Imunoterapi, Harapan Hidup Pasien Kanker Hati

Imunoterapi, Harapan Hidup Pasien Kanker Hati

Saya menarik nafas dulu sebelum menulis postingan ini. Ingatan saya menuju ke beberapa tahun lalu saat masih berjuang dengan kemoterapi. Sudah lama memang kejadian itu, tapi rasanya tidak ingin saya mengulang kembali. 

Yah kanker.

Kanker memang sempat menjadi teman saya beberapa tahun lalu. Sudah lama memang saya menjalani ritual kemo dulu, saat ini saya sudah bisa seperti orang pada umumnya. Bahkan saya diberi rahmat memiliki anak banyak di usia yang memang tidak mudah lagi seusai kemo. Kalau sekarang memang sepertinya baik-baik saja walau saya belum pernah cek ticek ke onkologi lagi. Cuma kalau saya sedang kurang enak badan atau kecapekan, biasanya bengkak di leher sampai dada sampai sekarang. Sama sering banget saya minum anti nyeri di malam hari, karena biasanya memang sakit nyeri timbul saat malam. Ini di leher karena kebetulan saya penyintas kanker limfoma.

Yang dulu saya takutkan kalau misalkan saya kena kanker yang di bagian dalam yang tidak terlihat, seperti salah satunya kanker hati. Kanker hati ini merupakan kanker keempat terbanyak di dunia yang menyebabkan angka kematian kanker tinggi. Ya itu pasti karena mendeteksi organ dalam kan berbeda dengan yang terlihat kasat mata.

Kanker Hati

Global Cancer Incidence, Mortality and Prevalence (GLOBOCAN) 2018 yang dikeluarkan oleh International Association of Cancer Registries (IARC) melaporkan kanker hati memiliki 18.468 kasus di Indonesia. Pada data publikasi dua rumah sakit tersier yaitu Rumah Sakit Umum Nasional Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Nasional Kanker Dharmais disebutkan penderita Hepatoselular karsinoma (HCC) antara Januari 2015 hingga November 2017 ada 48,2% pasien hepatoselular karsinoma yang 23,4% pasiennya meninggal dalam rentang waktu 6 bulan setelah terdiagnosis. Huhuhu. 

Saat mengikuti webinar Era baru untuk pasien kanker hati pada tanggal 28 Oktober 2021 yang diselenggarakan Roche, saya sempat terisak-isak mendengar curhatnya Ibu Evy Rachmad apalagi ternyata tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Pemerintah dan Ibu Erla Watiningsih. Ibu Evy ini adalah pasien kanker yang berkali-kali metastase tapi tetap semangat menjalani hidup dan Ibu Erla adalah pendiri Komunitas Peduli Hepatitis. 


Bagaimana Kalau Didiagnosis Terkena Kanker Hati?


Yang pertama adalah tenang, karena bila kitanya tenang maka akan bisa menjalani perawatan dengan baik ke depannya. Mulai pergi ke dokter dengan pemeriksaan menyeluruh hingga menjalani pengobatan rutin kanker hati. 

Biasanya, pasien datang ketika stadium lanjut ya itu karena kurangnya deteksi dini. Padahal apabila kita melakukan deteksi sedini mungkin, kemungkinan sembuh sedia kala lebih besar. Namun bila kondisinya sudah stadium lanjut  harus sada penanganan optimal sehingga meningkatkan harapan hidup banyak orang. 

Deteksi dini sendiri sebenarnya kunci agar penyintas kanker dapat berkurang. Selain itu juga butuh terbentuknya sinergi antara berbagai pihak baik pemerintah, dokter, rumah sakit maupun komunitas untuk peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai deteksi dini kanker hati. Iyes, tidak bisa sendiri. Bersama-sama bisa past!

Makanya deteksi dini itu penting karena bisa menjadi perbaikan resiko bertambahnya pasien kanker hati. Dan apabila itu terjadi, pengobatan yang dilakukan masih bisa membuat semangat pasien kanker sembuh.

Beberapa gejala kanker hati yang bisa kita lihat adalah seperti turun berat badan, tidak berselera makan, perut begah, mual, muntah-muntah, bagian bawah tulang rusuk sesak karena hati bengkak, kulit gatal, demam, kulit dan mata menjadi kuning, bahkan sampai ada yang pendarahan. Hiks.

