Hidup Sehat Bersama Bebas Kusta

bebas kusta

Sebenarnya ini kali kedua saya membahas kusta di blog. Tapi tulisan pertama memang lebih ke profesi dokter bukan ke penyakitnya. Kali ini saya akan sharing tentang webinar dari ruang publik KBR bekerja sama dengan NLR Indonesia.

Baca juga :

Di otak saya sebenarnya sama dengan kebanyakan orang, kalau penyakit ini seram. Karena masa kecil saya sangat digambarkan dan menantjap di otak kalau ini sangat bahaya. Makanya wajar kalau selama ini saya pun berpikir sama.

Cuma sih kalau dipikir-pikir ya, gimana ya orang-orang yang kebetulan terkena ini. Bahkan kalau dari cerita, banyak pasien yang dijauhi sesedih itu. Yaa kebayang saja, sudah begini malah tambah drop dengan perlakuan banyak orang. Sedihnya.

bebas kusta

Untungnya saya ikutan webinar ini bersama komunitas ISB, jadi tahu ternyata KUSTA BISA DISEMBUHKAN!. Dari dulu saya selalu berpikir kalau penyakit ini menular dan tidak dapat sembuh. Salah besar ternyata! Bisa dan bisa banget! Ya ini mungkin banyak orang atau hampir semua orang berpikiran sama kalau susah sembuh, padahal bisa sembuh. Makanya banyak yang dijauhi ya mungkin di otak terdalam sudah tertancap kalau tidak bisa sembuh. 

Penyakit ini bukan penyakit keturunan (genetik) ya, tapi disebabkan oleh kuman yang disebut mycobacterium leprae.

Pemerintah sendiri melalu Kementerian Kesehatan pun sudah melakukan program pengendalian kusta dan pengobatannya GRATIS di puskesmas. Selain itu banyak pihak yang membantu dan bahu membahu mendukung program pemerintah agar Indonesia sehat, seperti salah satunya adalah NLR Indonesia dan PT Dahana.

Banyak pihak yang mendukung ini agar semua bisa mendapat pelayanan yang sama seperti pada UU No 39/ tahun 2009 tentang kesehatan, perlu diselenggarakan secara berkeadilan dan tidak diskriminatif. Artinya, setiap warga negara, tak terkecuali penyandang disabilitas termasuk orang dengan/yang pernah mengalami kusta, mempunyai hak yang sama untuk mendapat pelayanan kesehatan yang bermutu. Yang misalnya masih banyak stigma negatif sama penyakit ini ya pasti pada kenyataan di lapangan banyak yang kurang mendapat penanganan maksimal.

Bapak Eman Suherman, SSos sebagai Ketua TJSL PT DAHANA (Persero) sudah juga kerapkali mengadakan pengobatan masal termasuk menyediakan alat pelindung diri agar para pasien tetap survive. Selain itu juga diadakan program pemberdayaan masyarakat agar pasien bisa berdaya untuk diri sendiri plus lingkungannya. Tidak lupa untuk mengajak banyak orang untuk menjadi kader agar Indonesia bisa segera bebas kusta.

dr Febrina Sugianto yang seorang Junior Technical Advisor NLR Indonesia mengatakan di jaman pandemi ini kasus kusta menurun, tapi menjadi ranah abu-abu. Karena di satu pihak iya mungkin pengobatan dan penderita memang menurun, atau karena pandemi ini para penderita tidak terdeteksi atau bahkan kesulitan berobat. 

Makanya NLR Indonesia yang memang concern dengan memberikan obat pencegahan kepada kontak atau komunitas di wilayah endemis sangat membutuhkan dukungan banyak pihak agar tidak bertambah lagi penderitanya. 

Beberapa hal yang dilakukan oleh NLR adalah :
1. Meningkatkan awareness
2. Virtual run
3. Workshop
4. Mendukung pemerintah sebagai media edukasi covid 19
5. Awareness nakes dan masyarakat

Karena ini bisa disembuhkan dengan minum obat, paling tidak 9 bulan minum obat untuk yang kering dan 18 bulan untuk yang basah. Dengan meminum obat teratur dan tidaak boleh putus maka pasti sembuh. 

Selain itu para pasien juga diajarkan untuk 3M yaitu memeriksa, merawat, dan melindungi tubuh. Ini sangat berguna untuk mengurangi resiko penularan. Soalnya penyakit ini ditularkan lewat kontak yang lama (20 jam per minggu) dengan penderita yang belum berobat.

Makanya kalau misalnya timbul bercak keputihan atau kemerahan bisa terjadi di seluruh tubuh, bisa di sekitar pelipis mata, badan, punggung, kaki seperti panu begitu langsung diperiksa ya jangan didiamkan. 

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit ini yaitu dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga stamina tubuh tetap terjaga. Cukup mudah kan! Saya yakin ibukibuk yang baca pasti udah paham apalagi punya anak kecil pasti kebersihan sangat terjaga.

Hayuk kita hapus stigma negati. Bahu membahu agar Indonesia sehat bebas kusta. Paling tidak kita bantu sharing untuk mendukung program ini. Saya sudah! Bagaimana dengan kamu?

Komentar

  1. Kusta sering mendaapat stigma negatif dari masyarakat dan harus disembuhkan dan dicegah agar tak banyak yang mengalaminya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Hayo komen yukkkkkk!