Tips Mengatasi Stress Ketika Pandemi Virus Corona Covid-19

Tips Mengatasi Stress Ketika Pandemi Virus Corona Covid-19

Tips Mengatasi Stress Ketika Pandemi Virus Corona Covid-19. Kita pasti sudah semua tahu, hampir setengah tahun lalu muncul adanya virus baru yaitu virus corona Covid-19. Dan Indonesia kebagian juga ternyata yang mungkin sudah masuk mulai Januari 2020 lalu.


Banyak hal berubah, seperti agak terbatas masalah pergerakan manusia yangbiasa cepat lalu lalangnya. Mulai dari mencari rejeki, pergi belanja, bahkan untuk jalan-jalan saja juga sudah dilarang. Semua diharapkan di rumah saja menghadapi pandemi ini.

Salah satunya kegiatan yang berubaha adalah belajar di rumah. Iya mau tidak mau soalnya ya :”). Secara anak-anak kan banyak berkerumun, misalnya satu kena nanti kena semua kan kasihan. Jangankan covid-19, sakit flu atau cacar saja di sekolah kalau ada yang kena satu orang, hyaaaaaa sekelas kena juga. Makanya saya dukung pemerintah meliburkan anak-anak agar tidak sekolah terlebih dahulu. Yaaa, mau tidak mau sih ya.

Kebayang tidak betenya Raffi di rumah, masuk-masuk langsung SD. Tadinya saya mau masukin Raffi sekolah SD Swasta. Sudah daftar dong, bayar malah. Tapi karena pandemi seperti ini ya mau tidak mau harus berpikir ulang ke depan. Misalnya akan tetap suasana yang sama berarti penghasilan turun kan? Nah, satu-satunya cara aman biar tidak bingung bayar SPP yang jutaan itu ya di sekolah negeri. Aman buat saya dan suami, plus Raffi pastinya. Tidak ditagih uang SPP yang bikin kita kebingungan mau bayar pakai apa. Daon kali aaaaah.

Learning from Home atau biasa disebut belajar di rumah ternyata tidak sesimpel yang saya bayangkan. Angan-angan bisa ngajari Raffi dan Raffa selayaknya bu guru di sekolah ternyata berbanding terbalik. Apalagi ternyata memang mengolah kesabaran itu memang perlu diasah banget dalam hal pelajaran.

Tidak heran banyak orang tua yang tiba-tiba stress harus mengajari sendiri anaknya saat awal-awal. Apalagi kalau anaknya banyak dan butuh untuk online semua. Wew, jadi anaknya 5 kudu punya 5 handphone atau tablet juga dong kita? Pilihan yang syulit dan memusingkan. Karena kaitannya banyak budget uang dan waktu.

Seiring waktu, ternyata learning from home ini bikin saya pasrah. Iya pasrah saja dah. Kalau pusing nanti saya tambah pusing, kasihan anak-anak. Gak tega juga kan? Karena jujur, saat pandemi ini bikin saya takut. Penuh ketakutan. Kira-kira harus bagaimana kalau terus seperti ini suasananya? Penghasilan kita gimana? Anak-anak gimana?

Tidak cukup rempongnya learning from home, kita juga seringkali dibombardir berita hoax atau berita lain yang mendengarnya saja takut setengah mati. Gimana kalau itu terjadi pada saya, anak-anak atau suami saya? Bagaimana? Kecemasan semakin bertambah dengan mencari penghasilan semakin sulit.

Masuk bulan Ramadan apalagi seperti sekarang, yang biasanya sibuk mau pulang kampung sekarang sama sekali tidak diperbolehkan pulang. Ramadan yang paling berbeda ya Allah. Jadi kangen dibangunin sahur suara anak-anak. salat tarawih di masjid dll :"). Tapi ya memang lagi begini, apa boleh buat kan?

