Migrasi Televisi Digital Indonesia, Harapan Tayangan Sehat Keluarga

Migrasi Televisi Digital Indonesia, Harapan Tayangan Sehat Keluarga

"Geser sedikit ke kiri, masih buram ini"
"Sudah terang belum?"
"Belum, coba ke kiri lagi. Cuma muncul suaranya ini TV-nya"
"Sudah bagus belum?"
"Belum, coba lagi Pih! Masih bintik-bintik gambarnya"

Pasti beberapa orang pada umumnya pernah mengalami percakapan di atas saat mencari siaran televisi. Bagi daerah yang termasuk susah sinyal siaran televisi atau kita kenal dengan sebutan blank spot, kejadian itu kerap dialami. Ketika sedang asyik melihat tayangan TV, tiba-tiba gambarnya hilang dan yang muncul hanya suaranya saja. Belum lagi kalau stasiun televisi yang diinginkan untuk ditonton sinyalnya lemah, padahal film drama lagi seru. 


Sudah sejak lama, televisi menjadi sarana hiburan bagi banyak orang. Baik anak sampai dewasa semua senang menonton tv, walau sekarang sudah bisa menggunakan gawai seperti handphone atau tablet, tapi yang dilihat kadang tetap siaran televisi langsung. Hal ini sangat membantu bagi masyarakat yang tinggal di daerah lemah sinyal siaran TV analog. Namun menggunakan internet untuk streaming sangatlah memakan biaya banyak, mengingat penduduk Indonesia tinggal di berbagai tempat. Sehingga banyak masyarakat yang sinyal siaran TV analognya susah, mau tidak mau harus mengeluarkan budget untuk kuota internet, parabola atau TV berlangganan dengan harga yang lebih mahal.

Selain itu, tayangan televisi saat ini isinya sangat beragam. Untuk sebuah keluarga muda yang memiliki anak kecil, hal ini harus menjadi perhatian. Jangan sampai anak menonton tayangan yang tidak cocok sesuai umurnya. Sayangnya memilih tayangan sesuai usia kalau di channel TV analog Indonesia sedikit susah. Tidak jarang ketika sedang menonton sinetron, tiba-tiba anak ingin ikutan menonton juga. Bila adegannya masih wajar, pasti orang tua bolehkan. Namun kadang kala banyak adegan yang mungkin kurang bijak untuk anak. Jadi tugas orang tuanyalah yang wajib menyuguhkan tayangan sehat untuk para generasi masa depan bangsa.

Orang tua bisa memberikan peraturan agar anak menonton televisi hanya pada jam-jam tayangan anak berlangsung. Ini untuk menghindari banyaknya tontonan yang kurang pantas bagi anak-anak, mulai dari tayangan iklan hingga jalan cerita filmnya. 

Hal ini memang banyak dikeluhkan orang tua manapun karena bisa banget dicontoh anak adegan-adegan yang kurang tepat untuk usia anak. Soalnya anak-anak memang mudah menyerap  apa yang dilihat dan didengar. Kalau kita tidak memberikan tayangan yang tepat ya susah juga. Betul tidak?

Banyak orang tua yang memang mencari kenyamanan dengan anak dengan memberikan film-film khusus anak dengan jadwal tayang berbeda-beda. Tapi banyak juga yang memilih menonton youtube yang minim iklan, jadi saat anak menonton memang hanya melihat dan mendengar konten youtube anak yang diberikan saja. Bebas gambar buram juga, walau yang pasti kuota internet akan berkurang cepat karena terkuras drastis untuk streaming.

Migrasi Televisi Digital Indonesia, Harapan Tayangan Sehat Keluarga

Pemerintah sendiri menanggapi berbagai keluhan masalah pertelevisian dengan baik. Mulai dari pengawasan penayangan yang harus melewati filter KPI dulu, hingga sekarang pemerintah juga mengusahakan untuk membuat siaran analog yang biasa dikonsumsi diubah menjadi siaran digital yang tentunya lebih menguntungkan.

