Kenapa Keluargaku Pilih Asuransi Syariah?

Kenapa keluargaku pilih asuransi syariah

"Mih, kita hijrah yuk!"
"Eh, gimana?"

Pertanyaan Papih yang tidak ada angin, tidak ada hujan dan tidak ada petir itu awal dari kami bertekad benar-benar ingin meninggalkan dunia perbankan. Iya lebih 10 tahun bekerja di perbankan, sepertinya sudah mulai lelah dengan duniawi.

Iya itu kejadian lebih dari setahun lalu. Dan entah bagaimana, runutan jalan Tuhan memang sudah yang mentakdirkan. Mulai saya yang merasa kewalahan berujung post partum depression setelah kelahiran Rafif yang berakibat suami tidak bisa meninggalkan saya seorang diri. Yah namanya juga perantauan. Lalu tiba-tiba ada program pensiun dini dan runutan kejadian ini itu banyak bener memang yang kalau dipikir-pikir memang cepat terjadi setelah malam suami mengatakan ingin hijrah.

Hijrah di sini bukan pindah lokasi tempat tinggal, tapi pindah tidak makan minum menggunakan riba. Karena kami sadar pekerjaan sehari-hari selama belasan tahun ini membuat jiwa kami kosong. Rasanya ada yang kurang di hati ini. Entah apa, kami sendiri selalu sibuk mencari jawabannya sampai tercetus benar-benar ingin hijrah.

asuransi syariah prudential

Ternyata ya dekat sama Tuhan itu memang butuh banyak kekuatan. Ada saja rintangan di depan mata kalau kita niat ingin dekat dan cari ridhoNya. Termasuk decluttering semua harta yang masih muatan riba dan sejenisnya. Satu-satu memang perlahan diatasi dan diurai walau tidak mudah tapi tetap saja butuh hati yang kuat menjalaninya. Karena godaan selalu ada, selalu.

Adanya pandemi ini membuat kami sedikit bingung. Duh, kalau ada salah satu dari anggota keluarga kami yang kenapa-kenapa gimana? Mengingat kami memang sudah lepas dari tanggungan kantor beralih mandiri semua. Bukan, bukan tidak percaya sama Tuhan pencipta. Tapi kami pakai hitungan realistis. Sudah tidak bekerja, penghasilan freelancer dan anak-anak masih kecil. Itu yang akhirnya kami perlahan demi perlahan memindahkan semua manajemen keuangan ke syariah. Mulai dari tabungan sampai asuransi pun kami lebih tenang kalau syariah. Hijrah itu kan gak main-main. 

Kalau dipikir-pikir sebenarnya planning keuangan kami ini sudah benar. Apalagi basic kerja kami berdua yang mengelola keuangan selama ini. Hanya sekarang yang utang piutang kami hentikan dan semua beralih ke syariah. Pokoknya bila kita ingin merencanakan keuangan, kita harus tahu tentang dalamnya keuangan kita sendiri.

asuransi syariah prudential

Menurut mbak Aliya Natasha seorang Financial Planner, pembagian keuangan kita itu ada pos-posnya. Pos-pos di sini disesuaikan dengan kebutuhan kita tentunya, yaitu pengeluaran 60%, perlindungan 10%, hadiah 10%, investasi 15% dan berbagi 5%. Kenapa harus berbagi? Karena semakin banyak berbagi, maka rejeki akan lancar. 

Allah memberikan rezeki tidak sama pada setiap hamba. Ada yang diberinya berlebih, sementara yang lain diberinya hanya sedikit. Rezeki itu tidak boleh ditahan dan tidak dibagi dengan orang tidak mampu (membutuhkan), karena sikap itu dianggap mengingkari nikmatNya dan itu sangat dibenci oleh Allah.
An Nahl ayat 71

Termasuk saat kita ingin proteksi diri sendiri dan keluarga, asuransi adalah jawabannya. Saya sendiri pakai asuransi syariah, karena kalau dipikir-pikir sejak hijrah pindah asuransi syariah semua. Selain ketenangan jiwa, saya pilih juga karena sesuai dengan kebutuhan keluarga saya. Selain diawasi OJK, manajemen internal, dan Dewan Pengawas Syariah, asuransi syariah ini bikin hati nyaman kan?

