Hayo Cegah Disabilitas Karena Kusta

hayo cegah disabilitas karena kusta
Masih ingat tidak cerita Raffi yang bercita-cita menjadi dokter? Kalau kutanya dia selalu bilang Mama tidak sakit lagi. Jadi Mama Papih sehat-sehat semua karena Raffi bisa nyembuhin. Tapi iya, kalau dipikir-pikir, memang semua penyakit itu harus dicegah jangan sampai diobati. 

Salah satunya kusta. Iya lagi-lagi aku tulis tentang kusta ya, ini biar makin banyak yang sehat dan terdeteksi dini kusta. Apalagi ternyata pengetahuan tentang kusta ternyata sangat minim

Baca juga :

Kali ini saya mau tulis tentang mencegah disabilitas karena kusta. Karena kusta ternyata bisa menyebabkan disabilitas. Ini semua berdasarkan talkshow yang saya ikutin via youtube Berita KBR ya.

Sudah pada tahu kan kalau tanggal 3 Desember merupakan hari penyandang disabilitas. NLR Indonesia, sebagai suatu organisasi yang fokus pada kusta dan rehabilitasi terus menggaungkan kalau kusta itu bisa diobati dan sembuh. Tentunya sekarang kita harus bisa mencegah agar kusta itu tidak bertambah dan menulari ke orang lain.

Sebagai penyakit yang menular antar manusia, ternyata banyak masyarakat yang masih belum awas tentang penyakit kusta ini. Dimulai dari gejalanya yang kadang orang anggap itu hal biasa sampai cara pengobatan yang harus dimulai dari mana. Belum lagi tentang stigma masyarakat yang ada.

Kemarin dihadirkan Bapak Dulamin, Ketua Kelompok Perawatan Diri (KPD) Kec. Astanajapura Cirebon. Beliau bercerita tentang awal penyakit kusta yang hanya bercak di punggung saat usianya 35 tahun. Dibawa ke dokter dianggap penyakit biasa saja. Ternyata dicek lebih dalam pak Amin terkenan penyakit kusta bahkan mengarah ke disabilitas. 

Akhirnya pak Amin minum obat dari puskesmas dan karena kebetulan kusta basah harus minum obat selama 12 bulan tanpa henti. Yang dirasakan selama minum obat itu pusing, efek muntah, badan panas dingin, bahkan jika ada pikiran karena stigma masyarakat malah bikin down pak Amin. 

Sekarang pak Amin survive dengan tetap memperhatikan kebersihan salah satunya dengan tetap menggunakan alas bila ingin memegang sesuatu. Selain itu, pak Amin juga membuat kelompok perawatan diri yang setiap bulan bertemu. Di sana pak Amin mengajarkan untuk merendam bagian yang terkena kusta lalu menggosoknya dengan batu apung. Hal itu dia ajarkan dan setelah sebulan akan direview bagaimana kebersihannya akan terlihat.

Pak Amin sangat meminta pemerintah untuk lebih banyak lagi memperhatikan pasien kusta. Terutama di pencegahannya agar tidak semakin banyak yang terkena, apalagi ini sangat ngaruh sama deteksi dini awal agar tidak makin menyebar. Mengingat pandemi sekarang yang semakin lama menyisir orang deteksi dini sangat susah karena pembatasan. Belum lagi yah itu stigma orang tentang penyakit ini, padahal penderita juga berhak hidup layak selain harus survive sama penyakitnya juga. Hayolah mereka juga manusia.

Walau sedikit terabaikan, penyakit ini merupakan masalah di Indonesia. Dan yang pasti kusta dapat disembuhkan, karena itu harus bisa tahu gejala awal sehingga bisa terdeteksi dini tanpa harus mengarah ke disabilitas.

Berdasarkan angka di tahun 2017, angka 6,6 per 1juta penduduk. Jumlah yang lumayan dan harus dicegah agar tidak semakin bertambah. Walau banyak yang mengklaim kalau kusta menurun saat pandemi, banyak pihak yang sedikit tidak percaya dan malah khawatir pandemi ini malah membuat banyak yang tidak bisa terdeteksi.
 talkshow disabilitas kusta

Dr. dr. Sri Linuwih Susetyo, SpKK(K) yang Ketua Kelompok Studi Morbus Hansen (Kusta) Indonesia PERDOSKI mengatakan kuman kusta itu mennyerang saraf sehingga membuat penderita disabilitas hingga mulai mati rasa hingga mengarah ke kelumpuhan. Walau kecenderungan kusta bisa berakibat disabilitas tapi tidak semua kusta akan menyebabkan disabilitas.

Karena itu sebelum terjadi disabilitas, kita harus awas sama gejalanya. Bila ada bercak putih atau merah yang bila disentuh tidak sakit, tidak gatal, tidak sembuh, mati rasa maka harus segera dibawa ke dokter. Karena bila ada pencegahan sejak dini, maka akan lebih cepat sembuhnya karena ternyata waktu dari semenjak kuman masuk sampai terjadi kelainan disabilitas ini butuh waktu tahunan.

Karena itu jangan lupa untuk langsung periksakan diri ya. Terutama di area tangan, kaki dan mata tempatnya yang bisa menjadi diabilitas. Iya, jangan sampai ya! Mari periksakan dan segera obati. Tahu tidak kalau ternyata orang sehat itu bisa tertular karena orang yang kusta belum diobati. 

Mari menjadi individu yang sadar diri dengan bahaya kusta dan juga mari hilangkan stigma negatif tentang kusta. Hayo cegah disabilitas karena kusta 

Komentar

  1. Hemm, kusta memang berbahaya, tetapi itu bukan menjadi penghalang untuk kemampuan mereka. Apalagi mereka punya hak yang sama dengan kita.

    BalasHapus

Posting Komentar

Hayo komen yukkkkkk!