Dijamin sibuk-sibuk cari saluran yang bisa ditonton karena sinyalnya lemah dan bikin mata perih karena semut gangguan siaran di televisi tidak akan terjadi lagi.

Kenapa Harus Migrasi Ke Siaran TV Digital?


Keputusan pemerintah ini berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja UU nomor 32/2020, yang sangat mendukung program transformasi digital. Salah satu perwujudan itu adalah dengan membuat program migrasi penyiaran televisi (TV) dari analog ke digital (Analog Switch Off/ASO). Dan dalam jangka waktu 2 tahun semenjak ditetapkan UU tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berusaha untul mewujudkan program migrasi digitalisasi penyiaran ini tepat waktu. 

Perlu kita ketahui kalau di Indonesia ada 701 channel siaran televisi. Jumlah ini sangat banyak dan tidak banyak yang tahu, mengingat yang bisa ditonton rata-rata sekitar 50 channel saja. Jumlah siaran TV analog ini terdiri dari 192 siaran televisi lokal seperti khusus daerah tertentu saja, 14 siaran televisi komunitas, beberapa stasiun televisi yang dikelola pemda di luar TVRI dan sisanya stasiun televisi yang dikelola manual oleh para konten kreator untuk menciptakan siaran televisi yang mumpuni.

Sekarang pemerintah mengajak untuk mengajak semua stasiun televisi ini menjadi siaran digital. Dan perubahan dari siaran analog ke digital ini jelas banyak manfaatnya. Terutama bakal bikin bersih gambarnya, jernih suaranya dan canggih teknologinya. Tahu tidak sih kalau televisi analog ini sudah beraksi selama 60 tahun? Karena itu seiring perkembangan zaman memang harus makin dikembangkan dunia pertelevisiannya.  Jadi kalau diubah ke TV digital, maka siaran televisi memakai sinyal digital dan sistem kompresi, yang memberikan kualitas siaran yang lebih baik dari TV analog.

Migrasi Televisi Digital Indonesia, Harapan Tayangan Sehat Keluarga

Rencananya akan dilakukan ASO (Analog Switch Off) atau penghentian sinyal analog pada tanggal 17 Agustus 2021 yang bertepatan dengan ulang tahun kemerdekaan. Tapi ternyata rencana diubah sampai 2 November 2022 harus sudah semua menjadi siaran TV digital.

Penundaan ini memberi harapan besar bagi banyak orang, dimana persiapannya akan lebih matang. Yang tadinya akan dibuat sebanyak 5 tahap pemindahannya sekarang menjadi 3 tahap saja dengan lebih terencana. 

Ada banyak kelebihan siaran TV digital dibandingkan TV analog yang perlu kita ketahui. 

Yang pertama, gratis atau free to air. Hal ini yang menjadi poin utama orang saat pemerintah akan membuat TV digital, jangan-jangan nanti bayar. Ternyata tidak loh! Siaran TV digital ini semua gratis. Masyarakat tidak akan dikenakan biaya bulanan untuk berlangganan dan tentunya semua channel televisi bisa diakses dengan baik.

Yang kedua, dengan perubahan siaran TV digital maka akan membuat kualitas gambar yang dihasilkan tajam dan kejernihan suara sangat bagus menyerupai High Definition. Ini berkat teknologi mutakhir sehingga siaran TV digital akan dapat ditonton dengan sangat baik di rumah. Jadi kita tidak akan pernah lagi mendapat tayangan yang buram, bintik-bintik semut dan terganggu gambarnya saat menonton seperti ketika kita menonton siaran TV analog. 

Yang ketiga, jangkauan siaran yang luas dan tentu akan sangat menguntungkan baik pihak stasiun televisi dan masyarakat. Yang tadinya di Jember tidak bisa menonton siaran TV area Bandung atau Makassar, sekarang bisa menonton tayangan semua daerah. 