Baca juga

Jujur, awal-awal pandemi ini berat buat saya. Ehh dah berjalan pandemi tetep berat ternyata wkwkw. Saya yang masih dalam pengobatan PPD (Post Partum Disease) jelas merasa takut dan cemas. Yang tadinya sudah takut tambah takut lagi. Beberapa kali saya konsul sama psikolog dan psikiater untuk lebih menenangkan saya. Gimana ya? Kebetulan kan lagi mengalami yang namanya PPD, terus udah merasa enakan dikit lah dalah tiba-tiba ada beginian. Kan berabe ya! Yang tadinya sudah lebih tenang saya bisa komunikasi sama orang banyak lagi, tiba-tiba kecemasan datang karena pandemi. Nangis sendiri sudah sering.

Tidak heran, banyak sekali yang mengalami depresi dan kecemasan saat mulai ada pandemi Covid-19 ini. Bos saya sendiri yang saya kenal dia itu selalu positif thinking, pas muncul virus Corona ini dia kelabakan sangat. Bingung gitu gmana bisnis, karyawannya gimana, usahanya gimana dll. Iya sih, saya membayangkan jadi dia pasti tambah mumet.

Cuma kan kadang bingung mau curhat ke siapa kalau lagi cemas gitu. Curhat ke teman, yang ada kadang udah tidak usah bingung bla bla bla yang kadang malah bikin kita tambah pusing. Memang mending ke tempat yang paling benar, saran ahli seperti psikiater atau psikologi. Karena healthy illness, sepanjang pengalaman saya PPD memang harus diobati. Karena kesehatan kita, kitalah yang bisa bangkit sendiri untuk di awal.

Kemarin pas ikutan kulwap Fitri Ariyanti Abidin, M.Psi, Psikolog, seorang dosen dan psikolog anak, ada beberapa yang bisa dijadikan tips mengatasi stress saat terjadi pandemi Virus Corona Covid-1.

Berikut tips mengatasi stress ketika pandemi virus corona covid-19


1. Pilih jadikan stress itu kawan atau lawan. 
Kalau pilih lawan, tunjukkan kalau diri kita bisa melaluinya dengan baik. Kepercayaan diri tinggi akan menambah tingkat keberhasilan mengatasi stress dalam hal apapun.

2. Screening HOSPITAL ANXIETY AND DEPRESSION SCALE (HADS) 
Ini saya punya tes cepatnya saja. Tinggal jawab secara cepat dan lihat hasilnya, seberapa stress dan depresinya kita menghadapi masalah vitus corona covid-19 ini. Paling tidak kita bisa screening dulu, sebenarnya saya itu kenapa?
3. Manajemen stress yang baik
Simpel, tapi sangat susah dijalani. Tapi ternyata, setiap orang memiliki cara mengatasi stress dan ketakutannya. Ada yang nyanyi, curhat, sampai ada yang masak juga jadi salah satu mengatasi stress. Pilih yang buat kita lebih nyaman. Selain itu, saring berita yang malah buat ketakutan ya, waspada boleh stress jangan.

4. Ingat kalau kita tidak sendiri 

Yes, we are not alone. Seluruh orang di dunia ini sedang berusaha melawan virus corona. Bahkan seorang pangeran di kerajaan Inggris juga sama. Presiden kita, guru, orang tua, tetangga sebelah juga mengalami hal yang sama. Dan itu akan lebih membuat kita tenang, kalau kita tidak sendir mengalaminya. 
Percayalah, bahwa banyak orang yang di luar sana sangat sayang sama kita.

