Teknologi UVC di Rumah Untuk Keluarga

Lagi pandemi seperti ini, setiap orang tua pasti ketar ketir ya. Apalagi misalnya kita sering ke luar rumah walau cuma jajan rempe di warung resiko terkena  virus dan kuman pasti ada. Saya juga begitu wong punya anak kecil harus ekstra hati-hati ini sama masalah kebersihan.

Kadang malah saya mikir, kalau nerima paket dari luar. Habis disemprot anti virus bakteri masih saja deg-degan ini takutnya masih ada yang stay belum mati. Kepegang anak-anak duh dadah babay dah ribetnya. Sebenarnya disekitar kita ini banyak sekali penyakit yang disebabkan mikroorganisme, COVID 19 juga salah satunya.

Nah karena sekarang pandemi, banyak sekali adaptasi kebiasaan baru yang ada di masyarakat termasuk kita juga. Salah satunya pakai masker, pakai desinfektan, bahkan pakai sinar UVC untuk membasmi kuman dan virus.

Kemarin saya ikutan talkshow diskusi vitual via zoom tentang "Sinar UV-C: Kawan atau Lawan? Pemanfaatan Teknologi UV-C yang Aman untuk Perlindungan Masyarakat dari Mikro-organisme”, yang diselenggarakan oleh Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan selama 35 tahun. Sinar Ultraviolet-C (UV-C) yang sekarang marak digunakan dianggap paling bisa efektif membasmi mikroorganisme. Karena aspek keselamatan dan keamanan dalam penggunaannya menjadi kunci aplikasi teknologi UVC.



Menurut Mr Rami Hajja, Country Leader Signify Indonesia, pemanfaatan UVC yang tepat akan membuat mikroorganisme efektif di basmi. Dan Signify sendiri sangat peduli untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat saat memilih dan menggunakan produk UV-C.


Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS., Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengatakan jutaan mikroorganisme yang ada disekitar kita jumlahnya ada jutaan. Caranya agar mencegah tidak terinfeksi kuman dan bakteri adalah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk menjaga dan melawan berbagai penyakit. 


Covid 19 sendiri sudah membuat banyak pergeseran paradigma dengan mengubah banyak hal. Mulai dari bersosialisasi, bekerja, belajar bahkan berumah tangga. Iyas, ada new normal, new behavior dan new culture saat ini yang dijalani masyarakat. 

Hadirnya teknologi UVC atau rekayasa teknologi pencahayaan UVC ini merupakan cara baru agar kita bisa lebih survive. Menurut Dr Hermawan UVC ini pita gelombang <280nm yang merupakan energi tertinggi. Dan bila tidak digunakan dengan baik, maka bisa terkena paparannya yang bisa menyebabkan luka bakar, lesi dan bisul.

Dr. rer. nat. Ir. Aulia Nasution, M.Sc., Kepala Laboratorium Rekayasa Fotonika, Departemen Teknik Fisika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga mengatakan bahwa sinar UV-C yang berada dalam spektrum cahaya tak kasat mata dapat berpotensi mengatasi penyebaran COVID-19. Selain itu, sinar UV-C bisa digunakan untuk mendesinfeksi udara dan permukaan dalam ruangan seperti dinding, lantai, meja kerja, dan benda. Senada dengan Dr Hermawan, Dr Aulia juga berkata bahwa harus berhati-hati dengan sinar UVC agar tidak terkena kontak langsung dengan kulit kita.



Cara kerja sinar UVC sendiri yang dapat melumpuhkan mikroorganisme adalah dengan :
1. Membakar mikroorganisme
2. Melebut inti sel mikroorganisme
3. Menstreilkan jaringan sel mikroorganisme
4. Mengurai DNA dan RNA mikroorganisme sehingga tidak lagi dapat bereproduksi

Saat ini banyak sekali produk UVC yang beredar di pasaran, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, berkata produk UVC yang beredar haruslah yang mengedepankan aspek keamanan, keselamatan dan kenyamanan konsumen dengan dibantu oleh regulasi pemerintah untuk perijinan barang edar UVC di pasaran. 


Tapi memang iya sih ya, secara ya saya sendiri pakai UVC untuk keluarga. Tujuannya sebenarnya simpel, buat mensterilkan barang-barang apalagi di masa pandemi ini perlu banget kayaknya. Saya sekedar pakai saja, tahu cara pakainya tapi belum tahu keamanannya bagaimana *toyor kepala sendiri. Cuma ya sampai saat ini saya pakai memang sekedarnay saja kalau butuh baru pakai. Dan berarti kedepannya saya harus lebih hati-hati saat menggunakan teknologi UVC ini. 

Btw, saya mau memperkenalkan produk berteknologi UV-C Philips terbaru dari Signify. Teknologi ini dilengkapi dengan keamanan yang layak saat digunakan. Ada gelombang mikro, pengatur waktu, sensor gerak radius 3 meter dan alarm suara. Jadi misalkan ada orang atau hewan, teknologi UVC-nya otomatis langsung mati. Dimana harus di ruangan tertutup agar mengurangi paparan langsung. Berarti bila dipakai di rumah bisa saja loh ini. Bisa untuk kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu bahkan ruangan lain yang dibutuhkan.

