Gejolak Prestasi Anak Desa Berkat Mentari Harapan Baru dari Timur

gejolak PON XX Mentari Harapan Baru dari Timur

"Ma, aku mau ikut olahraga itu!", Kata Raffi sambil menunjuk sekumpulan orang yang sedang latihan karate. Saya masih ingat, usianya masih 3,5 tahun saat itu.
"Itu namanya Karate, Nak! Kamu yakin mau ikutan karate?"
"Iya, Ma. Sepertinya aku suka itu!"
"Hmmm, baiklah. Kita coba dulu ya"

Raffi dan Mimpi Atletnya


Percakapan itu hampir 4 tahun lalu, tapi ternyata Raffi memang menyukai olahraga ini. Waktu itu saya masih takut-takut untuk ajak dia latihan karate. Takut dianya tidak mau, namun saya salah Raffi memang sangat menyukai karate. Hampir tidak pernah dia absen latihan, padahal waktu latihan itu jam 7 sampai 9 malam. Tapi anak sekecil itu semangat. Tentunya habis latihan bahkan lagi di jalan pulang ke rumah dia langsung ketiduran.

"Iya, Ma. Aku sangat suka karate" 
"Tapi jangan lupa sekolahnya juga ya, Kak!". Raffi mengangguk mantap.

Makanya selama 4 tahun terakhir saya benar-benar mendukung Raffi untuk fokus karate, dengan tidak lupa pelajaran sekolahnya. Tapi dasar Raffi, dia tidak melupakan pelajaran sekolahnya. Nilai akademiknya masih bagus dan untuk karatenya jangan ditanya lagi. Berkali-kali Raffi ikut lomba usia pra usia dini dan usia dini. Sampai saat ini, dia sudah mengantongi 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu. Tentunya kalahnya pun jangan ditanya, lebih sering. Namun Raffi ternyata memang menyukai olahraga karate ini.

Ketika kami pindah ke desa, Raffi sedikit ciut. Berkali-kali dia tanya di sini bisa tetap latihan seperti di Jakarta tidak ya? Sebagai orang tua jelas saya membungakan hati Raffi, pasti dia akan bisa berprestasi seperti biasanya. Walaupun dalam pikiran saya banyak pertanyaan, seperti bakal ada lomba tidak ya, bakal dilatih dengan senpai (Guru karate) maksimal tidak ya, bakal berkembang tidak karatenya di sini, dan pertanyaan lainnya. 

Menurut pemikiran saya, di desa pasti training karate anak tidak seoptimal di Jakarta. Begitupun kesempatan-kesempatan yang ada mungkin tidak sebanyak di kota besar. Untunglah modal nekat, saya mendatangi dojo karate yang ada di desa dan menyampaikan niat untuk meneruskan latihan anak saya. Ya sayang aja gitu, Raffi sudah sabuk biru sekarang. Kan kalau dia tidak dipoles dengan benar kan sayang bakatnya.

Gayung bersambut, Sensei (Ketua dojo karate) baik menerima saya dan Raffi. Ternyata malah di Dojo di desa, ikatan kekeluargaannya sangat tinggi. Kami yang orang baru merasa sangat disambut jadi keluarga Dojo di sini. Alhamdulillah. 

Mulailah ikut kembali lomba-lomba karate internal dan karena Raffi sudah SD dia bisa ikutan KOSN  Kemendikbud. Ya paling tidak ini salah satu jalan dan ikhtiar Raffi menjadi atlet karate di masa depan. Aamiin.

Walau banyak perbedaan latihan di kota dan di desa, Raffi masih tetap semangat. Apalagi saat saya perlihatkan artikel tentang Erfit Naninti dari Sorong, Papua Barat yang tampil di PON XX yang sangat banyak prestasinya mulai dari mendapat medali emas di turnamen Walikota International Open Championship tahun 2019, juara 1 di Kejuaraan Nasional Akmil Open Championship 2020 Piala bergilir Gubernur di Magelang sehingga membuat FORKI Papua berhasil menjadi juara umum.