5. Konsul ke ahli jiwa bisa lewat Halodoc

Kalau masih dirasa stress tambah berat, tapi kalau pergi ke RS ko takut, karena was-was dll boleh loh dicoba chat sama psikiater atau psikologi pakai aplikasi Halodoc. Di Halodoc ini semua psikolog dan psikiater sudah punya STR jadi jangan takut untuk konsultasi ya. Karena yang takut konsultasi akan berdampak stress bertambah lama.
Chat dokter jiwa psikolog di HALODOC

Kita tinggal pilih siapa yang akan ditemui. Lebih murah bangeeeeeeeeeeeeet daripada kita konsul langsung ke RS. Serius! Biasanya saya kalau ke psikiater bisa kena 400ribuan untuk konsul langsung, tapi kalau di Halodoc cukup membayar 25ribu-kurang dari 100ribu rupiah. Sangat terjangkau. Walau tidak tatap muka langung yang si dokter bisa menilai kondisi kejiwaan kita melainkan secara online konsulnya, paling tidak kita bisa mengetahui solusi mengatasi stress kita. Iya nggak!
Bila diperlukan untuk membeli obat, nanti ada resep yang pastinya biaya ongkos kirimnya gratis. Cucok meong kan?

Tips Mengatasi Stress Ketika Pandemi Virus Corona Covid-19

Nah, sekarang pilihan ada di tangan kita. Mau jadikan stress dam depresi itu sebagai kawan atau lawan? Silahkan dipraktikkan tips mengatasi stress ketika pandemi virus corona covid-19 ini. Semua ini pengalaman pribadi yang mungkin bisa bermanfaat buat orang yang membacanya. Baca tulisan ini seperti ngaca ke muka sendiri semua :"). 

25 comments:

  1. Wah amit-amit ya mak jadiin stress jadi kawan :D mau usir jauh-jauh stres biar hidup tenang. Sangat bermanfaat banget ya aplikasi halodoc ini, bisa konsultasi gratis dokter dari berbagai bidang. Rekomended banget.

    ReplyDelete
  2. Di tengah pandemi, berita yang memborbardir itu bikin sedih, anxiety, dan ngilu
    itu yang menyebabkan kita rentan stres, dan rasanya gemes gitu, hanya ibadah tempat kita healing ya

    ReplyDelete
  3. biasanya ibu-ibu yang lebih panik terkait pandemi covid 19 ini ya mba, rasanya tuh parno aja kalo abis dari luar rumah, harus ganti semua, mandi yang bersih dll

    ReplyDelete
  4. Nah bener banget Cha, ajaklah bersahabat stressnya. Semakin dilawan akan semakin sakit kitanya.
    Sembari bilang ama diri,"selamat datang stress, jangan lama2 ya mampirnya" Insyallah akan lebih ringan.

    ReplyDelete
  5. Duh iya banget ini mbak Cha. Aku banget pas bocah mulai belajar di rumah. Tadinya kupikir bakalan gampang. Karena, waktu belajarnya tuh yaa biasa aja enggak kaya sekolah biasa. Lebih cepet gitu. Tapi, ternyata kusering tak sabar. Alhasil, jadi ketergantungan ngegoogle jawaban. Daripada aku pusing hehehehe

    ReplyDelete
  6. wah murah banget biaya konsultasinya. daripada kudu ketemuan di rumah sakit kan nakutin banget. aman konsultasi via halodoc aja :)

    ReplyDelete
  7. Waspada boleh, stres jangan. Setuju banget Cha. Banyak nih di WAG yang aku ikutin pada ngeshare berita-berita yang malah bikin parno. Jadi harus rajin clear chat juga karena memori jadi rada berat dijejelin foto-foto soal Corona ini

    ReplyDelete
  8. Main tik tok biar stress nya tersalurkan makk wkwkwkk.. btw di halodoc sudah bisa konsul masalah kejiwaan juga ya? Pengen coba hehe

    ReplyDelete
  9. Hasyik, bisa konsultasi kejiwaan secara online, dan biayanya jauuuh lebih murah dibanding ketemu dokternya secara tatap muka. Sangat membantu fiturnya halodoc ini

    ReplyDelete
  10. Fitri Ariyanti ini psikolog paporit aku juga Mak.
    Doi blogger juga kan?
    Ahhh, sip dah ada Halodoc.
    Daku juga demen bangeett ada app ini