Tapi jangan sampai salah ya, karena sebelum kita mempercayakan keuangan kita lebih baik untuk mengetahui dengan baik perusahaan asuransi yang dituju. Karena jangka panjang seperti ini juga pasti beresiko, sehingga jangan lupa untuk selalu membeli di tempat yang terpercaya. 

Mbak Aliya juga memberitahu bagaimana sebenarnya memulai asuransi. Ini tips memulai #LiterasiAsuransi :

1. Siapkan budget yang cermat. Kita bisa pilih pembayarannya tahunan atau bulanan yang sesuai dengan budget keuangan keluarga. 

2. Lihat kebutuhan kita perlunya asuransi apa. Karena produk asuransi banyak, jadi belilah yang memang diperlukan. Jangan lupa yang utama adalah membeli asuransi jiwa ya karena itu perlindungan minimun untuk keluarga.

3. Cek profil perusahaan asuransi tujuan apakah dapat dipercaya. Pelajari reputasi, history claim-nya, dan aksesbilitasnya. Jangan sampai salah pilih.

4. Tanyakan sama sendiri kenapa memilih asuransi syariah. Ini agar kita yang membeli produk lebih tenang. Karena asuransi syariah ini lebih ke prinsip gotong royongnya.

"Asuransi syari'ah (ta'min, takaful, tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset-aset dan atau tabarru', yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu menggunakan akad yang sesuai dengan syariah"
Fatwa Dewan Syari'ah Nasional No. 21/DSN- MUI/X/2001

asuransi syariah prudential

Setelah mengetahui cara memulai asuransi, kita akan lebih semangat saat membeli produknya karena memang yang kita butuhkan dan sesuai dengan profil keuangan kita. Cukup mudah kan, tapi tetap harus dilakukan dengan hati-hati. 

Prudential Syariah Blogger Gathering


Tanggal 26 Oktober 2021, saya mendapat kesempatan ikutan acara virtual Blogger Gathering 2021 bertajuk "Membangun Keluarga yang Tangguh Secara Finansial Melalui Asuransi" yang diadakan oleh Kumpulan Emak Blogger dan Prudential Indonesia untuk merayakan Bulan Inklusi Keuangan 2021.

Acara yang dipandu oleh makketu KEB, acara ini juga menghadirkan nara sumber Bapak Luskito Hambali (Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia), Bapak Bondan Margono (Head of Sharia Strategic Development Prudential Indonesia), Aliyah Natasya (Financial Advisor) dan Mak Lidya Fitrian (Emak blogger KEB dan customer Prudential).

asuransi syariah prudential

asuransi syariah prudential

Saya di acara Blogger Gathering Prudential dan KEB

Bapak Bondan menjelaskan kenapa kita membutuhkan asuransi, yaitu :

1. Perlindungan pendapatan. Seperti saat pandemi, pikiran kami bagaimana bila ada salah satu yang meninggal dunia bagaimana? Bila ada asuransi maka akan terproteksi anggota keluarga lainnya

2. Kebutuhan dana darurat. Karena memang tidak ada yang tahu hari esok, bila terjadi sesuatu bisa menggunakan dana darurat yang ada

3. Perlindungan kesehatan keluarga mengingat saya dan suami sudah membayar mandiri. Jadi benar-benar harus dipikirkan bagaimana caranya agar keluarga semua tercover kesehatannya bila sakit

4. Warisan, jadi ketika ada yang meninggal dunia maka anak dan anggota keluarga lain akan mendapat manfaat karena merupakan ahli waris

5. Mempersiapkan dana pensiun. Nah ini yang saya lakukan sekarang, walau kami bekerja di swasta saya dan suami tetap biasa mendapatkan pensiun walau caranya berbeda. Sekarang ya kami menikmati hari-hari bersama anak-anak di masa pensiun dini ini. 

