnya dikit-dikit. Besoknya baru kami bawa ketukang cukur untuk digundulin rambutnya hahaha.
Sedangkan untuk menyambut kelahiran Raffa, insyaallah sudah paham hukumnya. Jadi kami cuma mengadakan akikah (pas banget ada invoice cair :")) dan berdoa untuk hadirnya Raffa saat usia 40 hari. Tadinya mau pas 7 hari, cuma waktu itu gak konsen karena mama tiba-tiba masuk ICU. Ya sudah, ngikutin kayak selapanan saja di 40 hari (karena laki-laki). 

Setelah akikah, kami potong rambut bayi ke tukang cukur aja hehehe. Selesai. Malah setelah mandi sehabis dari tukang cukur, kami jalan-jalan untuk foto keluarga. Rambut ditimbang dan bersedekah, selesai.

Iya tidak ada acara spesial kebetulan. Alhamdulillah, kami bisa akikah Raffa sebagai rasa syukur pada Tuhan. Loh tidak ada hantaran kesekitar? Kebetulan tidak hehehe, karena biayanya kami gunakan untuk biaya rumah sakit. 

Yang penting kan, bahagia rasa syukur ini sudah sesuai dengan hukum Islam. Lagian kami sendiri binguung mau ngadakan syukuran --". Disini tetangganya masing-masing, bingung mau ngundang. Kalau pas dikontrakan sih enak :D, banyak yang datang. Kalau didaerah saya saja nyari ustadnya saja ada rate card-nya yang minimal 500ribu :v. Kami tetap bersyukur kok dengan kelahiran Raffa^^.

Nantilah insyaallah kalau ada rejeki, mau syukuran bagi-bagi hantaran untuk tetangga. Karena sayang souvenir lahiran Raffa belum dibagikan xD*lol.


Mengadakan acara kelahiran bayi itu menurut saya tergantung kemampuan. Yang penting secara agama benar itu sudah cukup ^^. Lagian kasihan kalau dipaksakan, yang ada nanti demi syukuran bayi malah pinjam uang sana-sini buat acara. Kan rempong :v.

Tapi sekali lagi, kita ada adat kalau di Indonesia. Sambil melestarikan budaya, tidak ada salahnya untuk merayakan syukuran sesuai adat dan tradisi yang ada. Kembali lagi, asal sesuai dengan kemampuan merayakannya. Bagaimanapun, tradisi turun temurun itu patut kita lanjutkan.

Yang penting mari kita berdoa sebagai rasa syukur kelahiran bayi baru, agar dia selalu sehat dan dimudahkan jalanNya. Tidak ada yang lebih besar dari kekuatan doa yang tulus kan ^^.

Ada perayaan syukuran kelahiran bayi yang belum saya sebutkan diatas? Yang biasa dilakukan didaerahmu saat ada bayi baru lahir?Sharing dong ^^. Semoga bermanfaat dan tetap melestarikan budaya kita ya ^^.

(Dihimpun dari berbagai sumber)

Sponsored post

13 comments:

  1. kalo ditempat saya adanya cuma aqiqah yg sekaligus pemberian nama mbak..

    ReplyDelete
  2. berbagai daerah memiliki tradisi masing masing bun, heemm. salam buat si kecil ya bun :)

    ReplyDelete
  3. Waah ternyata banyak juga ya mak, aku paling akikahan aja. Tapi semenjak tinggal dikomplek jadi tahu selapanan.

    ReplyDelete
  4. duh macem2 ya..:D Saya dulu paling akikahan :D

    ReplyDelete
  5. Aq pas anak kedua gak terlalu rempong mak, cuma aqiqah aja. Dan bersyukur alhamdulillah bayi lahir sehat, yg penting rasa syukurnya, daripada berlebihan/israf malah ga disukai Alloh. Sehat2 ya Raffa :)

    ReplyDelete
  6. Istilahnya banyak banget, saya tahunya akikah sama selapan :D

    ReplyDelete
  7. di tempatku ga sebanyak itu, tapi mitosnya bejibun hahahah

    ReplyDelete
  8. Ibu Mertua selapanan....
    Mamah 40harian...
    Nanti aku apa yaa buat cucuku :))

    Semua disesuaikan keadaan kan ya makk...

    ReplyDelete
  9. Di daerah saya biasa nya kalo selametan bayi yang baru lahir dengan akikahan ngikutin anjuran ajaran islam :D

    ReplyDelete
  10. Selapanan itu yang ngehits banget di kampungku, Mba.
    Kalau di Palopo malah taat-taat banget lho, dalam artian pasti pas bayi usia 7 hari itu akikah. Jadi aku seringnya sekalian nengok. Terus kebanyakan ngasihnya amplop, macem kondangan gitu deh. Makan, salaman sama nengok bayi, dan nyelipin amplop, hihi.

    ReplyDelete
  11. Ditempatku batasmiyah (ngasih nama resmi), pas anak pertama kemarin dibarengi sama aqiqahan, n potong rambut (dikit) jadi tiga acara digabung satu kali jalan :D

    Ada juga adat kampung yg buat 1 minggu, semacam syukuran makan sama baca do'a gitu mak, lupa namanya, batapung tawar kalo nggak salah.

    ReplyDelete
  12. Aku cuma akikah aja chaaa.. tapi memang banyaj budaya lain yang seru yaaa

    ReplyDelete
  13. saya yang tahu acara selapanan aja mbak

    ReplyDelete

Monggo komen yoo... Mohon maaf link hidup saya hapus komentarnya.. ^^