Harapan Pasien Kanker Hati di Imunoterapi 


Di webinar Era Baru Untuk Pasien Kanker Hati, saya baru tahu kalau ternyata sudah ada Imunoterapi pertama untuk pasien Kanker Hati yang disetujui BPOM. Ini seperti membawa angin segar untuk para penyintas kanker dan keluarga agar selalu semangat menjalani pengobatan yang pasti membutuhkan waktu, tenaga, dan hati.

Imunoterapi, Harapan Hidup Pasien Kanker Hati

Webinar ini dimoderatori oleh dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed. Sebagai nara sumber ada dr. Ait-Allah Mejri (Presiden Direktur, PT Roche Indonesia), Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D. Sp.THT-KL(K) MARS* (Direktur Jenderal, Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan x Beban kanker hati di Indonesia dan unmet needs), DR. Dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH, FINASIM dan Dr. dr. Agus Susanto Kosasih, Sp.PK(K), MARS. 

Selain itu juga dihadiri Ibu Evy dan Ibu Erly dari komunitas pasien kanker hati. Komunitas gini emang penting loh. Karena biasanya saya butuh pengalaman orang lain untuk sharing pengobatannya agar bisa saya ikuti. Bisa curhat keluh kesah juga selama menjalani kanker dll. Wadah begini juga kadang menambah kita lebih semangat karena semua saling menyemangati dan berjuang.

Makanya ternyata ada imunoterapi yang bisa membuat pasien kanker hati memiliki harapan hhidup lebih baik untuk kesembuhan sangat disambut baik oleh para pasien kanker. Apalagi sekarang BPOM menyetujui imunoterapi ini dan ini adalah yang pertama kalinya ada. 

Roche

Dr. Ait-Allah Mejri, Presiden Direktur Roche Indonesia, bilang kalau kanker ini adalah masalah bersama. Roche terus mengajak berbagai kalangan untuk bersinergi agar diagnosis kanker bisa lebih dini dan pengobatan kanker lebih berkualitas ke depannya. Harapan Roche juga adalah pengobatan kanker bisa diberikan pemerintah melalui Jaminan Kesehatan Nasional.

Roche sejak 1896 adalah perusahaan yang merupakan perintis di bidang farmasi dan diagnostik di dunia, dengan fokus pada pengembangan sains untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Dengan imunoterapi yang dibuat untuk terapi sistemik bagi pasien kanker hati tipe karsinoma sel hati stadium lanjut yaitu  Imunoterapi Atezolizumab dengan kombinasi bevacizumab, merupakan imunoterapi pertama yang disetujui oleh BPOM untuk para pasien kanker hati. 

Makanya tidak heran kalau selama sebelas tahun berturut-turut, Roche mendapat penghargaan sebagai salah satu perusahaan paling berkelanjutan di industri farmasi oleh Dow Jones Sustainability Indices (DJSI). Cek websitenya deh di www.roche.com. 

Imunoterapi ini bisa dilakukan pada pasien stadium tingkat lanjut, asal memenuhi beberapa syarat yaitu pasien kanker hati tipe karsinoma sel hati stadium lanjut atau yang tidak dapat dioperasi dan belum pernah mendapatkan pengobatan sebelumnya. Jadi misalnya sudah mendapatkan pengobatan tidak disarankan menggunakan imunoterapi kecuali stadium tinggi. 

Kerja imunoterapi ini dengan membantu sistem imun di tubuh manusia untuk secara spesifik membunuh sel kanker. Studi klinis menyebutkan penggunaan Atezolizumab yang dikombinasikan dengan Bevacizumab meningkatkan angka kesintasan hingga 19,2 bulan atau 34% lebih tinggi dibandingkan dengan pengobatan standar7 dan mencegah perburukan penyakit hingga 6,9 bulan atau perbaikan hasil pengobatan hingga 35% dibandingkan dengan pengobatan saat ini.

Karenanya agar penyintas semakin sedikit dibutuhkan pemeriksaan menyeluruh dan rutin seperti pemeriksaan kanker yang berteknologi tinggi seperti PIVKA II. Dengan PIVKA II, keakuratan surveilans sangat besar. Sehingga bila semakin cepat dideteksi, maka akan semakin cepat mendapatkan penanganan yang tepat. 

Selain melakukan tes PIVKA II pakai sampel darah dengan metode ECLIA, juga dibutuhkan pemeriksaan klinis lainnya seperti CT-Scan, MRI dan biopsi.