6. Perlindungan dana pendidikan. Saya itu suka deg-degan sama pendidikan anak, suka watir gitu kira-kira bisa gak ya sampai kuliah mereka. Uang tabungan kami cukup tidak ya, dan pertanyaan lain di kepala yang sangat banyak.

Iya, asuransi ini sangat bermanfaat untuk kesehatan keuangan kita bila terjadi resiko. Dulu saya pengguna asuransi konvensional, cuma karena meminimalisir riba kami berpindah ke syariah. Rasanya lebih tenang memilih akses perlindungan keluarga dengan prinsip syariah yang memang sesuai dengan hijrah kami. 

asuransi syariah

Makin tenang kan kalau tahu ternyata tidak salah hijrah kami ini memilih asuransi syariah. Mulai dari nilai tolong menolongnya, bebas Ghahar Maysir dan Riba, prinsip keadilan dan ada transparansi keuangan. Tapi memang beda kok asuransi syariah dan konvensional itu dan sangat perlu kita ketahui.

beda asuransi syariah dan konvensional

Di acara blogger gathering ini juga ada sharing Mak Lidya yang menggunakan Prudensial sebagai asuransi keluarganya. Dia sangat terbantu saat suaminya kecelakaan jadi bisa tercover semuanya. Alhamdulillah ya mba Lidya :") . Masih ingat dulu kejadian suaminya kecelakaan turun dari bis diserempet.

Prudential sendiri memiliki banyak sekali produk asuransi syariah yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan. Jangan lupa asuransi yang utama adalah asuransi jiwa, bila jiwa sudah diproteksi maka asuransi lain boleh dibeli juga. Sambil berdoa saya dan suuami selalu umur panjang membersamai anak-anak dengan cukup.

Mari kita mulai #melekasuransisyariah dengan belajar #literasisyariah karena tidak baik ketika kita menunda-nunda membeli asuransi apalagi mengingat resiko selalu ada di depan mata.

Proses hijrah saya dan suami masih jauh dari kata sempurna. Perjalanan hijrah kami memang baru dimulai, tapi bukan proteksi keluarga kami karena asuransi syariah tetap bisa kami pilih agar semua tercover. Sisanya tinggal tetap berusaha yang terbaik, mendekatkan diri pada Allah daan tidak lupa berdoa agar selalu sehat umur panjang sehingga keluarga R kami bisa selalu berkecukupan, sehat, bahagia plus Allah lindungi semua.

Semoga bermanfaat ya cerita kenapa keluargaku pilih asuransi syariah ini! Dan jangan tunda lagi untuk membeli asuransi syariah yang bikin tenang di hati. Selamat memproteksi keluarga!


Komentar

  1. Aku juga salah satu pengguna asuransi dari Prudential, ternyata produk yang asuransi syariah ini banyak juga ya Cha jadi bisa pilih sesuai dengan kebutuhan dan harus paham juga tentang produk yang kita ambil ya.

    BalasHapus
  2. stay safe and stay healthy ya kakak :D

    BalasHapus
  3. Wah mantep memang syariah sesuai dengan prinsip islam dan banyak keuntungan lainnya.

