Aku pulang, Ma!



"Nak, pulang Mama kangen. Kita rayakan di Situbondo"


Beberapa hari lagi ulang tahun saya, biasanya selama bertahun-tahun Mama pasti selalu meminta saya untuk pulang ngerayakan ulang tahun di Situbondo. Iya kalau dulu masih single belum menikah, mengunjungi orang tua jauh di sana enak saja. Tidak pakai mikir, karena gajian sangat cukup buat pulang kampung sendiri.

Tapi nyatanya sekarang kan berbeda. Semenjak berkeluarga, pulang kampung itu terasa berat. Karena ongkos pulang sangat mahal, yang biasanya keluar ongkos transport satu orang sekarang harus keluar ongkos berlima. Yang tadinya hanya ratusan ribu ongkos pesawat, sekarang jadi jutaan. Jangan tanya pas lebaran. MasyaAllah naiknya membuat THR lenyap seketika hanya untuk biaya transport. 

Makanya kami hanya menyempatkan diri pas momen lebaran saja. Tapi datangnya sms Mama minta saya pulang setiap ulang tahun selalu sukses bikin galau. Padahal ada banyak alternatif untuk pulang ke Mama di Situbondo, Jawa Timur. Kita bisa memilih transportasi naik mobil, pesawat, kereta, atau bis malam juga bisa. 

Cuma memang setiap transportasi itu beda-beda ya plus minusnya. Kalau mau cepat hemat waktu tapi biaya terasa mahal ya naik pesawat. Kalau mau naik kereta juga enak, santai semalam langsung sampai. Tapi mau pesawat atau kereta semua cuma sampai Surabaya, ke Situbondo perlu 6-7 jam perjalanan lagi.



Tapi sekarang satu-satunya yang bisa kami gunakan adalah transportasi via darat. Bisa naik bis langsung jurusan Bali turun Situbondo atau naik mobil pribadi. Untungnya sekarang lewat jalur darat tidak memakan waktu sehari semalam lagi.

Sekarang sudah ada tol Jakarta joss sampai keluar Surabaya, namanya Tol Trans Jawa. Kalau mau hitung-hitungan biaya transportasi, pakai mobil pribadi ini paling terjangkau buat keluarga kami. Apalagi dengan adanya tol baru Jakarta Surabaya, yang biasanya sehari semalam sekarang cukup ditempuh minimal 12 jam waktu perjalanan.



 Tol Trans Jawa

"Gimana? Mau pulang tidak?"
"Boleh, Pih. Sambil nengokin semuanya"
"Ya udah nanti aku siapin dulu buat berangkat. Semoga rejekinya lancar"
"MasyaAllah. Terima kasih banyak, Pih!"

Obrolan tadi juga membuat saya mengingat beberapa tahun lalu mulai dari masih melajang sampai menikah, transportasi ke rumah memang sangat terbatas. Kalau ke Surabaya sangat banyak alternatifnya, tapi ke Situbondo? Rasanya hampir tidak ada bis melewati kota kelahiran saya itu. Dulu ada arah Bali bisa lewat Situbondo, tapi sekarang tidak lagi bis sudah lewat Jember tanpa melewati Situbondo kalau mau ke Bali.

Tapi dengan adanya banyak perkembangan jalur transportasi, ada banyak sekali alternatif. Pesawat sekarang bahkan ada bandara Banyuwangi. Jadi jaraknya tentu lebih dekat sama Situbondo. Anak-anak kan yang penting nyaman dan aman. Murah tapi tidak aman ya jangan :"(.

Bukan transportasi ke kota kecil saja sekarang berkembang, di kota besar saja sekarang ampun dah bangusnya kayak apa. Dulu, saya mimpi banget ada transportasi kayak MRT bukan seperti kereta KRL yang dulu diatap kereta banyak orang duduk. Sampai mikir itu tidak pada takut jatuh apa ya dari atas, padahal tiketnya cuma seribu rupiah waktu itu.



Pertama kali saya naik MRT itu enak banget rasanya, dingin, lega dan tentu cepat. Sayangnya waktu itu naik pertama kali di Singapura bukan di Indonesia. Dan ternyata semua bukan mimpi. Sekarang jarak dekat ada kereta KRL yang berganti jadi komuter semua jabodetabek, untuk yang jarak jauh juga banyak pembaharuan termasuk tiket ekonomi juga sudah sangat nyaman dibanding dulu saat saya kuliah naik kereta ekonomi.