"Tuh lihat, Kak! Tinggal di provinsi paling jauh saja si Kakak Erfit ini bisa loh jadi juara dan berprestasi. Kakak jangan keder, pasti bisa jadi juara juga di kejuaraan nantinya. Mama pasti dukung kamu, Kak!"
"Iya Ma. InsyaAllah Raffi bisa! Doakan ya, Ma!"
"Pastinya Kak. Selama kamu memang menyukai olahraga karate ini!"
"Siap, Ma. Terima kasih banyak. Raffi sayang sama Mama"
"Mama juga, Nak!"

kosn 2021

Tiga bulan kebelakang, Raffi memang sibuk latihan karate. Sengaja saya privatin senpai yang bisa mengajar Raffi untuk lomba KOSN 2021. Mulai dari seleksi, tingkat kecamatan dan kabupaten selama tiga bulan ini dia terus latihan tiap hari pagi, siang, dan malam. Hasilnya dia lolos sampai kabupaten. Itu merupakan awalan bagus menurut saya, mengingat dia masih kelas 1 dan yang menang maju sudah kelas 5 atau 6 SD. Apalagi didukung guru sekolah selama proses lomba membuat Raffi semangat mengikuti sampai akhir lomba. Ya tahu sendiri moodnya anak kecil kan naik turun.

kosn 2021

"Ma, Raffi ingin jadi atlet karate"
"Pasti bisa, Nak! Semangat ya!"

Iya, Nak. Walau tinggal di desa di kota kecil bukan berarti tidak bisa berprestasi kan? Selama berusaha, latihan dan berdoa, pasti akan dimudahkan jalanNya. Who knows Raffi akan ikutan PON beberapa tahun mendatang? Tidak ada yang tidak mungkin!

Ngomong-ngomong olahraga, sudah pada tahu belum event olahraga yang akan digelar sebentar lagi? Iyes, ajang olahraga nasional yang kita kenal dengan Pekan Olahraga Nasional XX (PON XX) yang kali ini akan diadakan di Papua. Sebenarnya PON XX ini harusnya tahun 2020, namun karena terhalang Covid jadi dipindah ke tanggal 2 sampai 15 Oktober 2021

Saya masih ingat waktu itu, provinsi Papua bisa menjadi tuan rumah PON XX setelah menang suara terbanyak dari Bali dan Aceh. Itu saat penutupan di PON Jawa Barat, 29 September 2016, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Gubernur Jawa Barat Aher Heryawan menyerahkan bendera PON ke Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman, lalu ke Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Waktu itu di pikiran saya, WOW jauh ya ke Papua.


Kenapa Harus Di Papua?


Ngomongin Papua sebenarnya tidak jauh dari keluarga saya. Kakak kandung saya satu-satunya tinggal di Papua sejak tahun 2006. Waktu itu dia ikatan dinasnya memang penempatan Papua, dan sampai sekarang tetap tinggal di Papua. Menikah dan berkeluarga di Papua. Saat keluarga minta balik ke pulau Jawa, dia selalu menolak.

"Sa cinta Papua", begitu yang dia bilang saat kami tanya kenapa tidak pulang-pulang ke Jawa.

Jadi selama ini kami ya silaturahmi lewat telepon atau video call, mengingat kesibukan Kakak yang jarang aktif handphonenya. Jauh di mata tapi dekat di hati *uhuk. Almarhum Mama dan Papa saya pun sempat mengunjungi Kakak ke Papua waktu masih sehat dulu, namun saya belum kesampaian ke Papua. Cukup menikmati dari foto yang dikirim Kakak lewat handphone. Cantik dan indah!

Serius! Kata Papa, Papua itu udaranya segar (Kakak saya di Nabire kebetulan), beda banget sama udara di Jawa. Waktu itu saya pikir Papua karena jauh, orangnya masih primitif karena budaya. Tapi tidak loh! Saya punya teman namanya Whelma sama-sama kuliah di Kedokteran Hewan IPB, orangnya sangat pintar dan gaul. Bahkan sekarang sudah menyelesaikan S2 Science-nya!

Cerita keluarga juga demikian, di Papua orangnya ya banyak yang sudah melek internet Tidak seperti yang sering orang bayangkan. Dan orangnya baik-baik kata Kakak, buktinya Kakak sangat betah hampir 20 tahun tinggal di Papua. 

Dari dulu, Kakak selalu cerita tentang alam Papua yang masih murni. Berkali-kali disuruh ke Papua, tapi kan tapi kan rombongan sekeluarga bawa anak seperti saya kudu siapkan budget lumayan. Makanya selama ini cukup via foto kiriman Kakak, walau ngiler memang ingin ke sana.