Yang keempat, dengan siaran televisi digital akan menciptakan banyak pekerjaan termasuk peluang konten kreator berkarya. Karena semua akan berusaha membuat tayangan terbaik agar bisa ditonton banyak orang.

Migrasi Siaran Televisi Digital Indonesia

Malah kabarnya, berkat siaran TV digital ini kecepatan internet kita akan semakin bertambah. Bisa dibayangkan ya, saat ini Indonesia dengan pengguna banyak kecepatan internetnya sangat kecil dibanding negara lain. 

Banyak orang tua yang mendukung adanya siaran TV digital ini. Karena hanya di siaran TV digital ada parental locknya. Orang tua bisa memilih tayangan TV yang mau ditonton plus sesuai usia untuk anak-anak tanpa harus streaming menghabiskan kuota internet. Lebih nyaman kan orang tua saat melihat anaknya memang menonton tayangan yang sesuai mereka. Minim adegan kekerasan bahkan adegan lain yang kurang tepat buat dikonsumsi anak-anak. 

Migrasi Siaran Televisi Digital Indonesia

Yang seru juga, siaran TV digital ini memiliki maskot yang sangat lucu dan anak-anak pasti suka. Namanya MODI kepanjangannya maskot digital Indonesia. Dengan bentuk komodo yang melambangkan pertahanan tak lekang waktu. Dominasi warna kuning pada MODI untuk menggambarkan keceriaan dan keramahan. Lalu warna biru dan antena di kedua telinga MODI yang berarti simbol kemajuan teknologi televisi.

Apa Yang Dipersiapkan Untuk Siaran TV Digital?


Banyak pertanyaan dari masyarakat saat ini tentang pemindahan migrasi siaran televisi. Walau berkali-kali sudah disosialisasikan, masih banyak yang belum tahu apa yang harus dilakukan untuk dapat menikmati saluran TV digital ini.

Migrasi Siaran Televisi Digital Indonesia

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk migrasi ke saluran TV digital, yaitu :

1. Cek televisi kita.
Termasuk TV analog atau TV digital. Bila sudah termasuk TV digital, maka tinggal mencari salurannya saja dan nanti akan dapat siaran TV digital. Tapi bila belum sebaiknya harus membeli set top box.

2. Gunakan STB (Set Top Box) yang direkomendasikan
Bila TV masih analog, kita bisa menambahkan decoder yaitu STB tipe DVB T2 untuk menangkap siaran TV digital. Jangan takut harganya tidak mahal, hanya sekitar 200ribuan saja. Dan pemerintah juga akan membagikan STB ini gratis bagi masyarakat kurang mampu. Sehingga mereka pun bisa mendapatakaN siaran TV digital.

3. Pakai antena biasa saja yang ada di rumah. Karena cukup menggunakan antena UHF saja agar kita bisa mendapatkan sinyal siaran TV digital. Arahkan antena UHF berdasarkan letak dan kekuatan MUX terdekat lokasi tempat tinggal. 

Migrasi Siaran Televisi Digital Indonesia

Jangan lupa juga untuk menginstal aplikasi sinyaltvdigital agar dapat mengecek seberapa kuat sinyal siaran TV digital di daerah kita. Aplikasi ini juga akan memberitahu letak menara siar atau MUX terdekat. Aplikasi ini gratis dapat diunduh langsung di app store. 

Cukup mudah bukan?


Dengan adanya siaran televisi digital ini, orang tua akan mendapat kemudahan menentukan tayangan yang akan ditonton oleh anak-anak dan keluarga. Karena tayangan sehat akan membuat hidup lebih sehat. Anak-anak diharapkan hanya akan menonton tayangan televisi yang sesuai usia. Sehingga orang tua tetap dapat mendidik para generasi bangsa Indonesia dengan baik berkat kebijakan dalam pemberian tayangan sehat di siaran tv digital. Tentunya semua ini akan berjalan lancar bila ada kerjasama antara anak, orang tua, masyarakat, stasiun tv dan pemerintah. Migrasi TV digital adalah salah satu jalan untuk mewujudkannya. 