MRT juga diwujudkan sekarang sudah ada, walau saya belum pernah naik MRT karena belum sempat, insyaAllah sebentar lagi mau nyobain sambil ngajak anak-anak. Pasti mereka senang sekali naik MRT. Wong naik komuter saja senangnya minta ampun, apalagi naik MRT yang lagi hype banget. Iya nggak?


 Pengen naik MRT belum kesampaiannnn :(

Belum lagi sekarang menjamur transportasi online seperti Gojek, Grab dll yang bisa menjadi salah satu pilihan transportasi di kota besar yang biasanya macet jadi cepat sampainya. Untung menteri Perhubungan mengijinkan beroperasinya transportasi online ini ya. Buat saya yang di rumah saja membantu sekali. Aman yang penting dan langsung sampai. 


Saat ini saya percaya perubahan transportasi sangatlah besar ke arah yang lebih baik. Dari yang susah transportasinya, sekarang dimudahkan dengan berbagai kemudahan. Dari yang seram menjadi transportasi yang disayang masyarakat. Tidak perlu jauh-jauh, transportasi ke Situbondo contohnya.

"Mih, InsyaAllah ini sudah cukup untuk kita coba tol trans Jawa", kata Papih menepuk pundakku pelan
"Alhamdulillah, Pih. Pasti keluarga di Situbondo senang kita pulang"
"Iya, Mama apalagi pasti senang"
Sayapun tersenyum mengiyakan.

Tidak sabar rasanya mencoba perjalanan darat naik mobil melewati tol trans Jawa yang sudah dibangun Departemen Perhubungan. Pasti menyenangkan. Anak-anak juga pasti akan sangat menikmatinya. Yang terpenting sesuai dengan budget kami untuk pulang kampung.

Serunya lagi, semua tentang kementrian perhubungan ini bisa kita nikmati di sosial media juga loh. Bisa banget tanya-tanya tentang transportasi apa saja dan update apa saja di @kemenhub151. Monggo ditanya apa saj, pasti adminnya jawab hehehe. Semua serba digitalisasi ya termasuk pemerintahan juga.

Terima kasih Kementrian Perhubungan, saya segera pulang sebentar lagi. Akhir bulan ini, saya bisa merayakan ulang tahun bersama Mama. Mama, saya pulang Ma. Kangen. Tunggu ya. Kita rayakan bersama sambil membaca Al Fatihah di pusara Mama. Saya pulang, Ma.
 

26 comments:

  1. masya Allah, aku bacanya mbrebes mili Cha, al fatehah untuk Ibunda almarhum

    ReplyDelete
  2. Mak dheg mba, dari awal saya mengira dan benar. Mama mba Echa sudah tenang di alam kubur. Selalu ada rindu pulang ke rumah masa kecil ya, :( huhuks

    ReplyDelete
  3. Wahhh, Mak Echa asli Situbondo tho?
    Satu daerah ama JoeCandra :D
    Kapan2 kita meet up di MRT yhaa. Aku biasanya naik dari Lebak Bulus, soale rumah adek iparku di Pamulang

    ReplyDelete
  4. asik pulang saat ulang tahun semoga selamat dan lancar perjalanaannya mbayu, titip salam untuk keluarga di sana

    ReplyDelete
  5. Kalau aku sudah kesampean naik MRT, Cha, hehehe. tapi naik tol trans jawa belum....semakin lancar dan mulus buat pulang kampung ya dengan adanya fasilitas dan trasnportasi yang memadai.

    ReplyDelete
  6. Kok aku jadi mewek sih Mbak Echa baca ini. Huhuhuhu...Al fatihah buat mama yaa...

    ReplyDelete
  7. jadi nangis... sebentar lagi saya juga ulang tahun dan mama selalu menemani saya di hari itu. bercerita gimana lahirnya saya dulu. tapi bukan saya yg pulang, malah mama yg selalu ke sini. rasanya kayak jd anak durhaka

    ReplyDelete
  8. Embaaak... endingnya :( Dari atas itu saya bacanya udah berekspetasi bahwa seneng keluarga besar dan lainnya. Semoga bulan ini jadi pulang ke Situbondo, membacakan Alfatihah tepat di pusara Mama.

    ReplyDelete
  9. Aku jadi baper baca cerita Mbak nih, ternyata Mama udah dipanggil Sang Pencipta ya. Eh tapi emang bener-benet galau kalau Mama tiba-tiba nyuruh pulang waktu kita tinggal jauh dari rumah Mama 😅 beruntung sekarang kemenhub menyediakan transportasi massal yang nyaman untuk pulang dan sarana transportasi yang memadai.