Philips UVC Signify

Bahkan laboratorium Nasional untuk Penyakit Infeksi Emerging (NEIDL) di Universitas Boston, Amerika Serikat, memvalidasi efektivitas lampu UV-C milik Signify dalam menonaktifkan SARS-COV-2, virus penyebab COVID-193. Walau begitu , semua produk UV-C Signify yang tersertifikasi sebagai alat medis, dan produk UV-C Signify maupun perusahaan afiliasinya tidak pernah dimaksudkan untuk digunakan sebagai alat medis di negara mana pun.

Produk ini memang belum ada di Indonesia, tapi bakal masuk ke Indonesia. Jadi bisa pakai untuk sehari-hari di rumah saja untuk keluarga. Keamanan dan keselamatan tidak perlu diragukan lagi.

Jangan  takut untuk menggunakan teknologi UVC untuk keluarga tersayang di rumah. Yang penting pastikan produknya memang dirancang aman, nyaman dan efektif untuk membasmi mikroorganisme yang ada di sekitar kita. Mari kita menjaga keluarga tersayang dengan baik. Semoga kita sekeluarga sehat walafiat.

Siapa di sini yang sudah pakai teknolgu UVC di rumah? Ngacung!

15 comments:

  1. Waktu belum ikutan webinar aku pingin beli masa lampu UVC nya tapi ternyata harus dipakai dengan benar ya gak bisa sembarangan soalnya bisa bahaya hihihi akibat gak tau begini. Tapi bagus juga nih ada event kemarin jadinya tau

    ReplyDelete
  2. Apakah alat steril ruangan yg sering dipakai di RS itu yg ada UV-C seperti ini ya? Saya belum tanya ke bagian IPS, jadi gak tau nama alatnya. Pokoknha disteril, terutama ruangan OK. Baca ini jd kepikiran soal UV-C deh

    ReplyDelete
  3. Wah nambah ilmu tentang lampu UVC nih kadang ya akutuh ngga paham soal lampu, beli beli aja yang penting asal terang dan ruangan ngga gelap, harus mulai aware lagi deh dalam memilih lampu nih

    ReplyDelete
  4. aku belum pakai cha, malah baru tau kalau ada lampu UVC..nggak sbar jadinya nunggu lampu ini masuk Indonesia

    ReplyDelete
  5. Kalau cara penggunaannya tepat, pastinya akan memberikan manfaat yaa mbak. Makanya penting sekali punya ilmu tentang penggunaan teknologi uvc ini, biar gak asal pakai.

    ReplyDelete
  6. Jadi, produk philip yang menggunakan teknologi UVC ini aman ya, karena terdapat sensor gerak dengan radius yang cukup aman, 3 meter kalau ada ada manusia dan atau binatang piaraan gak bikin bahaya.

    ReplyDelete
  7. Saya baru tau nih tentang teknologi uvc, canggih banget nih alatnya... Kira-kira harganya berapa ya...

    ReplyDelete
  8. Mbae, asli loh aku awalnya pengen punya uvc di rumah, tp mengingat anaknya banyak dan suka explore semua. Takut kalo pas ga diawasin, kejadian kyk yg viral tempo hari ttg sinar uv.

    Galau deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Viral apa ig Mbak? Kayaknya kalay kita nitip ke salah satu anak yg sudah agak besar, insyaAllah masih aman lah ya mbak

      Delete
  9. Sterilizer sama UVC sebenernya sama gak sih? Kan skrg banyak tuh yang jual..
    Bisa dipakai buat rumah juga kan ya? Kayaknya bagus nih dipakai buat di rumah.

    ReplyDelete
  10. phillips produknya kece amat siiihh, kayanya oke banget ya mak buat dimasa pandemi iniiii.. semoga cepet dijual di indonesia yaaa

    ReplyDelete
  11. baru tahu UVC itu bermanfaat ternyata ya. kalau kita awam, ya ga tahu yaa. harus bener bener bertanya pada ahlinya agar bisa menggunakan secara benar

    ReplyDelete
  12. Aku beneran baru tahu ada UVC ini
    Pas baca ternyata seperti itu penggunaannya
    Perlu disebarluaskan supaya masyarakat awam tahu

    ReplyDelete
  13. Aku belum pake teknologi ini Cha, baru juga tau ini pas baca artikelmu. Ternyata manfaat UV banyak juga ya asalkan kita bisa mengelolanya dengan baik.

    ReplyDelete
  14. 𝘴𝘪𝘯𝘢𝘳 𝘶𝘷 𝘤 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘺𝘢? 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘧𝘢𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘨𝘶𝘯𝘢 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘯𝘧𝘢𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘬𝘴𝘪𝘮𝘢𝘭 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯

    ReplyDelete

Monggo komen yoo... Mohon maaf link hidup saya hapus komentarnya.. ^^