Keindahan alam Papua itu eksotis, sebut saja yang banyak didatangi seperti Raja Ampat, Danau Sentanik, Desa Sauwandarek, Teluk Cendrawasih dan Lembah Baliem. Semuanya sangat indah pariwisata di Papua. Kata Kakak, di Papua ini buat pikiran tenang udaranya, suasananya, orangnya dan pemandangan alamnya.

wisata papua

Kalau ke Papua jangan lupa cobain kulinernya. Beberapa makanan khas Papua yang sering kita dengar itu Papeda, kue Lontar, Martabak Sagu, Ulat Sagu dan tidak lupa Udang Selingkuh. Iya loh, saya baru tahu kalau kue lontar seperti pie susu itu khas Papua. Duh kan, lihat aneka kulineran Papua ini bikin saya ngecessss! 

kuliner papua

"Kakakkk, bawa aku ke Papua dong!"

Makanya walau jauh, Papua sangat layak jadi tuan rumah PON XX ini. Tidak heran antusias masyarakat Papua sangat besar dengan akan diselenggarakannya PON XX ini. Banyak harapan dan pasti bertabur prestasi di PON XX. Yes, saya tidak sabar menantikannya!


Tapi PON XX ini memang berbeda dengan penyelenggaraan PON sebelumnya. Sangat spesial karena tahun 2020 hingga 2021 ini kita ada pandemi, jadi pasti penyelenggaraan PON pun akan sedikit berbeda. Namun semangat tidak boleh padam, PON XX tetap harus tetap kobarkan antusias atlit dan masyarakat seluruh Indonesia. PON saat pandemi bukan halangan untuk tetap menorehkan prestasi membanggakan. Betul tidak?

Selamat datang PON XX di Papua


PON XX Mentari Harapan Baru dari Timur

Waktu SD dulu, kalau ngomongin Papua atau Irian Jaya saat itu yang pertama saya ingat adalah burung Cendrawasih. Bentuk pulau yang mirip burung, buat saya lebih gampang mengingat provinsi Papua kala itu. Makanya tidak salah kalau di PON XX kali ini mengangkat burung Cendrawasih sebagai salah satu maskotnya.

Jadi di PON XX ada dua maskot yang dibuat. Maskotnya ada Drawa dan Kangpho yang keduanya merupakan hewan khas Papua. Kenalan dulu yuk! Kan kalau tidak kenal tidak dekat!

maskot pon xx

Kangpho (Kanguru pohon) merupakan satwa marsupial pemakan buah dan biji-bijian ternyata ada di Papua ini adalah kanguru pohon mantel emas atau nama latinnya Dendrolagus Pulcherrimus. Ciri khasnya adalah warna kuning keemasan di bagian pipi, leher, dan kakinya. Unik banget kan!

Sedangkan, Drawa atau Burung Cenderawasih atau nama latinnya Paradisaea Raggiana ini didominasi warna merah, jingga dan warna campuran antara merah dan jingga di bagian sisi perutnya. Bulu dada Drawa ini berwarna cokelat tua dan ekornya ada dua buah tali panjang berwarna hitam.

Keduanya dilengkapi rumbai dari kulit kayu atau akar pohon pada bagian pinggang ke bawah dengan pinggangnya ada hiasan ukiran Papua. Pada kepala menggunakan ikat rumbai khas Papua yang berbentuk kerucut. Artinya untuk melambangkan sambutan hangat dan penuh keakraban di tanah Papua.

Jumlah  sayap, ekor, dan jari pada kedua kaki Drawa mencirikan jadwal pembukaan PON 2020 (Waktu itu), yakni 20 Oktober 2020, pukul 20.00 WIT. Walau sekarang diselenggarakan tahun 2021, maskot tetap tidak berubah. 

logo pon xx

Sedangkan logo PON XX pun punya banyak arti yang mengusung Papua sebagai satu bagian  dari Indonesia. Stadion Papua Bangkit pada logo adalah simbol kemegahan di bidang olahraga rakyat Papua. Sedangkan ada tiga segitiga artinya kekayaan yang melimpah Papua. Kalau tiga lingkaran berwarna merah, kuning, dan hijau itu artinya prestasi, sportivitas, dan solidaritas. Bentuk yang mirip kalderon olimpiade dengan cawang merupakan simbol energi Papua sebagai pemersatu juara.

