3 Cara Meningkatkan Waspada Terhadap Surat Edaran Palsu Perbankan

3 Cara Meningkatkan Waspada Terhadap Surat Edaran Palsu Perbankan

“Nak, Ibu dapat WA katanya biaya transaksi bank jadi naik. Ini ada surat edaran nya”
“Coba sini Bu, saya lihat dulu”, jawabku sambil meraih handphone Ibu mertua
“Gimana? Beneran kan itu?”
“Nggak, Bu. Ini palsu, BCA tarif biaya transaksi masih Rp6.500 kok”
“Padahal bentuknya kaya pengumuman resmi dari bank ya. Ada kop suratnya. Berarti ini diklik tidak linknya?”
“Gak usah, Bu”

Hayoo, siapa yang pernah dapat pesan Whatsapp seperti ini? Untungnya saya sudah tahu kalau itu modus penipuan, lah kalau kejadian kayak Ibu mertua saya bagaimana? Tapi memang sasarannya yang orang lebih tua sih, saya sendiri merasakan karena sekarang Ibu mertua tinggal bareng jadi sering banget dia beberapa kali mendapatkan modus penipuan seperti itu.

Surat Edaran Palsu Sasarannya Orang Tua yang Tidak Terlalu Paham Internet

Surat Edaran Palsu Sasarannya Orang Tua yang Tidak Terlalu Paham Internet

Pokoknya memang bahaya buat orang yang berumur lebih tua dan tidak terlalu akrab dengan dunia internet. Biasanya bakal khawatir banget kalau tidak buru-buru dilakukan, rekeningnya bisa diblokir dll. Belum lagi yang suka nelpon ngarahin untuk transfer dana dengan modus kenalan lama, kecelakaan anak atau lainnya. Banyak banget sekarang.

Almarhumah Ibu saya pernah seperti itu dulu. Dia pernah ke atm bawa kartu atm dan mau transfer karena untuk verifikasi katanya. Dia buru-buru dari rumah sehabis menerima telepon, lalu langsung ke atm buat transaksi. Cuma entah bagaimana, handphone-nya lowbat jadi saat tiba di atm ada satpam yang bertanya Ibu saya mau ngapain. Elah dalah malah kayak orang bingung. Sempat lama di atm itu, tapi sama satpam di bawa ke pos diberi minum biar tenang. 

Terus Ibu saya cerita kalau mau transfer uang buru-buru karena disuruh orang. Bapak yang langsung datang karena kebetulan ada yang kenal Ibu saya sangat khawatir. Dalalah ya emang uangnya belum ditransfer dan hp nya untung lowbat. Coba kalau tidak, secara pensiunan PNS tabungannya ya seadanya kan kasian.


Saya yang diceritakan lewat telepon saat itu cuma bisa mengelus dada. Tapi bersyukur Tuhan masih melindungi Ibu. Nah, pas tinggal bareng sama orang tua yang sepuh seperti sekarang saya jadi sadar kalau ternyata memang sasaran yang nipu ya orang-orang tua renta yang kurang paham internet dan perbankan.

Duh, jangan tanya deh! Hampir tiap minggu pasti Ibu tanya ini surat edaran palsu bukan, ini dapat hadiah 300 juta beneran tidak atau modus lainnya yang ternyata penipuan. Bukannya dapat uang yang ada uangnya habis, soalnya yang diklik phising (Pencurian data) semua.

3 Cara Meningkatkan Waspada Terhadap Surat Edaran Palsu Perbankan

pastikan pengumuman dari official resmi bca

Karena semakin banyak hoax dan surat edaran palsu yang ada, paling tidak kita kudu bisa lebih waspada. Apalagi bila itu terjadi pada keluarga yang lebih tua dan kurang paham dengan teknologi. Ini bakal mencegah adanya kerugian yang bisa terjadi karena info hoax tersebut.

1. Jangan Panik dan Tetap Tenang

Ketika mendapat whatsapp, email, sms atau link di sosial media, jangan buru-buru langsung percaya saja surat edaran palsu itu. Tarik nafas dan tetaplah berusaha tenang. Baca kembali pesan dengan seksama, jangan takut untuk membaca lagi. Perlu diketahui, semua pengumuman yang berhubungan dengan transaksi perbankan, seperti kenaikan tarif, penurunan suku bunga dll biasanya diumumkan secara resmi di berbagai lini resmi perbankan tersebut.