Tidak mudah memang untuk sembuh, tapi imunoterapi membuat para pasien kanker mulai semangat kembali. Karena harapan itu masih ada. Pasti! Saya, kamu dan mereka akan selalu mendukung Indonesia lebh sehat. Semangat para pasien kanker hati, Imunoterapi akan membantu kesembuhan! Selalu semangat! 

Terima kasih Roche, sekarang para pasien kanker bisa berharap untuk sehat kembali berkat Imunoterapi.

26 komentar:

  1. wah keren ini webinarnya, mengingat organ hati yang penting banget untuk kita apalagi kalau sampai kanker hati ini pasti harus didukung untuk sembuh.

    BalasHapus
  2. Ya Allah, ayahku juga meninggal karena kanker. Pokoknya apapun jenisnya, dengar kata kanker langsung ngeri. Sehat-sehat terus Mba', Aamiin.

    BalasHapus
  3. Kanker hati ini salah satunya yg dialami pak Dahlan Iskan kan ya
    Sampai beliau operasi ganti hati. yg mana, pasti tarifnya super mahaaallll

    wah, sekarang ada Imunoterapi, semoga ini bisa menjadi harapan baru utk semua pasien.

    BalasHapus
  4. Semoga Mbak Echa kini jauh lebih sehat ya..semoga ga kambuh lagi kankernya. Semangat!!
    Saya baru tahu jika sudah ada Imunoterapi pertama untuk pasien Kanker Hati yang disetujui BPOM.
    Senangnya, semoga ini memotivasi para penyintas kanker dan keluarga agar selalu semangat menjalani pengobatan yang pasti membutuhkan waktu, tenaga, dan hati.

    BalasHapus
  5. Jujurly, sebagai yang pernah berkecimpung di dunia obat obatan kanker selama 2 tahunan, kanker tetap sebagai penyakit yang tak pernah bisa diduga. ya, memang harus diupayakan maksimal dan mencoba beraneka terapi juga, karena penting memiliki hati dan pikiran positif.

    Aku berhadapan dengan 2 anggota keluarga yang meninggal karena kanker dan sudah berobat keliling dunia, bahkan... so, berharap semoga after this ada sedikit cahaya terang untuk penderita

    BalasHapus
  6. Roche nih babyak ngeluarin produk2 yang bagus utk penderita kanker ya. Waktu itu saya pernah hadir utk edukasi produk roche yang kanker payudara. Semoga aja makin banyak produk roche yang bisa membuat penyitas kanker terobati. Aamiin

    BalasHapus
  7. Kakak laki-laki ibuku meninggal karena kanker hati ini, sedih banget sudah berusaha berobat sampai keluar negeri dan bermacam terapi. Semoga imunoterapi menjadi solusi bagi penyintas kanker yaa

    BalasHapus
  8. Jangan² almarhum omku dulu itu kena kanker hati ya. Tapi ada juga yg bilang kalo beliau mengidap hepatitis yg akut. Baca indikasi gejala kanker hati aku jadi bisa mengidentifikasi nih kalo pas lagi sakit atau gak enak badan.

    BalasHapus
  9. Mbaaaaa aku baru tau tentang cerita kamu. Alhamdulillah ya sudah sehat.
    Aku tu takut banget klo denger kata kanker. Silent killer banget gak sih. Kadang kitanya gak sadar klo ada gejala. Seringnya kan gitu ya.

    BalasHapus
  10. Saya juga selalu sedih kalau mikirin kanker. Ada 2 orang di keluarga yang terkena kanker. Satu keponakan kena leukemia, wafat di usia 5 tahun. Sekarang ada tante yang sedang berjuang melawan kanker serviks.

    Setiap ada berita tentang penyembuhan kanker tentu seperti memberi angin segar. Semacam ada harapan. Semoga aja gak hanya kanker hati. Tetapi, semua penyakit kanker juga semakin mudah pengobatannya

    BalasHapus
  11. Kalau dengar kata kanker masih bikin sedih karena dulu mama dan eyang meninggal karena kanker. Salut dengan Roche yang tak henti memberikan harapan serta terobosan bagi penderita kanker. Semangat juga buat mba Echa

    BalasHapus
  12. Imunoterapi adalah salah satu pengobatan yang tepat untuk pasien Kanker. Pasien Kanker juga bisa sembuh jika mendapat penanganan yang tepat, seperti cerita teman saya yang terkena kanker juga. Alhamdulillah sampai saat ini dia udah selesai pengobatan dan bisa beraktivitas seperti semula.