Sudah siap memberikan tayangan untuk anak-anak kita menggunakan siaran TV digital?. Mari berikan tayangan sehat untuk keluarga. Karena semua pendidikan dimulai dari keluarga. Harapan itu sudah ada. Yuk migrasi ke siaran TV digital!

Migrasi Siaran Televisi Digital Indonesia

Komentar

  1. Kalau diminta memilih pastinya semua orang memilih TV digital, sih yang jangkauan channelnya lebih luas dan gambarnya berkualitas, hehe, tapi harus tetap memilih tontonan yang sehat apalagi untuk anak, ya.

    BalasHapus
  2. baru seminggu yang lalu rumah kakakku TV nya udah beralih ke TV digital, jadi memang harus beli alatnya dulu ya mak? aku sih masih pakai TV kabel.

    BalasHapus
  3. Aaakk, senangnyaaaa kalo kita semua udah bisa menikmati siaran TV digital!
    Bisa memberikan hiburan, edukasi, tayangan berkualitas utk keluarga Indonesia.
    Sungguh mantulitaaa
    semoga semuanya berjalan lancaaarrr

    BalasHapus
  4. Asik banget kalao kita udah bisa nonton TV digital ya... kualitas gambar lebih oke.. gratis lagi.. Apalagi bisa pilih juga tontonannya mana yang sesuai untuk keluarga terutama anak-anak

    BalasHapus
  5. Wah, tvku bakal pasang top set box deh krn menurutku belum termasuk kategori tv digital. Udah wanti-wanti paksu sih ttg tv digital tapi dianya masih santay sajo. Ya memang harus terus diingatkan nih beliau.

    BalasHapus
  6. Waini, yang ditunggu-tunggu. Ternyata memang banyak kelebihannya ya TV digital itu. Yang paling seneng adalah gambar yang jelas, gak ada semutnya hehe..

    BalasHapus
  7. Saya di rumah sudah pindah dooong dari tv analog ke tv digital. jerniiiiih... xixixi.. memang sekarang semua sudah disarankan pindah ya dari analog ke digital.

    BalasHapus
  8. TV sudah jadi bagian hidup ya mam. Apalagi selarang beberapa materi sekolah anak PAUD disampaikan lewat media TV. Dengan TV digit daya jangkauan bisa makin luas ya? Channel berapa sih mam.

    BalasHapus
  9. Oke banget nih dari analog pindah ke tv digital. Selain kualitas suara dan gambar lebih bagus, kita bisa menentukan tayangan mana yang cocok untuk anak agar mereka tidak terpapar tontonan yang tidak semestinya mereka saksikan.

    BalasHapus
  10. Aku baru tau loh kalo ternyata banyak banget ya saluran tivi baik lokal, nasional dan komunitas di Indonesia ini. Hahaha kudet banget aku ternyata sampe ratusan wkkwkw.

    BalasHapus
  11. Dengan tivi digital nantinya banyak sekali tayangan yang bisa ditonton ya. Menariknya, bisa parental lock Penasaran seperti apakah itu.

    BalasHapus
  12. Di rumah masa kacilku (rumah emak ^-^) pakai parabola. Kan nampak tuh list channel tv yang alamaaak banyaknya, dari channel yang mainstream sampai yg gak kenal samsek. Dari mak echa baru tau kalau jumlah channel tv di indo ada 700an...mak jaang banyaknya. Kalaus sehari nonton stausiun, dua tahun baru habis wkwkkw

    Aku pernah dibikin takjub waktu duluuuuuu mblusuk2 ke Sukabumi yang kampung2 gitu. Kalau di kampungku waktu itu, parabola adalah barang mewah karena UHF bisa nangkep siaran TV. Sementara di sana, satu2nya cara untuk menangkan siaran TV ya harus pakai parabola. Jadi, rumah bambu pun kalau punya TV ya pakai parabola. Waktu itu baru tahu, kalau di Jawa sekalipun, belum semua daerah bisa menangkap siaran TV dengan leluasa. Entah kalau sekarang yaaa...