Ya kalau BCA, bisa coba lihat saja websitenya atau sosial media. Bila kurang yakin, bisa telpon Halo BCA. Yang penting tetap tenang, karena tenang adalah sumber tidak merugi*eaaaa.

2. Pastikan Nomor Telepon Hanya Dari Perbankan Resmi yang Centang Hijau

Semua perbankan pasti ada nomor resminya. Contohnya saja BCA, nomor resmi WhatsApp Bank BCA itu adalah Bank BCA 0811 1500 998 (ada centang hijau nya). Kalau bukan berarti itu nomor palsu ya!

Jadi hati-hati ya, kalau mendapatkan surat edaran palsu yang mencurigakan dan mengatasnamakan BCA, bisa langsung menghubungi kantor cabang setempat atau melalui Halo BCA 1500888. Atau juga dapat menghubungi contact center Halo BCA melalui WA Halo BCA 0811 1500 998, twitter @halobca atau download aplikasi haloBCA.

3. Semua Transaksi Perbankan Hanya Dari Aplikasi dan Website Resmi Perbankan

Biasanya dalam pesan tertera link yang harus diklik. Jangan terburu-buru untuk mengkliknya, karena biasanya bakal diarahkan untuk konfirmasi link tersebut. Tahu nggak? Itu link phising loh! Soalnya bakal mengisi data rekening seperti nomor HP, nomor kartu ATM, PIN, kode OTP dll. Kalau kita mengikuti semua yang ada uang di rekening langsung ludes seketika. Pokoknya hati-hati mengklik link yang disertakan.

Dan ingat semua transaksi yang dilakukan hanya dari aplikasi dan website resmi bank. Bukan google forms, typeforms atau web yang hampir sama dengan website resmi perbankan. Kalau website resmi BCA cuma www.bca.co.id.Selebihnya bukan ya!

Saya sering bersyukur bisa menjaga keluarga sepuh seperti sekarang ini. Jadi kalau ada yang berani mau macem-macem bisa saya tangkis dulu atau paling tidak bisa mengecek kebenarannya. Karena jujur, mungkin kalau di kota besar yang usia lanjut masih pintar berteknologi, tapi kalau di desa ya jarang yang melek teknologi dan internet.

Jadi hayuk hati-hati ya dengan banyaknya hoax surat edaran palsu! Teman-teman punya pengalaman kayak gimana? Share dong!

Komentar

  1. Sering banget nemu yang kayak gini, kalau enggak surat edaran ya perubahan aturan atau apalah. Kemarin sempat nemu kalau enggak transfer 150K bakalan gini-gini, agak aneh walau memang PP-nya pakai BCA. Eh, BRI kalau enggak salah sih cuma penipuan sekarang semakin berani apalagi mengatasnamakan lembaga resmi seperti bank. Terima kasih sharingnya!

    BalasHapus
  2. Sekarang modus penipuan d dunia dihital makin banyaaakk
    Memang kudu waspada dan tingkatkan literasi juga yaks

    Se~ mangatattt

    BalasHapus
  3. Serem bangetttt modus penipuan jaman now ancen makin beragam ya mba

    Semoga Allah senantiasa jaga dan lindungi kita dan kluarga.

    Aamiin aamiinn ya robbal alamiinn

    BalasHapus
  4. Oiya surat edaran palsu ini sudah banyak korbannya. Zaman sekarang makin pinter ya orang-orang untuk menipu. Harus teliti nih kita sebagai pengguna.

    BalasHapus
  5. Mama saya dapat WA serupa. Untung bilang ke saya dulu jadi gak diklik itu link yg dikasih. Kata Mama, kan Mama gak punya BCA ya? Wkwkwkw... Namanya jg penipuan kan ya

    BalasHapus
  6. aku juga nih dapat inii edaran palsu beberapa waktu lalu, ngaku2 dari BCA, yaudah langsung block. Mereka tuh mengincar yg benar2 polos apalagi ortu kita ya mba, ya Allah alhamdulillah ibu masih dilindungi Allah ya duluuu. Iya ngincar pensiunan. Jahatnyaaa smoga nggak ada yg tertipu lagi dan nipu lagiiii, kudu waspada banget

    BalasHapus
  7. Wah, sebagai pengguna Bank BCA, aku perlu hati-hati ini mbak
    Dan kebetulan banget baru aja sharing sama teman-teman yang pernah kena tipu cc bank BCA ini
    Noted deh utk tetap berhati2 dan juga bisa tetap tenang saat ada yang mau coba menipu dg cara spt kirim surat edaran palsu gitu