Tidak lengkap suatu acara tanpa tagline daerah, kali ini di PON XX penyemangat Torang Bisa! yang artinya Kita/ kami bisabisa menjadi pengobar semangat juang atlet di PON XX. Selain ini juga ada PONDEMI dengan tagline Bergerak Bersama, yang menjadi penyemangat virtual buat kita semua. Sehingga baik atlet, pemerintah dan masyarakat semua tetap antusias mengikuti PON ke-20 walaupun di tengah pandemi.

venue pon xx papua

Pasti pada bertanya-tanya, kira-kira Papua sudah siap tidak ya untuk PON XX kali ini? Sangat siap loh ternyata! Nanti akan dilaksanakan di 4 venue, yaitu Kota Jayapura, Kota Mimika, Kota Merauke dan Kabupaten Jayapura. Dengan lokasi utama PON XX di Stadion Lukas Enembe yang punya kapasitas 40 ribu tempat duduk single seat. Makanya tidak salah kalau ini adalah salah satu stadion kapasitas terbesar di Asia Pasifik loh! 

Selain itu, ada pembangunan area olahraga lainnya yaitu Arena Aquatic, Istana Olahraga (Istora) Papua Bangkit di Kawasan Olahraga Kampung Harapan yang dilengkapi wisma atlet dan tempat latihan, Distrik Sentani Timur, Arena Cricket, dan lapangan hoki dalam dan luar ruangan di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu. 

Dijamin 56 cabang olahraga yang dilombakan di PON XX bakal memenuhi kebutuhan 34 provinsi berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Nasional 2021 ini. Selain itu atlet juga akan diperhatikan kesehatannya dengan diselaraskannya pedulilindungi untuk proteksi mengingat sekarang pandemi.


Dengan PON XX di Papua menurut saya menjadi Mentari Harapan Baru dari Timur bagi semua bangsa Indonesia, khususnya Papua yang ternyata memiliki banyak keindahan dalam setiap lini kehidupannya. Saatnya masyarakat Indonesia mengenal lebih dekat Papua, bahkan untuk negara lain juga akan makin tahu bahwa Papua adalah surga Indonesia yang sangat indah. 

Sebagai bangsa Indonesia dengan sejuta keanekaragamannya, kita harus tetap bisa mempertahankan persatuan. Termasuk di PON XX ini dimana seluruh atlet di seluruh provinsi berlaga dan berjuang demi menjadi yang terbaik, kita harus mendukung dengan sepenuh hati. PON XX ini membawa nafas baru setelah setahun tidak ada perlombaan karena pandemi. Semangat harus dikobarkan kembali. Walau mungkin tanpa riuhnya sorak sorai masyarakat yang menonton dan mendukung langsung seperti PON sebelumnya karena pandemi, tapi atlet Indonesia tidak perlu berkecil hati dan tetap melakukan yang terbaik. Karena ini adalah saatnya untuk menoreh prestasi.  

Kita bisa kok mendukung PON XX dengan menyebarkan berita positif walau di rumah saja kan? Sambil menonton perlombaan, kita bisa sharing ke banyak teman dan masyarakat hasil perolehan suara, jalannya perlombaan dan hal lain yang akan membuat semangat PON XX masuk dalam jiwa. Percaya deh, kalau masyarakat semangat atlet yang bertanding akan lebih semangat!.

Jangan lupa follow official akun PON XX ya! 
Mari berikan semangat buat atlet, mari sebarkan berita baik, mari kenalkan Papua dengan segala keindahannya, dan mari bersama dukung Indonesia berprestasi!

Secercah harapan baru dari Timur, seperti impian Raffi menjadi atlet nantinya. Bukan suatu hal yang tidak mungkin Raffi menjadi atlet sungguhan di masa depan. Sebagai orang desa kadang ciut nyali selalu menjadi masalah, namun sekarang tidak lagi. InsyaAllah Raffi dan saya ibunya akan lebih percaya diri berkat PON XX Papua ini menjadi semangat juang lebih besar. Tidak ada yang tidak mungkin, bukan?

"Ma, Raffi kira-kira bisa jadi atlet PON gak ya?"
"Bisa, insyaAllah Nak! Walau dari desa, Raffi pasti bisa berlaga di kejuaraan besar nanti. Torang bisa!"

Setiap manusia punya impian. Mentari Harapan Baru Dari Timur membuat hidup bersemangat untuk masa depan. Pace Mace, mari torang lakukan yang terbaik dan torehkan prestasi dalam hidup!

Sukseskan PON XX di Papua. Torang Bisa!