    ReplyDelete
  11. Makasih tipsnya ca, jadi halodoc ini banyak fiturnya ya, aku udah lama gak buka aplikasinya

    ReplyDelete
  12. Yup1 Saat ini memang harus bisa banget deh mengelola stress. Di Halodoc komplit juga dokter spesialisnya

    ReplyDelete
  13. Benar Cha, pas pandemi mulai langsung kepikiran ini, banyak yang bakal stres karena situasi ngga pasti, mulai banyak PHK, berusaha membahagiakan diri sendiri dan ngga panik, semoga kita bisa melaluinya dengan baik. aamiin..

    ReplyDelete
  14. Baru tau deh bisa konsul kejiwaan di halodoc juga. Biaya konsultasinya terjangkau banget ya mbak. Kalau ke dokter spesialis lain kira2 biaya di kisaran itu juga kah, atau beda2?

    ReplyDelete
  15. Awal muncul di Indonesia, aku sempat panik mba karena terpaan berita dari tim liputan didominasi oleh korona. Tapi semakin sadar bahwa ini harus dihadapi. InsyaAllah semoga kita sehat ya

    ReplyDelete
  16. Halodoc ini keren banget ya fitur-fitur dan layanannya. Bisa sampai tahap konsultasi dengan dokter dari berbagai disiplin ilmu.

    ReplyDelete
  17. Stress pas lihat berita yang kena corona dna meninggal huhuh jadinya khawatir dan konon katanya kalau stress imun turun ya, makanya pas tau itu saya jadinya banyak berdoa aja deh dan jaga kebersihan saja, yuhu nih aplikasi haloDoc wajib banget diinstall soalnya fiturnya oke - oke.

    ReplyDelete
  18. Sejujurnya emang stress kondisinya saat ini aku juga cari hiburan terus soalnya yang berdampak semua orang termasuk masalah keuangan kan sensitif

    ReplyDelete
  19. Iya jangan ke rumah sakit dulu saat pandemi gini. Apalagi ada aplikasi Halodoc yang bisa bantu chat konsultasi dokter dan bisa pilih sendiri ya

    ReplyDelete
  20. Kondisi pandemi corona ini memang bikin banyak orang tertekan, terutama karena berdampak ke sektor ekonomi. Tapi Insya Allah kita semua bakalan kuat melaluinya ya, asalkan bisa melakukan manajemen stress. Berat sih pasti ya, tapi tetap harus diusahakan.

    ReplyDelete
  21. Kalau ingat bahwa kita gak sendiri dalam menghadapi pandemi ini, kayaknya gak jadi stes deh! Bahkan harus banyak bersyukur karena masih banyak yang gak banyak beruntung

    ReplyDelete
  22. aku pake halodoc juga, buat konsultasi soal kesehatan, termasuk periksa kesehatan, waktu awal2 pas heboh corona, maklum saya dan suai, usai melakukan perjalanan dari luar kota.keren halodoc nih

    ReplyDelete
  23. Eh baru ngeh kalau di halodoc bisa konsul kejiwaan. Gak mesti konsul soal corona bis asola yg lain jg kan ya hehe
    Soal corona emang kalau gak kuat mending kurangin porsi beritanya namun jgn sampai terlena, krn bagaimanapun jg info apdetannya jg penting sih imho

    ReplyDelete
  24. lg hitung dedek di rumah mbak echa, iyaaa mereka R itu. waaah ponakan saya cm 1 ajah mama saya yg ajari sampai puyeng. mana tugasnya disetor tiap hari artha doain mbak echa selalu sehat, semangat dan berkurang tingkat stress nya. selalu bahagia ya mbak...

    ReplyDelete
  25. aplikasi ini layananya lengkap ya mbak, dari rumah tetap bisa periksa kesehatan diri maupun kesehatan jiwa

    ReplyDelete

Monggo komen yoo... Mohon maaf link hidup saya hapus komentarnya.. ^^