    BalasHapus
  4. Acara virtual KEB dan Prudential ini bagus dan bermanfaat banget ya mak Echa ) Kita jadi melek dan paham tentang asuransi syariah yang bisa menjadi pilihan keluarga. Mengurangi faktor risiko soal kesehatan, pendidikan dll terutama masa depan anak2 yang cerah, rasanya memang inilah produk paling tepat. Apalagi banyak kelebihannya, TFS :)

    BalasHapus
  5. MasyaAllah, mbakk. Aku iriiii kalau ada oeang cerita bisa hijrah dan lepas dari riba tu.
    Semoga aku juga bisa secepatnya menyusul.
    Makanya sekarang juga hati-hati banget aku sama investasi-investasi, transaksi, dan asuransi yang masih berkaitan dengan riba.
    Pilih-pilih deh pokoknya, harus yang benar-benar bebas riba dan nggak merugikan ke depannya.

    BalasHapus
  6. Aku juga nasabah asuransi jiwa PRUSyariah ini, blom terlalu lama sih. Aku suka prinsip syariah dalam asuransi karena kesannya lebih adil aja gitu.

    BalasHapus
  7. Aamiin... Aamiin... semoga mbak Echa dan suami sehat selalu dan berumur panjang. Jikapun terjadi hal buruk, sudah lebih tenang karena ada asuransi jiwa ya mbak, keadaan ekonomi nggak akan begitu terguncang. Apalagi asuransinya syariah, sejalan dengan semangat hijrah yang sedang dijalani

    BalasHapus
  8. Setuju sekali Mbak Echa, sebelum memutuskan beli asuransi kita wajib due diligent terhadap perusahaan penerbit preminya. Jangan sampai sudah capek bayar premi tiap bulan, eh begitu dibutuhkan ada-ada saja alasan tolakannya.

    Begitu pun dalam memilih syariah atau kovensional, yang paling baik adalah dimana hati kita merasa nyaman ya

    BalasHapus
  9. aku pernah punya asuransi yang konvensional, tapi untuk sementara waktu aku tutup
    mungkin next time perlu dipertimbangkan yang syariah ini

    BalasHapus
  10. Pokoke aku saluuutt sama pasutri, mak Echa dan suamiiik.
    Semoga berkaahh ya, keputusan utk Hijrah memang tdk mudah, tapi ALLAH yang akan bikin segalanya jadi indah.
    Btw, tema “Membangun Keluarga yang Tangguh Secara Finansial Melalui Asuransi" ini relatable bgt dgn semua orang ya

    BalasHapus
  11. Salut sama orang-orang yang berhijrah dengan total. Dari hal kecil sampai besar, benar-benar dilaksanakan, termasuk dalam hal keuangan. Niat baik untuk berasuransi syariah akan membawa kita pada hidup yang lebih berkah. Asuransi Prudential ini bisa jadi pilihan untuk asuransi jiwa syariah.

    BalasHapus
  12. nah ini mak, aku akhirnya tetep bayar bulanan walau kalau tahunan lebih murah jatuhnya. tp ya karena budgetnya ga bisa buat langsung gitu. hehehe.
    yg penting skrg sih aku pakai Prudential ini buat proteksi, dan berharap ga perlu dipake

    BalasHapus
  13. mantap ini jauh lebih tenang ya kalau pakai asuransi syariah di mana kita harus memilih akad yang sesuai dengan syariat Islam ya

    BalasHapus
  14. Sebagai perempuan dan ibu, kita selalu memiliki kekhawatiran tentang banyak hal ya, Cha.
    Dan masya Allah banget, dirimu udah hijrah menggunakan asuransi syariah, aku malah belum. Tapi ikut blogger gathering ini membuka mataku, kalo ternyata ada juga premi dengan harga terjangkau di Prudential syariah

    BalasHapus
  15. Jadi semakin merasa kalo asuransi itu penting banget.. Bukan untuk kepentingan saat ini ya..taoi untuk nanti.. Asuransi syariah pilihan tepat buatku nih

    BalasHapus
  16. Mbak, alokasi hadiah 10 persen itu maksudnya gimana ya? Kok beda pos dengan sedekah? Apa maksudnya kayak kalau pas musim hajatan, trus itu pos untuk uang amplop gitu kah?