    BalasHapus
  13. Gaptekkk. Aku baru paham maksud tv digital seperti apa setelah baca penjelasanmu di atas, mbak. Jadi ini tuh perlu STB kalau yg masih tv analog. Berarti macem tv punyaku dulu itu analog yah kalau mau pasang tv kabel pakai beli STB. Maklum, udah lama enggak pakai TV di rumah

    BalasHapus
  14. Aku masih agak ra mudheng, Cha
    jadi TV Digital ini nantinya cara aksesnya sama kayak Youtube gitu?
    Streaming? atau apa?

    soalnya baru aja nyaman dengan TV kabel (walau ya gitu deh ada yang ga pake parental lock itu bahaya)

    BalasHapus
  15. Hidup di era serba digital, TV pun migrasi ke digital karena jelas lebih unggul. Bisa nonton dengan gambar lebih bagus, jernih, dan bisa pilih tontonan yang sesuai untuk usia anak.

    BalasHapus
  16. Tv banyak semutnya kaya jaman dulu. Perkembangan teknologi akan membawa dampak pada siaraan yang berkualutas dan mendidik

    BalasHapus
  17. ya ampun, paragraf pertama itu aku banget Bun. Susah bener cari siaran TVtanpa semut yak. Untungnya sekarang ada alternatif untuk siaran yang lebih bersih dan jernih. Senengnya kalau ada banyak pilihan tontonan ramah anaknya

    BalasHapus
  18. Sebentar lagi kayanya hampir semua stasiun TV juga siaran digital. Lebih bagus dong karena kualitas gambar juga lebih jernih. Kita juga sebagai pengguna kenapa engga buat migrasi ke TV Digital

    BalasHapus
  19. Nah, soal alatnya ini unik juga mak, harga di pasaran juga mulai bermain, hehehe. tadinya harga segitu, pas banyak woro2 eh malah naik segini. teman mengalami hal ini. nah, kalo aku numpang Tv nya ama indihome, sama parabola

    BalasHapus
  20. menarik banget ini tv digital mak echa. bagus juga kualitas gambarnya dan anti semut hihihi aku suka pengen ketawa kalau inget semut, karena ini penyakitnya tv analog wkwkwk

    BalasHapus
  21. Sekarang emang bukan jannya tv analog lagi, dengan hadirnya program tv digital, maka makin nyaman nonton di rumah seharian.

    BalasHapus
  22. dengan adanya program peralihan menuju tv digital ini, maka penonton akan mendapatkan tayangan yang lebih berkualitas ya mbak

    BalasHapus
  23. Aku ngalamin nih pas masih punya tv analog. Beberapa channel sampai harus ngubah ubah posisi antena nya. Wkkka sebel. Paling gemes kalo saluran acara anak2 malah buram.duh.untung begitu ganti tv digital jadi ada pilihan youtube yang bebas buram. Intinya aku mendukung banget kalo stasiun tv di Indonesia pd pindah ke digital aja

    BalasHapus
  24. Suka banget sama ulasan kak Echa.
    Aku jadi tertarik buat beralih ke TV digital niih.. Karena selama ini masih analog.
    Tayangan yang berkualitas membuat mata lebih nyaman.

    BalasHapus
  25. wah aku juga suka nonton sopo jarwo loh :D sangat menghibur

    BalasHapus
  26. Kwkwk... say goodbye for analog TV. The new comer of digital TV will makes better of service of good visual. Really nice review...!

    BalasHapus

Posting Komentar

Hayo komen yukkkkkk!