    BalasHapus
  13. Syukurlah sudah ada solusi untuk pengobatan kanker hati, sedih aku baca artikel ini ingat ibu mertuaku yang mengalaminya meskipun saat terdeteksi sudah stadium lanjut dan tidak bisa tertolong lagi tapi setidaknya untuk yang terdeteksi sejak dini ada harapan untuk lebih baik kesehatannya bahkan bisa sembuh. Soalnya aku tahu benar betapa tersiksanya pasien kanker hati apalagi potensi untuk menimbulkan penyakit lain sangat besar.

    BalasHapus
  14. papahku tahun 2014 berpulang karena kanker hati, dulu itu cepat banget rasanya. Dari tau kalau ada kanker sudah di stadium akhir dan harapan untuk hidup itu tipis banget. Semoga sekarang ini dengan adanya imunoterapi bisa membawa harapan untuk mereka yang berjuang.

    BalasHapus
  15. Aku baru tau ttg imunotherapi ini mba. Dari baca ini jd tau banyak ttg kanker hati. Aku cm tau dr film aja gimana. Tyt sebegininya. Heu. Smg kita semua disehatkan. Semangat mba

    BalasHapus
  16. Salah satu ikhtiar, solusi untuk mengobati kanker hati dalah dengan imunoterapi. Semoga dengan adanya imunoterapi, pnderita kanker makin semangat menjalani pengobatan dan bisa sehat kembali, aamiin.

    BalasHapus
  17. Wah senang sekali bisa dapat ilmunya ya Mbk, ibuku dulu menjelang meninggal tahunya hepatitis dan mau cek lagi soal organ hatinya keburu wafat. Semoga kita sehat ya

    BalasHapus
  18. Alhamdulillah ya ada temuan dan pengesahan pengobatan ini. Jadi ada harapan baru untuk pasien kanker hati. Semoga saja menambah harapan dan kualitas hidup banyak pasien kanker. Aamiin.

    BalasHapus
  19. Semoga dengan imunoterapi bisa membantu banyak pasien kanker hati ya mak, doa terbaik buat mereka dan buat kita semua supaya selalu sehat

    BalasHapus
  20. Berat sekali, kak...bagi penderita kanker dan keluarga.
    Harapannya semakin canggih ditemukannya metode penyembuhan semoga semakin besar harapan untuk hidup bagi para pasien.

    BalasHapus
  21. Alhamdulillah ada solusi untuk pengobatan kanker hati ini ya mbak
    Biasanya banyak kasus kanker hati ini diselesaikan dengan cangkok hati

    BalasHapus
  22. tetap tenang, ini penting banget ya saat pertama di diagnosis ada kanker dalam tubuh, termasuk juga kanker hati. Kalau tenang, pasti selanjutnya bisa tepat mengambil keputusan apa saja yang harus dilakukan untuk penanganan kankernya.

    BalasHapus
  23. Memang pada umumnya kalau seseorang tidak rutin melakukan cek kesehatan akan susah mendeteksi gejala penyakit dalam tubuhnya. Misal terasa nggak enak dianggap capek, trus istirahat aja cukup. Ntar pas keluhan udah mulai berat baru periksa, walhasil baru ketahuan pas stadium berat. Apalagi kalau kanker biasanya cepet banget menuju stadium akhir jika tidak ada penanganan sejak dini. Semoga saja dengan imunoterapi jadi makin besar harapan hidup bagi penderita kanker hati.

    BalasHapus
  24. Kabar gembira buat penderita kanker hati, karena penyakit satu ini banyak yang mengambil tindakan dengan cangkok hati. Senoga dengan hadirnya inovasi baru dari Roche akan menjadi solusi bagi penderita kanker hati, aamiin

    BalasHapus
  25. Sedih kalau ngomongin kanker. Jadi ingat almarhum bapak dan adikku yang harus berjuang menghadapi kanker. Alhamdulillah, sekarang sudah ada imunoterapi. Semoga dapat membantu para penderita kanker, terutama kanker hati, ya.

    BalasHapus
  26. Ada harapan untuk sembuh dg ikhtiar imunoterapi ya. Aku mendampingi temen yg nerapin FC untuk kanker mungkin bisa kolab dg ikhtiar imunoterapi.

    BalasHapus

Monggo komen dengan bahasa sopan yoo... Mohon maaf juga link hidup saya hapus komentarnya.. ^^