    BalasHapus
  17. Hijrah itu proses yang panjang dan banyak godaan, mbak. Apalagi udah nyaman dengan kenikmatan konven yah. Semoga istiqomah

    BalasHapus
  18. Mbak Echa, dikau keren.... Enggak mudah loh hijrah... Eh, ini perbankan juga mulai yang syariah ya? PR banget ini, hutang piutang udah bisa tapi nabung dan transaksi masih konvensional

    BalasHapus
  19. Sepakat banget Cha, aku pun memilih asuransi jiwa sedari dulu, rasanya lebih aman dan tenang, ekhois melindungi diri sendiri, potong gaji hhhaaaa.
    Wah, menarik juga nih yang syariah, ku kepo2in dulu.

    BalasHapus
  20. perkembangan asuransi syariah makin masif ya mbak untuk saat ini
    memang klo dilihat lihat, memiliki asuransi syariah jadi bikin hati lebih tenang ya mbak

    BalasHapus
  21. benar mbak proses hijrah itu panjang yaa. Dan itu akan berlanjut seumur hidup ya mak. MasyaAllah, barakallah mak echa dan suami. Btw saya juga memilih asuransi syariah mak. Alhamdulillah lebih tenang sekarang, karena sudah tahu kebaikan dan manfaatnya.

    BalasHapus
  22. Semua butuh proses untuk berhijrah termasuk dalam pemilihan asuransi ya Cha, alhamdulillah banget jadi lebih tenang dan bisa memberikan perlindungan buat keluarga. Semoga sehat2 semuanya.

    BalasHapus
  23. Langkah pertama hijrah yang terberat memang menghentikan kebiasaan yang dulunya kita lakukan yaa, kak Echa.
    Bismillah,
    Semoga dengan niatan yang baik, semua bernilai ibadah di hadapan Allah.
    Termasuk memberikan doa dan investasi terbaik untuk masa depan keluarga bersama asuransi syariah.

    BalasHapus
  24. Semoga istiqomah mba Echa pasti berat awalnya harus resign tp insyallah ada jalan ya. Sebelum ada asuransi syariah saya benar2 ga percaya kehalalan asuransi sampai ketemu yg syariah ini

    BalasHapus
  25. Keren Mba Echa semangat hijrahnya, semoga selalu diberikan kemudahan oleh Allah ya jadi keluarga R terproteksi dengan asuransi syariah

    BalasHapus
  26. Semoga dimudahkan segalanya ya, Mak. Termasuk bisnis ikan asinnya. Kalau dari daerah Mak Echa ikan asinnya dijamin enak nih, karena dari pusatnya. Kata ulama, semakin kita mendekat pada Allah semakin besar ujiannya. Tapi kalau kita lulus, insyaallah nikmatnya tak terkira. Semangat.

    BalasHapus
  27. Semoga dilancarkan ya Mak keputusan hijrahnya termasuk memilih asuransi syariah. Aku beneran makin yakin dengan pilihan asuransi yang konsepnya tolong- menolong begini, jadi enggak cuma proteksi tapi juga sekalian membantu sesama

    BalasHapus
  28. Ternyata asuransi syariah punya lebih banyak kelebihan, ya. Ada nilai tolong menolong, terhindar dari riba, ada prinsip keadilan dan transparansi keuangan. Kalau begini kan jadi lebih tenang kalau punya asuransi syariah

    BalasHapus
  29. MasyaAllah ya mba Cha, jadi nambah ilmu nih soal asuransia apalagi berbasis syariah begini
    PR besar buat aku untuk memilikinya.

    BalasHapus
  30. Kalau Mpo mau pindah syariah nanti aja bulan desember. Hal ini karena biaya pemotongan bank konvesional ke syariah hanya 2.500

    Kalau asuransi masih pakai bpjs kesehatan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Monggo komen dengan bahasa sopan yoo... Mohon maaf juga link hidup saya hapus komentarnya.. ^^