PON XX Mentari Harapan Baru dari Timur



Sumber :
Liputan6.com
kominfo.jayapurakota.go.id
apahabar.com
indonesiabaik.id
https://kominfo.go.id/
papuatimes.co.id
wikipedia
https://www.kemenpora.go.id/
https://www.msn.com/
https://pondemi.ponxx2020papua.com

25 komentar:

  1. Prestasi Raffi kece banget, mbak Echa. Optimis keinginan Raffi untuk jadi atlet karate insyaallah tercapai aamiin.
    Btw aku nggak sabar nih ingin nonton para atlet bertanding di PON XX, mbak. Nggak sabar juga melihat Papua lebih dekat. Semoga pelaksaan PON nanti berjalan lancar, dan sukses dengan gemilang. Aamiin

    BalasHapus
  2. justru yang saya lihat banyak atlet-atlet berprestasi berasal dari desa.Ayoo kakak Raffi, semangat terus latihannya biar nanti bisa ikut PON bahkan asian games dan olympic.

    BalasHapus
  3. aku senang banget jika pandemi kek gini, tetap digelar agenda PON, supaya para atlet seperti Raffi tetap bisa menyalurkan bakatnya dan berkompetisi. saat ini, OLimpiade juga sedang berlangsung yah, moga, jadi pemacu semangat untuk peserta dan panitia PON XX

    BalasHapus
  4. Setuju Mak Echa.
    Kita selaku orang tua kudu mendukung hobi buah hati!
    Aku percaya, hal itu sangatlah diperlukan buah hati dan para ahli pun sepakat tentang itu.

    Iyes, dukungan dan kesempatan yang diberikan orang tua, segalanya!

    Btw,
    Aku seperti diingatkan lagi event PON XX Papua.
    Kepo, kelak keseruannya, bakal seunik apa ya?

    BalasHapus
  5. Raffi sama Fahmi seumuran kan ya? Lupa saya... Dulu ingatnya pernah cerita kita waktu saya ajak Fahmi ke acara blogger. Waktu itu Fahmi baru enam bulanan.

    Semoga jadi atlet karate nya tercapai ya...
    Meski kami tinggal di Jabar, kami juga ini di pelosok nya lho. Masih sering mati lampu,jalan rusak, dan jauh ke kantor kabupaten tiga jam kendaraan. Kalua di Jawa Tengah atau Timur tiga jam itu udah tiga kota kabupaten kan ya

    BalasHapus
  6. Kakak Raffii Juaraaa, aku padamu..
    Semoga saja cita2mu terwujud ya Nak, meski sekarang tinggal di desa pasti bisa meraihnya, justrul bangga jadi putra daerah kelak.

    Selalu terpesona dengan keindahan dari daerah Timur, ga sabar aku pun, meski ga ada sorak Sorai dan riuhnya penonton, tetep kami mendukung.

    Ayooo kita berikan semangat buat atlet, mari sebarkan berita baik, mari kenalkan Papua dengan segala keindahannya, dan mari bersama dukung Indonesia berprestasi! Semangaat!!


    BalasHapus
  7. bokap pernah kerja di Papua, pulang tuh bisa 2-3 bulan sekali, trus dia cerita saat kerja di sana mau mancing ikan mah gampang cukup bawa tongkat aja bisa nangkap ikan, semudah itu. Jadi pingin juga ke Papua untuk melihat dan mengagumi keindahan alamnya

    BalasHapus
  8. Semangat latihan terus Raffi, semoga suatu saat bisa jadi atlet karate tingkat nasional.

    Papua memang alamnya sangat indah mbak, udaranya bersih, penduduk aslinya juga ramah. Sayangnya tiket ke sana itu mahaaaal banget. Alhamdulillah saya bisa beberapa kali berkunjung ke Papua dan berinteraksi langsung dengan penduduk asli di sana. Bayar sendiri? Nggak lah, dibiayai kantor.

    BalasHapus
  9. Aku baca artikelnya jadi ikut sumringah karena mak ecah senyum terus di setiap foto, hihihi... Vibes semangat PON XX di Papua jadi makin terasa kuat. Lucu banget tulisannya bisa gerak-gerak mak. Ga heran nih kalau mak echa langganan juara lomba.

    BalasHapus
  10. Eh aku malah baru tahu PON Oktober nanti di Papua. Lha olimpiade aja enggak ngikutin. Semoga lancar yaa dan sehat-sehat para atlet dan kru.

    Semangat belajar karate, ya, Raffi. Insya Allah hasil tidak mengkhianati proses. Ciaaaaat!

