Wanita Zuper (melek teknologi, sayang keluarga  dan pekerja keras)


Ibu kita kartini putri sejati…
Putri indonesia harum namanya..

Hari ini tanggal 21 april 2011, semua orang di Indonesia merayakan hari kartini. Dari yang masih kecil memakai baju kartini dengan dandanan yang lucu-lucu, hingga para pekerja kantoran yang memakai kebaya dan berkonde.  Saya yang kebetulan bekerja sebagai marketing cukup memakai batik saja (kebayang kalau harus ke pasar-pasar ke nasabah dengan baju kebaya, pasti jadi bahan tontonan ).Tapi apapun bajunya,  yang penting cluenya akan hari kartini ini. Dimana harus mengerti arti kartini sesungguhnya. Bukan cukup merayakan tapi juga bersikap seperti  kartini yang punya motto habis gelap terbitlah terang. 


Banyak wanita yang menjadi penggemar internet dan sangat dimanjakan dengan berbagai   tekhnologi informasi saat ini. Saya juga salah satu pecinta keindahan TI (tekhnologi Informasi), yang (sok) sibuk dengan berbagai macam gadget dan seakan tidak peduli dengan keadaan sekitar. Postingan kali ini yang saya dedikasikan buat mama tercinta dan juga buat perenungan saya tentang apa arti kartini era 2011.

Mama saya orang biasa saja tidak banyak berbeda dengan ibu-ibu lainnya…yang notabene badan sudah (sedikit) melar dan gurat tua sudah ada diwajahnya. Hanya seorang egawai negeri sipil yang setahun lagi sudah pensiun. Tapi saya bangga jadi anaknya, beliau sangat suka dengan namanya gadget. Dari berbagai macam gadget dia pakai dan dia paham, sampai sekarang dia masih pengguna blackberry dan android. Internet? Jangan tanya…dia sudah punya email saat saya masih kelas smp. Dan waktu itu masih jaman MIRC dan aku harus buat email untuk mengirim email ke kakakku yang kebetulan SMA diluar kota, beliaulah yang mengajari aku di warnet. Kala itu mama sudah punya handphone yang modelnya besar, sayang aku lupa nomernya.

Akun FB? Ada, dan isinya teman-teman dia kantor dan sedaerah. Akun twitter? Mama punya, walau jarang ngetweet sekarang karena mengurus papa yang baru keluar rumah sakit. Saat saya bilang kenapa tidak membuat blog? Mama Cuma berkata "mama cukup baca cerita curcol diblogmu saja, sudah seperti pikiran mama". Aku langsung cemberut, dan seraya membalas "iih mama gak gaul". 

Biasanya orang yang udah ber-BB (blackberry) atau bergadget canggih lupa dengan keadaan sekitar. Kerjaannya pencet tombol bb terus, walau lagi ngobrol atau lagi bersama keluarga. Anaknya mau nyusu ngetweet dulu atau foto dulu, sampai lupa nyusuin anaknya… miris sekali melihat maraknya fenomena itu sekarang. Sampai ada doa yang beredar dari seorang anak "semoga saat sampai rumah, bb papa mama baterainya habis".

Dan itu tidak pernah terjadi sama mamaku dan itu yang membuat aku kagum dengan mama. Beliau tetap melaksanakan tugas sebagai istri dan ibu bagi kami, anak2nya. Membuatkan masakan didapur, membersihkan rumah, karaoke sekeluarga dan mengajak ngobrol kami sekeluarga dengan canda dan tawa. Dan hebatnya lagi, dia tidak memegang gadgetnya sama sekali saat bersama kami… karena tatap muka seperti saat ini sangat mahal harganya, maklum anak-anaknya pada jauh semua, diluar kota…


Saat ini, mamaku punya café atau tempat makan mungkin lebih tepatnya, yang ditempat itu disediakan fasilitas internet gratis. Biar kayak kafe-kafe dijakarta gitu kata mamaku, kan gaul dan mengerti internet, saat aku tanya kenapa ada wifi nya. Dan syukurlah dengan ditambahnya fasilitas itu, di kafe mamaku lebih ramai anak muda yang ingin ber hotspot ria. Dan kalau misalnya ada yang belum tau caranya mamaku dengan siap sedia mengajari mereka. Disana juga disediakan beberapa komputer untuk para pelanggan café yang tidak memiliki komputer atau laptop sendiri. Keren bukan?

Mamaku juga mengajari anak-anak dilingkungan rumah untuk lebih mengerti tentang internet. Jadi mereka pada datang kerumah dan diajari tentang internet, mulai dari membuat email hingga utak-atik blog (walau mama tidak punya blog). Tidak seahli teman-teman blogger sekalian tapi modal itu buat ukuran saya sudah sangat bagus, karena mama memang pecinta gadget dan internet dari dulu.

Saat aku tanya kok mau mengajari anak-anak itu, mama cuma jawab "ilmu kalau tidak dibagi itu dibawa mati.percuma! mending dibagi-bagi". Glek, kata-kata mama sangat bagus dan aku jadi ingin mengikuti jejak beliau lebih melek tekhnologi, sayang keluarga yang pekerja keras…Luv u mom
Mama…habis gelap terbitlah terang pantas aku berikan buat mama dari buku kartini..semoga mama terus berkarya..


9 comments:

  1. lucky mother .. punya anak sayang ama ortu :-)

    ReplyDelete
  2. M fitri dari yayasan kankerkah wish me luck mbak *peluk2 hikz pengen sembuh

    ReplyDelete
  3. waw...blue meresponnya.heheh
    salam hangat dari blue

    ReplyDelete
  4. @blue makasi :)

    @almascatie makasih :_)

    ReplyDelete
  5. whuaaahhh dimana itu mbak cafenya? situbondo???
    Belah mana? mau cari referensi tempat juktojuk. hahaha

    ReplyDelete

Monggo komen yoo... Mohon maaf link hidup saya hapus komentarnya.. ^^