    ReplyDelete
  10. Saya salut banget dengan kinerja Kemenhub, transportasi sekarang makin aman, nyaman, diperbaiki banget, juga infrastruktur yang banyak. Sudah pernah coba tol trans Jawa, wih keceeh mak, perjalanan makin singkat, anak-anak nggak rewel pula.

    ReplyDelete
  11. Yah, Cha. Mewek deh saya bacanya.

    Transportasi dan aksesnya sekarang udah nyaman. Semoga dilancarkan perjalanannya, ya. Aamiin

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah bisa pulang kampung dengan kondisi transportasi yang lebih baik ya sekarang. Jempolan buat Kemenhub. Al Fatihah untuk Mama Mba Echa.

    ReplyDelete
  13. Hiks....kenapa aku mewek baca ini ya Mak Echa. Alfatihah buat mama ya...

    ReplyDelete
  14. mba aku tuh pengen cobain tol yang sampai Surabaya itu lho dari Jakarta, beneran mau road trip bareng keluarga. seru kan yaaa

    ReplyDelete
  15. Ahhh jadi melow lihat foto terakhir. Semoga perjalanan ke Situbondo diberikan kelancaran ya.
    Senang juga ya pembangunan yang mendukung transportasi di daratan banyak kemajuannya selama lima tahun terakhir. Aku pun ikut merasakan kenyamanannya

    ReplyDelete
  16. Mbak Echaaa.. peluk!

    By the way, banyak yang senang soal tol dari Jakarta-Surabaya ini. Berarti jalurnya lewat jalur selatan ya Mbak?

    ReplyDelete
  17. Alfatihah buat Mama Mbak Echa
    Aku baru ngerasaain transportasi dari Jember ke Surabaya lewat Jalan Tol, loss, dan alhamdulillah lancar jaya mbak, Apalagi dari Jakarta ke Situbondo via jalan tol bareng keluarga, insyaallah bisa menghemat biaya transportasinya yah mbak

    ReplyDelete
  18. Alhamduillah ya, transportasi kita semakin bagus. Jadinya ke Situbondo pun bisa lebih cepet dengan adanya tol Trans Jawa. Inget lagi cerita mama Echa deh. Alfatihah buat Mama...

    ReplyDelete
  19. Aku justru Blum pernah ini mba echa k sitibondo kpingin bnget explore tmpat wisata nya smkin mudah nih berkat adanya infrastructure dn transportasi yg lengkap

    ReplyDelete
  20. Wah mbak Echa orang Situbondo toh, jangan-jangan kamu tetanggaan sama Uwan. Hahahaaa... Btw aku sekarang nih masih kagum dengan kemajuan transportasi di Indonesia, apalagi fasilitas yang diberikan. Jadi berasa banget sekarang mau kemana-mana tuh transportasinya mudah.

    ReplyDelete
  21. Semoga perjalanannya pulang ke Situbondo lancar ya mbak. Enak banget sekarang sudah ada bandar udara di Banyuwangi. Bisa lebih dekat ke Situbondo.

    ReplyDelete
  22. Dulu aku pun mengandalkan transportasi darat utk mudik.. meskipun ada pilihan lewat udara. Dan memamg terasa berat.. dan lamanya itu lo.. tp skr mudik serba mudah..

    ReplyDelete
  23. Iya jalan tol udah makin oke di pulau Jawa ini ya mbak. Jalur udaranya aja yg msh blm mengalami perubahan nih, ngarep dibenahin juga :D
    Yang namanya transportasi dan sarananya emang sangat dibutuhkan buat para perantau kyk kita yaaaa

    ReplyDelete
  24. Wah saya belum nyoba nih jalan tol Trans Jawa. Nggak kebayang gimana kerennya jalur sepanjang jalan tol tersebut. Secara sepanjang Jakarta - Surabaya itu ada danau, gunung, pesisir laut, lembah dan lainnya.

    ReplyDelete
  25. Akhir artikel bikin terharu. Al Fatihah untuk mama yaaa...

    Bener banget nih kalau soal perkembangan pembangunan di sektor perhubungan. Masyarakat makin dimudahkan dengan adanya sarana dan dan prasarana yang kian membaik.

    ReplyDelete
  26. Masya Allah, sedih bacanya Cha, peluuuk...Al Fatihah buat Mama, insya Allah beliau sudah tenang di sisi Nya..

    ReplyDelete

Monggo komen yoo... Mohon maaf link hidup saya hapus komentarnya.. ^^