    BalasHapus
  8. Wahhh saya pernah dapat ginian juga mbak tp dari bank lain. Yg kasian emang kalo yg nerima itu gak begitu mengerti, usia lansia atau usia remaja mahasiswa yg belum begitu waspada. Semoga ke depannya makin byk yg melek penipuan gini ya mbak

    BalasHapus
  9. Emang yang rawan dibujuki nih keknya org2 usia boomers, eh tapi seangkatan kita pun banyak yang ketipu, Aku pribadi tipe yang angat menghindari chat dan bertelepon dengan nomor tak dikenal, biasanya aku cuekin. Hanya percaya sama CS dan website resmi aja ya.

    BalasHapus
  10. Penipu makin banyak akalnya ya, Mak. Sedih, pinter-pinter tapi pada jahat. Aku kalau ada penipuan kayak gini juga jadi keingetan sama bapak di rumah. Tapi kami sudah wanti-wanti beliau untuk ngga gampang percaya sama SMS, WA, atau telepon dari nomor yang tidak dikenal.

    BalasHapus
  11. Meski makin banyak orang melek sama modus2 penipuan, tetap saja ada orang2 yang belum paham. Bahkan, yang merasa paham pun bisa saja terkecoh karena yg palsu kayak asli. Memang bener, siapapun yang merasa paham semestinya menjadi "agen kebaikan" dengan terus menyebarkan pesan-pesan utk waspada seprti ini.

    BalasHapus
  12. Punya pengalaman kayak gimana? Ya hampir sama, dong! Hahaha.. bapak tuh sering banget tanya ini dapet hadiah 500 juta bener gak, ini suruh telpon ke sini bener gak, dst..
    Duhh emang sasaran empuknya para lansia yaa.. bener banget kita yang masih "muda" kudu rajin dampingi para lansia dan orang-orang yang kurang melek literasi digital :)

    BalasHapus
  13. aduhhh aku tuh makin ovt kalo hal2 penipuan kayak gini masuknya ke orangtua dan mertua, terutama mertua sih yang udah sepuh. Baru aja kemarin ngalamin dia ada chat dari sebuah bank "biru" dan aku langsung buru2 telf untuk abaikan aja yg kayak2 gitu, serem bgt asli

    BalasHapus
  14. Pinter cerdas dan Inovatif sekali para scammer ini yaa..
    Sayangnya digunakan untuk mengakali orang lain yang gak paham. Sedih banget kalau orang gak tau malah ketipu. Nyesek banget..

    BalasHapus
  15. Menyedihkan banget kalau ada orang tua atau sodara yg sampai manjadi korban penipuan ya, Mbak. Modusnya sekarang tambah beragam.

    BalasHapus
  16. Ngeri ya
    Emang sekarang banyak modus penipuan seperti ini
    Kita harus waspada dan berhati-hati ya mbak
    Jangan sampai jadi korban

    BalasHapus
  17. Jadi khawatir banget nih membayangkan orangtua kita kena penipuan gitu. kalau kita kan udah melek teknologi dan waspada terhadap hal2 seperti ini ya. Nah kalau udah sepuh dan kurang familiar dengan modus seperti ini bagaimana cobaaa.... Huhuuuu semoga yg muda2 bisa melindungi orang2 terkasih dari jerat penipuan seperti ini.

    BalasHapus
  18. Kalo BCA belum pernah dapat, tapi kalo BRI pernah dapat. Padahal bukan nasabah aktif BRI. Kasihan ya ada yang tertipu sampai ratusan juta gara-gara surat begini.

    BalasHapus
  19. sama kejadiannya seperti ibuku
    pagi-pagi udah forward WA surat edaran bank yang katanya biaya naik
    kok ya tahu penjahatnya kalau si korban udah sepuh, apa dia sebar ke buanyaaak nomor, sapa tahu ada yang terjebak :(

    BalasHapus
  20. Saya juga dapet itu WA surat edaran baru tarif naik. Langsung blokir. Emang kudu banyak cari informasi agar selamat

    BalasHapus
  21. Saya cenderung mengabaikan surat edaran bank kecuali kalau memang ada sangkutan alias hutang. kalau cuma nabung ya cuek aja. Kan semuanya sudah ada aplikasinya di HP.

    BalasHapus

Posting Komentar

Hayo komen yukkkkkk!