    BalasHapus
  11. Raffii, Alhamdulillah MasyaALLAH TabarokALLAH, anak sholih, baik hati, kereennn!
    Semoga tergapai yaaa cita2 kamuuu
    Torang bisaaaaa!

    BalasHapus
  12. Masyaallah. Raffi hebat sekali kecil2 udah jago karate dan mengukir prestasi. Moga berguna bagi semua, ya

    BalasHapus
  13. Masha Allah kak Raffi memang sudah sangat visioner ya. Sudah tau apa yang menjadi passion sejak masih kecil. Biasanya anak anak seperti ini yang besarnya akan meraih kesuksesan karena sudah paham dengan kapasitas, kemampuan dan potensi yang dimilikinya sendiri. Semangat ya untuk PON di Papua.

    BalasHapus
  14. Wah keren ya Rafi. Semoga bisa istoqomah nih berprestasi di cabor karate. Kalo anak saya sih rakus di awal, pas SD - SMP kelas 2 mulai karate, pencak silat, renang, dijajal semua. Begitu SMP kelas 3 sampe sekarang udah keok, pegel-pegel katanya. Hadeh...

    BalasHapus
  15. Hebat Raffi!
    Memang beda ya kalau benar-benar suka dan bukan sekedar ikut-ikutan saja. Salut dengan Raffi, masih kecil tapi sudah tau apa yang diinginkannya.
    Semoga tercapai cita-citanya menjadi atlet karate masa depan. Semangat Eaffi!

    BalasHapus
  16. Aamiin semoga tercapai cita-cita Raffi jadi atlet karate.
    Aku belum pernah ke Papu, suamiku perneh beberapa kali dinas ke sana. Semoga satu saat nanti bisa liburan ke Papua yang eksotik baik alam maupun budayanya. Dan enggak sabar dong nunggu PON Oktober nanti!

    BalasHapus
  17. Semoga bisa ke Papua ya Echa suatu hari menengok keluarga kakak, memang alamnya luar biasa indah apalagi sekarang mau jadi tuan rumah PON, keren Kak Rafi semoga bisa meraih prestasi tinggi di bidang karate ya, aamiin!

    BalasHapus
  18. Alhamdulillah ya, Mbak,dengan ditunjuknya Papua sebagai tempat pelaksaan PON XX, pembangunan di sana jadi tambah pesat. Even ini juga bisa membuat pengetahuan masyarakat luas tentang Papua jadi bertambah banyak. Seperti saya yang jadi tau keadaan di sana yang ternyata indah dengan udaranya yang bersih.

    BalasHapus
  19. Semoga Faffi bisa jadi atlet karate ya mbak
    PON XX di Papua agar semakin bisa mengenalkan kehindahan alam dan keragaman budaya Papua ya mbak

    BalasHapus
  20. Semangat ya Raffi untuk terus latihan karatenya. pasti nanti membuahkan hasil yang baik kalau latihannya rutin seperti di Jakarta..

    BalasHapus
  21. Alhamdulillah Rafi masih terus bisa lanjut latihan karatenya walaupun pindah gak di Jakarta lagi. Mudah-mudahan nanti juga bisa ikutan PON bahkan sampai Olympic ya.
    Sebentar lagi ya berarti PON di Papua berlangsung, semoga sukses & lancar pelaksanaanya

    BalasHapus
  22. Semangat kak Raffi. Semangat PON XX. Sukses untuk semua

    BalasHapus
  23. Duh Papua salah satu tempat yang wajib dikunjungi nih...semoga ntar PON di Papua lancar dan dalam keadaan sehat smeua ya... Semangat buat ananda Raffi

    BalasHapus
  24. Mak echa, ya Alllah, aku beneran tersepona dengan dirimu lho, beneran selama membaca artikel ini, terbayang bayang semangatnya mak echa hihihi btw Rafi sama dengan anak saya yang ke-4 dia juga suka banget olahraga karate. sayangnya selama pandemi ini aku gak ikutin latihan karate. padahal mah privatin aja yaa biar tetep bisa latihan dan ikutan KOSN ya. Selamat ya Rafi, semoga berhasil ya mengikuti PON di Papua. insyaAllah.

    BalasHapus
  25. Semoga kk Raffi bisa ikit PON ya nantinya ya nak, semangat terus latihannya, dari kemarin ngikutin storiesnya seneng banget, suka sama anak2 yang ikut beladiri hihihi

    BalasHapus

Monggo komen dengan bahasa sopan yoo... Mohon maaf juga link hidup saya hapus komentarnya.. ^^